about me / Bahasa Indonesia / Language / Study

Tips belajar bahasa asing

Pos keempat dari seri Rabu bulan Oktober ini tentang tips belajar bahasa asing, usulnya Pypy. Dibawah ini gw tulis tips yang gw pake sampe sekarang.

Tujuan
Tentukan tujuan belajar bahasa asing; untuk sekolah, kerja atau hanya untuk bisa berkomunikasi selagi ketempat asal bahasa itu? Ini penting ditentukan dari awal supaya realistis belajar bahasa asing sampe tingkat kemahiran tertentu.

Tata bahasa dasar
Pengetahuan dasar tata bahasa itu penting seperti Subyek Predikat Obyek. Dalam bahasa Indonesia tata bahasa ini sama. Istimewanya dalam bahasa Indonesia itu ngga ada tenses, kata kerja hanya dalam bentuk dasar. Penentuan waktu hanya berdasarkan kata keterangan waktu dalam kalimat. Ini yang sering jadi batu sandungan untuk orang Indonesia yang belajar bahasa asing, tenses.

foreign language

Tenses
Beberapa bahasa menggunakan tenses untuk menerangkan waktu. Coba kuasai paling tidak bentuk dasar dari waktu sekarang, lampau dan akan datang. Paling tidak tahu dan bisa membentuk kata kerja dalam bentuk lampau, sekarang dan akan datang.

Kosa kata
Gw sampe sekarang berusaha belajar minimal 1 kata baru per hari dari bahasa yang gw bisa. Dulu waktu kuliah di sastra Perancis dan waktu kursus bahasa Spanyol, post it was my best friend. Tiap hari gw belajar 3 kata baru, gw tulis dipost it dan ditempel di tempat strategis. Dari 3 kata itu ada 1 kata kerja, 1 preposition dan 1 kata benda.

Sekarang mungkin ngga butuh post it lagi tapi bisa download kamus online. Mau tahu satu kata, tinggal cari diinternet.

Pengucapan dan lafal
Jangan malu untuk latihan pengucapan. Baca satu teks dengan suara keras dan pengucapan yang baik. Pengucapan yang baik bukan berarti loe harus menye-menye ikutin aksen native speaker ya. Susah banget ini. Hanya sedikit orang yang bisa berbahasa asing tanpa aksen. Lagipula kalo dibuat-buat kedengerannya ngga natural dan pengalaman gw pribadi bikin cape diri sendiri. Kenapa? Karena loe jadi lebih fokus ke aksen loe daripada fokus ke pesan yang loe sampaikan kalo berkomunikasi dengan orang lain. Menurut gw selama pengucapan bener, artikulasi jelas (buka mulut yang bener kalo ngomong) dan lawan bicara loe ngerti, itu ok aja kok. Gw pernah tulis pos tentang aksen di Say What?

FYI Menurut temen gw orang Indonesia kalo gw berbahasa Inggris sekarang aksen gw Belanda, ngaco kan? Tapi gw rasanya ngga gitu. Cuma ya setelah dipikir wajar juga sih, karena gw full bahasa Belanda hampir 24/7. Padahal sejak tahun ketiga tinggal disini gw udah lepasin keinginan untuk berbahasa Belanda tanpa aksen. Ini karena ponakan suami gw jujur bilang “Tante Lorraine, jouw accent is grappig maar ik versta je wel”. Tante Lorraine, aksen kamu lucu tapi aku ngerti kok.

Dengar
Untungnya generasi jaman sekarang ada internet. Melatih listening skill, loe bisa download tunein app yang isinya radio diseluruh dunia. Dengerin aja satu radio dari bahasa yang loe belajar. Ngerti ngga ngerti, denger. Nanti terbiasa akan lafalnya, intonasi dan kata penegasan. Gw waktu masih SMP dengerin Voice of America untuk melatih bahasa Inggris gw. Waktu kuliah rajin denger radio Perancis. Walaupun ngga ngerti semua tapi lama-lama terbiasa dengan intonasi.

Selain denger radio, bisa juga mulai nonton film dalam bahasa asing yang loe pelajari tanpa baca terjemahan atau denger lagu.

Banyak baca
Sama seperti tip diatas. Baca teks, majalah, website secara global. Ngga perlu ngerti semuanya, tarik kesimpulan dari kata dan tenses yang loe tahu. Kalo ngga tahu satu dua kata, cari dikamus artinya apa. Jangan tebak-tebak buah Manggis ya, nanti salah walaupun kata itu mirip dengan kata yang loe tahu. Gw awal belajar bahasa Spanyol suka nebak kata-kata bahasa Spanyol yang mirip dalam bahasa Perancis, ternyata ngga semuanya sama artinya.

Sering membaca, membiasakan otak untuk lihat ejaan dan menulis yang bener. Setelah menguasai tata bahasa lebih baik, biasanya kita akan ngerti isi teks juga lebih baik. Dan tingkat belajarnya setelah ini belajar mengerti ungkapan. Manfaat membaca, apalagi baca berita aktual, akan memperkaya kosa kata dengan kata, istilah dan jargon baru.

Keep it simple
Orang dewasa yang sedang belajar bahasa asing itu kadang cenderung pake tata bahasa yang rumit. Nyante aja, native speaker juga ngerti loe lagi belajar. Kalo kebanyakan mikirin tata bahasa akibatnya takut bikin salah. Dan akhirnya ngga ada sepatah katapun yang keluar dari mulut. Faktanya adalah tingkat pemula dalam bahasa asing itu itu kosa katanya sama dengan kosa kata anak umur 8 tahun.

Terakhir tip gw adalah sebagai berikut. Belajar bahasa asing butuh kesabaran, waktu dan ketekunan. Dan yang paling penting latihan, repetisi (diulang-ulang). Untuk gw pribadi lebih efektif untuk tiap hari belajar 30 menit atau sejam lima hari seminggu daripada 4 jam sekali seminggu. Otak gw setelah 1 jam udah penuh.

Yang paling seru ngobrol sama anak kecil karena mereka jujur kalo kita salah. Gw inget belajar mengucapkan konsonan Sch dan G dalam bahasa Belanda dari keponakan suami gw yang waktu itu umur 7 tahun. Sekarang dia udah dewasa dan kita berdua sering ketawa inget betapa konyolnya gw belajar dari dia but we had fun doing it.

Ya, belajar bahasa asing itu menyenangkan. Apalagi kalo bepergian terus praktek bahasa, ngobrol sama locals dan dia ngerti maksud loe apa walaupun kalimat loe ngga 100% bener. Yang bikin seneng lagi bisa nawar barang, pesen makanan minuman sendiri, baca informasi kendaraan umum sendiri tanpa tanya orang, seneng dan puas rasanya.

Kalo gw ada waktu dan niat, gw akan tulis tips belajar tata bahasa lebih detil. Untuk pos gw yang lain tentang bahasa bisa lihat dikategori language. Semoga tip diatas ini berguna. Selamat belajar!

Sumber:
Gambar dari Behance.net

103 thoughts on “Tips belajar bahasa asing

  1. Sampai sekarang aku masih terus belajar dan memperdalam bahasa inggrisku Mba. Aku senang ngobrol sama orang2 lokal sini misal itu lagi nungguin bazyl kelas or main diplayground. Walau nyablak aja yg oenting dia ngerti apa yang aku maksud. “Ngelenturin” lidah dulu pikirku karena kalau jarang ngomong ntar jadi kaku hehehe. Aku gak pernah mikir aksenku gimana walau ada waktu itu si bule bilang aksenku amrik banget or terkadang aku ngerasa singlish juga ahahaha. Kalau dirumah aku emang suka belajar ma chicco minta koreksi dll ( kebetulan kan dia dari kecil emang di amrik jadi nular kali ya Mba Yo😁) plus kalau lagi story telling ke Bazyl sembari belajar juga buat aku. Next aku mau ikut short course gitu buat english for work tapi waktunya belum dapat yang pas. Thanx buat tips2nya mba 😃

    • Bisa jadi Nis. Anak imigran asal Maroko dan Turki yang lahir di Belanda pun bahasa Belandanya kuat aksen bahasa Arab/Berber dan Turkinya. Sebabnya karena mereka bilingual, dirumah berbahasa Arab/Berber atau Turki dengan keluarga mereka, diluar berbahasa Belanda. Ya aku ngerti kalo aksen kamu itu Amerika, ngga sadar kebawa.

      Sama-sama Nis🙂

        • Iya ngerti, karena kamu kan paling sering denger Chicco ngomong. Makanya aku tulis contoh anak-anak imigran di Belanda itu, walaupun di sekolah kontak dengan orang Belanda asli tapi bahasa Belandanya tetep dengan aksen bahasa ibu orang tua mereka, karena mereka biasanya bilingual. Aku penasaran nanti Bazyl kalo lancar bahasa Inggrisnya dia akan beraksen apa ya?🙂

        • Gatau nih Bazyl bakal aksen apa.Mirip2 Singlish kali yaa secara dirumah indo disekolah n lingkungan main inggris . Kadang tanpa sadar kalau ngobrol sama ibu2 asian.belakang kalimat aku suka pake “laah” misal : cmonlaaa,we go that way or waitlaa my boy still finishing his milk.😅😅

  2. mba Yo, makasih tipsnya. Masalahnya kalau ngomong bahasa asing trus salah diketawain ampe gimana gitu. jadi malu mau ngomong😦 aku masih ngerasain ampe sekarang. salah ngomong langsung diketawain ampe yang gimana, jadi mikirnya kan males ngomong😦
    trus aku baru tau kadang2 bos aku itu suka becanda2 juga kalau kita salah ngomong, pernah becandain aku soalnya. Aku sih masih cengengesan aja tapi begitu ngomong ama dia lagi, langsung mikir keras takut salah huhu.

    • Sama-sama Non. Lain kali kalo ada yang ketawain kamu bikin salah, tanya aja apa dia bisa koreksi yang benernya gimana. Biar aja kalo salah ngomong, orang kan belajar dari kesalahan. Kalo bisanya cuma ngetawain kamu aja ya kamu bilang lagi belajar. Gemes aku sama orang yang kaya gini Non.

  3. I hear you. Sama kaya kata noni, orang disini cenderung nggak menghargai orang belajar bahasa lokal. Salah ngomong either diketawain or mereka memandang lo dengan pandangan “lo bego amat sih” dan bakal switch ke Inggris. Bahkan ada orang2 yang sengaja ngomong lebih keras ke kita kalau kita gagap bahasa, lo kira ngomong sama tuna rungu?

    Itulah yang bikin imigran macam saya disini suka empet belajar bahasa sini dan frustrasi berat. But there’s a light at the end of the tunnels, dan sekarang gw more or less fluent lah, ditambah pick up bahasa Norwegia dan Swedia dari temen2 kantor. Kadang kalau baru tugas beberapa hari di Norway, bahasa dan aksen bisa campur aduk.

    Aku termasuk orang2 yang gampang sekali pick up accent, asal deket2 orang beraksen itu, jadi sebentar gaul sama orang Norway, pulang2 bahasa Danish jadi beraksen Norwegia. Ajaib kadang🙂

    • Memang gitu ya, padahal kebanyakan kalo kita tanya balik minta dikoreksi yang bener, orang yang suka ngetawain ini ngga gampang jelasinnya. Pengalamanku waktu baru belajar bahasa Belanda sih aku selalu bilang, this is my third language makanya sorry kalo buat salah. Mengenai aksen, sampe tahun ketiga tinggal disini desperate untuk bisa accentless tapi lama-lama cape. Eh malah sekarang ngga kerasa kata orang sih aksen bahasa Indonesiaku hanya kedengeran kalau mengucapkan konsonan tertentu. Mungkin karena aku ngga mikirin harus accentless, malah secara ngga sadar jadi bisa ya. Yang penting menurutku sih artikulasi yang jelas. Dan tip diatas tentang aksen itu untuk yang baru belajar bahasa asing🙂

  4. Pas dikampus dulu ada seminar ttg (ber)bahasa inggris, salah satu yg ngisi adalah penutur inggris asli pesannya “belajar berbahasa inggris jangan kuatir salah ngomong jangan peduli aksen karena toh ini bukan bahasa ibu kalian” seneng deh dg motivasi itu. Manfaat banyak ini trimakasih tipsnya mbak yo

    • Betul Ru. Bukan hanya bahasa Inggris aja, bahasa asing lainpun juga gitu. Yang penting artikulasi jelas dan pengucapan bener. Semoga berguna tipsnya.

  5. Wahh makasih banyak mba Yo udah ditulis tips2nya..😀 Berguna banget nih.. Iya yah, mending belajarnya sering drpd ngumpul di satu hari 4jam. Kemarin waktu nanya kursus bahasa Italy ya gitu, belajarnya tiap weekend

    • Sama-sama. Maksudku belajar tiap hari itu belajar sendiri Py, ulang-ulang sendiri bukan kursus. Tip aku belajar tiap hari itu disamping kursus seminggu sekali. Memang banyak makan waktu.

  6. makasih mba tips nya, mumpung aku lagi belajar bahasa Belanda sekarang. Yang paling sulit pas ngerangkai kalimatnya Mba, kebolak balik mulu akuu hehe..

      • Bangett Mba, inversinya bikin bingung, apalagi kalau ngomong, harus cepet mikir PV nya dimana.. Ik denk dat ik volgende jaar naar Nederland kom. Misschien april. Ik hoop dat we elkaar kunnen ontmoeten als ik in Nederland ben🙂. *susah payah Mba ngerangkainya, mudah2an tata bahasanya gak salah parah2 amat heheh*

        • Pasti bahasa Inggrisnya berantakan kalo belajar bahasa lain🙂 Is goed Astrid, laat het me weten. Als ik het kan dan kunnen we afspreken, ok?

          Bener kok nulisnya😉

        • Iaa Mba bener.. Kadang suka patokan inggris juga buat rangkai kalimat belanda, tapi ya gak cocok strukturnya, jd bingung lagi hehe.. Okay Mba, Ik zal blij om je te ontmoeten🙂

  7. Betul mbak, belajar bahasa mesti berani praktek ya.Aku masih lemah dan terbata bata kalo berkomunikasi dalam bahasa inggris. Banyakan ter sorry sorry dan terbata bata🙂

    • Kenapa masih terbata-bata May? Cari kata-kata atau malu bikin salah? Coba telaah yang bener dan nekad aja, kalo ngga sayang kan yang ada dikepala ngga dipraktekin.

      • Cari kata kata mbak, bingung. Trus grogi juga biasanya, takut salah tenses. Padahal native nya sih biasa aja malahan mereka nyemangatin🙂
        Tapi biar terbata bata usaha terus deh mbak, di pede pede in

    • Sama-sama Adhya. Enaknya kalo belajar bahasa asing di negaranya sendiri, kemampuan mendengar itu cepet berkembangnya. Sukses ya.

  8. Speaking about accent, my boys can speak in american accent even though they’ve never been there😃 Jadi menurut gue, you can learn or copy the accent, some people are good in that, like Eva (kutubuku) but to speak the right grammar needs kesabaran, latihan, dan berani ngomong meskipun suka salah, seperti kata elo diatas itu. Accent itu ada karna seperti elo yg uda belasan tahun tinggal, bekerja, speak in dutch for such long time, jadi uda ‘kebawa’ tanpa elo sadar you have dutch accent. Setuju juga dengan loe tulis, ga perlu copy2 accent, yg ada nantinya malah ngaco. Selama tata bahasa dan pengucapan benar, accent nomor sekian, benar ga sih? Kalo gue, I refuse to have Australian accent hehehe😃 Gue maunya French accent aza…😉😉

    • Anak sekarang banyak yang aksen Amerika mungkin pengaruh internet ya Ria. Si G beberapa bulan terakhir ini juga Amerika aksennya tapi di sekolahnya para murid disarankan untuk pake British accent. Banyak guru bahasa Inggrisnya yang asli dari Inggris.

      Bener tentang grammar, gw kadang juga masih salah dalam bahasa Inggris, Perancis & Spanyol. Selama ngga ganggu dan bisa komunikasi, why not?

      Mungkin gw sok tahu ya Ria tapi rasanya gw bisa denger orang yang aksennya dibuat-buat dan orang yang aksennya memang bagus karena ada bakat. At least dalam bahasa yang gw juga tahu😉

      • Nah itu, gw juga ga bisa terima yg aksen-nya dibuat2 Lo, kesannya kayak Cinta Laura aza dweh (eh bener kan namanya itu ya😃) Gue bisa ngerti kl misalnya loe lahir, sekolah, kerja dan besar di Inggris misalnya, dan jarang pake bahasa ibu, jadilah punya British aksen.
        Kalo the boys sih, gue rasa, mereka cuma suka ikut2an aza, karna sometimes ganti haluan jadi British accent!😳😁😉😝

  9. Aku sering diduga pernah tinggal di Amerika, yang ngeduga orang Amerika. Padahal aku ga pernah menjejak disana, kayaknya karena demen nonton American tv series.

    Btw, aku ga pakai post it, tapi pakai kertas karton dibungkus plastik, biar nggak kotor. Terus aku demen baca buku anak-anak Mbak.

    • Nanti kalo pindah aku penasaran aksen kamu gimana jadinya Tje?🙂 Oh iya betul, baca buku anak-anak cepet ngertinya. Makasih ya tambahan tipnya.

      • Kemaren Gary sudah pernah bilang jangan pernah nyoba ngomong Inggris dengan Irish accent; aku sendiri juga ogah karena accentnya susah dipahami. Jadi semoga aksenku tetep aksen Jawa-TV Amerika😀

        • Aku suka loh denger orang ngomong pake aksen asal jelas dan ngerti ya, ngga menggumam gitu. He…he…tetep Njawani Tje.

  10. waaaa~ bagus2 tips nya kak!
    aku jadi inget waktu belajar Perancis pertama kali,, berhubung aku aslinya pelo ngga bisa ngomong r (dulu bahan ejekan pas SD, begitu pelajaran bahasa Inggris spellingku paling bagus mwahahaha) ala Indonesia, jadinya malah masuk di Perancisnya… kalo temen2ku suka dibuat2 ‘Merci beaucoup’nya, aku santai aja bacanya soalnya r ku emang kaya r perancis ahahaha
    belajar tenses sama vocab tuh yg paling susaah😦 sekarang juga masih je ne comprend pas tres bien francais, cuma udah mulai belajar vocab tiap hari *habis beli buku yg bagus dan murah*
    eh sama pronounce prancis tuh kak… masih suka bingung cara bacanya… makanya kalo lagi belajar harus bareng sama google translate biar bisa denger native speakernya… belajar otodidak sih soalnya hehehehe

  11. Love those tips. Tips2 itu juga yang sering aku kasih tahu ke murid-murid ku pas ngajar dulu. Pokoknya jangan takut salah. Kalau salah ya nanti dikasih tau yg bener jadi biar inget. Dan it works juga buat aku sekarang. Dikasi tau lisan buat aku lebih gampang ngena.🙂

        • Belum mbak. Nggak ada temen selevel jadinya aku ngikut kelas lain tapi ntar gurunya kasih materi lain ke aku. Kan disini rata-rata kalo udah selesai level A2 udah deh selesai karena untuk bisa dapat permesso di soggiorno minimal harus A2. Seminggu kemarin libur karena sekolahnya ditutup karena Genova banjir. Minggu ini nggak ada kelas karena gurunya nggak ada.

        • Sayang juga ya nunggu gitu. Sini juga sama, harus A2 baru dapet ijin tinggal permanen. Kalo ngga dapet yang sementara per 3 – 4 tahun harus ganti.

  12. Sama gua juga dulu pas baru ke sekolah ke aussie tiap hari lihat kamus belajar 1 kata, tapi sekarang udah engga lagi. Dulu wsewaktu kecil di jkt gua merasa my English was very good even at school tapi pas beneran turun ke lapangan di Aussie kayanya payah banget, mungkin karna ga biasa denger aksen Aussie. But karna immerse di lingkungannya ya lama lama jadi biasa juga. Untungnya ga ada orang indo di sekolah jadi mau ga mau bener2 bisa lancer. Terus pas pindah ke US, orang bilang aksen gua Aussie tapi sekarang udah engga lagi, malahan udah ketularan aksen Canada, disini aksennya kalo orang ngomong di sentence pasti belakangnya pake eh? Lucu juga tapi udah biasa.

    Sekarang gua beralih ke French, tiap hari denger radio French di mobil, nonton French channels dan kids bisa bantu2 correcting juga.

    Tapi yang aneh waktu pertama denger Quebeqois speaking French, aksennya tuh aaneh banget dan mereka Frenchnya banyak slank nya banget. Tapi sekarang udah biasa karna di sekolah kids gua majority mereka Quebeqois. Ga apalah aksen apapun yang penting bisa fasih communicate dan belajar grammar etc. KAlo ketemu guru anak anak di sekolah ya mesti PD banget mesti langsung ngomong dan kalo ngomong ada yang salah si madame pasti ngebenerin jadi enak juga ada yang ngajarin.

    Kids sekarang mulai belajar English di sekolah dan mereka bilang English is hard🙂

    Memang yang paling bisa cepet belajar kalo langsung di lingkungan yg berbahasa itu sendiri kalo engga memang aga aga susah.

    Yen, si G fasih bisa berapa language?

    • Oh loe di Toronto kan? Itu Francophone ya? Gw pikir English. Pantes anak-anak bahasa Perancia terus ya. Ngga tahu gw nyambung ngga ya ngobrol dengan anak-anak loe yang pake slang. Je ne les sais pas du tout🙂

      Enaknya belajar bahasa asing sama anak kecil mereka jujur dan koreksi dengan bener. At least ini pengalaman gw ya.

      Si G bisa Belanda, Inggris, Bahasa Indonesia (level intermediate lah gitu) & sedikit Jerman.

      • Iya di Toronto yen, tapi Toronto is Anglophone, anak2 masuk French school karna a few diff reasons, 1st just because I simply want them to be able to speak and understand French, 2nd, it is one of the two official languages in Canada, and 3rd it is apart of their heritage. Every year we go to Montreal to visit family who speak French and mereka bisa lihat the advantage of being billingual in F 7 E. The same when we went to France last month, there were a couple times that my daughter had to tell me what the monsieur meant cuz I misunderstood him🙂 Next we will be visiting my gramma’s kampong di south.

        • Oh I see. Jadi ada didaerah Francophone sekolah berbahasa Inggris dan sebaliknya? Menarik ya Garile. Setahu gw di Belgia yang juga bilingual country ngga begini.

        • Yen, karana Canada billingual country, di sini mereka offer3 types of school streams, yg 100% english, 100% french or french immersion schools. Kalo french immersion, mata pelajaran diajar with french or english with the ratio 50% french and 50% english. Kalo dapet 8 subjects in school, 4 pelajaran in english n 4 in french. And anyone can choose which type of school they wanna put their kids into. Not bad at all, si i take the advantage of putting my kids in 100% french school.

  13. Mba Yo, aku tahun lalu belajar bahasa Belanda. Udah cukup ngerti sih kalo disuruh baca website bahasa Belanda atau denger lagu bahasa Belanda, lumayan bisa nangkep lah. Tapi memang kalo kendala nomer satu org belajar bahasa tuh ngeberaniin ngomong yah… Sampe sekarang aku kl ktmu org Belanda terus diajak ngomong bhs Belanda pasti lidah langsung kaku terus lupa semua kosakata yg ada di otak T_T

    • Kok jadi frozen gitu? Nekad aja ngomong. Kalo salah nanti tanya yang benernya apa. Kursus bahasa Belanda pake methode apa Crystal? Nieuwe Buren, Breekijzer atau yang lain?

      • Nggak tau metode apa, dulu aku belajar setahun di Erasmus Taalcentrum, dapet sampe basis 3. Nggak dilanjutin karena habis lulus itu dapet kerjaan yang shift 6 hari jadi gak ada waktu les lagi, deh.

  14. Tipsnya menarik banget mba. Aku comot ide post-it nya ya mba. Boleh reblog juga ga mba??
    Kelemahan ku sekarang adalah selalu menggunakan kosakata yang itu-itu saja jadi nggak berkembang saat menulis padahal belasan tahun belajar bahasa Inggris. Dan kelemahan kedua di speaking. Lingkunganku jarang berbahasa Inggris jadi bingung sendiri mau berlatih dimana. Kalau nulis lebih lancar jadinya daripada ngucapin langsung. Tetiba ada tamu asing dikantor langsung ngeblank mau ngomong apa.
    Sekarang mencoba peruntungan di bahasa Jepang tapi ampun-ampunan deh belajarnya di umur segini. Huruf-huruf aja belum hafal-hafal.
    Makasih banyak mba, salam kenal. ^^

    • Hai Sandrine, Salam kenal. Kalo ngga ada temen untuk praktek ngomong, ikut kelas konversasi aja. Sayang kan udah ada pengetahuan dikepala ngga dipake. Jangan takut buat salah, kan ini bukan bahasa ibu kamu.

      Sukses ya belajar bahasanya. Dan silahkan reblog.

  15. aku belajarnya mandarin. dulu pernah punya basis karena Mama bisa. tapi ternyata ngaku bisa mandarin masuk ke perusahaan China beneran itu bedaaaaaaaa. Term of business ama term of daily life yang aku punya itu beda.
    Tapi untungnya krn buku trus dulu andelin kamus sama aku banyak dibantu sama expat China utk bantuin my Mandarin.
    13 yrs after when i have difficulties tinggal cari di apps hahaa

    • Yup, makanya tip pertama yang aku tulis itu tentukan tujuan belajar bahasa asing untuk apa. Business terms tentu lain dengan bahasa ilmiah atau bahasa sehari-hari.

      Iya, sekarang gampang ada kamus online, ngga berat dan selalu ada ditangan.

  16. Reblogged this on SanWa Journeys and commented:
    Lagi blogwalking dan tetiba menemukan tulisan ini milik mba Lorraine. Baca ini jadi semangat lagi belajar bahasa Inggris lebih lagi dan mencomot ide mya Lorraine untuk belajar vocab lewat Post-It. Bukan tidak memanfaatkan gadget, tapi ada penelitiaan yang pernah kubaca, seseorang lebih bagus mengingatnya saat menuliskannya sendiri. Akhirnya juga menelurkan ide menjadikan lingkungan sekitarku dengan English Day setiap hari Jumat. Belum dilempar siyh ke forum group kantor, ya mudah-mudahan terealisasi demi kelancaran berbahasa Inggris.
    Yuk-yuk disimak post berikut…

  17. Oh, ternyata tante itu dari bahasa Belanda ya mba? Anyway bener banget tuh, aku sering merhatiin dan mikirin aksenku, malah aku ngomongnya tambah belepotan, dan kayanya malahan lidah jadi keputer – puter. haha

  18. Satu lagi tips-nya: jika memungkinkan, masuklah dalam suasana “terpaksa berbahasa asing”..(sambil tunjuk diri sendiri yg terpaksa berbahasa Spanyol waktu tinggal di Kolombia.., dan berkat “keterpaksaan” tadi, aku bisa ngobrol2 ringan pake bhs Spanyol setelah 3 bulan belajar.., guruku aja sampe muji2..,meski sekarang sdh banyak lupanya..hahaha..)
    Nice post, Lorraine! As always..

    • Karena terpaksa jadi harus dan malah bisa cepet belajarnya. Fungsi bahasa disini untuk bisa survive. Bagus juga tuh Em.

      Maaf kelewatan ngga lihat komen ini, baru bales sekarang.

  19. Puji Tuhan sebagian besar tips diatas sudah dilaksanakan, dan itu bener banget, mbak Yo! Kebetulan saya belajar bahasa Mandarin dan saya punya pengalaman tentang hal ini, untungnya pengalaman yang menyenangkan😀
    Thanks for sharing!

  20. Hehe, setuju banget. Terkadang sayangnya, pernah melihat di Indonesia, kalau aksennya kurang “native” kok malah dicela gitu ya, hahaha. Padahal menurutku sih aksen yang berbeda-beda itu justru indah deh, asalkan pesannya masih tersampaikan dengan jelas😀 .

    • Ini bener banget Zilko. Kalo aksennya kurang native malah dicela dan diledek. Padahal susah kan ngga semua orang bisa. Betul, aku juga yang penting bisa ngerti dan dimengerti orang.

  21. Wah mba yo.. Jadi inget sabtu kemarin. Lagi tes lisan bahasa belanda, dan baru pelafalan ketiga baru ngeh klo beschreven dibacanya bes-khreven, bukan beskh-reven😀. Ternyata bahsa belanda, ngomongnya aja meski kaya keliatan mudah karena rada mirip ma indo yg dibaca mirip teks, tapi ternyata susah susah gampang ya, heu heu.

    Tapi emang seru bener kalo dengerin radio bahasa asing. Meski ga ngerti dia ngomong apaan si penyiarnya..🙂

    • Iya betul. Ada klemtoonnya disuku kata depan kalo dalam satu kata ada tiga suku kata. Ribet memang Fiya. Oh, belajar bahasa Belanda untuk apa? Mau kesini?🙂

      • Hehe. Bukan mba. Aku kuliah di hukum. Ada matkul bahasa belanda untuk hukum. Arahan d bukunya sih buat bisa secara pasif, ga yang sampe aktif bgt. Tapi kalo daftar impianku emang salah satunya pgn bisa bahasa belanda. Soalnya hukum di kita masih adaptasi dari kolonial kan ya, heu..

  22. Jadi ingat sewaktu aku jadi interpreter simultan untuk wawancara seorang pemain bola Spanyol. Aku mau ngomong “embajador” jadi “embajada”, dia nggak ketawa kok. Mungkin dimaklumi karena bukan “native speaker”😀

    • Iya bener, sering dimaklumi itu karena dalam bahasa ibu kita, bahasa Indonesia ngga ada ya gender untuk kata benda🙂 Enak kan ya kalo native speakernya aja menghargai orang asing bicara bahasanya mereka.

  23. Nah yang terakhir tuh mba, bener banget.. Kadang udah keburu takut dan ga pede akhirnya ga ngomong sama sekali. Padahal orang lokalnya jg maklumin dan mungkin malah menghargai kita belajar bahasanya (karena toh ga semua org asing nyaman ngomong pakai bhs inggris kalau bukan bahasa ibunya).. Aku sekarang ngerasa mundur lagi nih bahasa swedianya. Tapi tetep berusaha belajar dari nonton tv dan online shopping hahahah.. Abis semua kata2nya pakai bahasa sweia kan. Mau ga mau harus belajar baca😛

    • Iya kan. Betul, biasanya native speakers kebanyakan akan surprise dan seneng ada orang asing yang bisa bahasanya.

      Ngga apa Be belajar dari manapun, asal kan tujuan tercapai, ngerti. Eh nanti kalo Jo udah bisa ngomong pasti tambah bagus deh. Yang aku tahu bahasa negara-negara Skandinavia itu bener tergantung intonasi ya, betul ngga? Pronounciationnya kedengerannya aja susah banget.

  24. Mba yo, makasi buat tipsnya yaaa.. Simple dan bagus banget. Huaa aku kepengen banget belajar bahasa asing tapi belum mulai2. Udah jiper duluan dengan ingatan yg pas2an gini apa bisa ya belajar bahasa asing. Tp baca postingan ini aku jadi yakin pasti bisa asal tekun. Belum malunya kalo ntar diketawain pas salah ngomong😦 Kayak bahasa inggris aja mandek, ya bener katamu mba. Kebanyakan mikir waktu nyusun kata-katanya dan disini kan seringnya diketawain kl salah ngomong/nulis😦

  25. Pingback: Book Review; Belajar Sendiri Bahasa Prancis, Mudah, Cepat & Praktis | I'm Possible!

  26. Terima kasih mbk, tipsnya berguna sekali. Lagi mau belajar bahasa Belanda biar buat tes MVV 🙂

  27. Pingback: The irritable vowel syndrome | Si Koper Biru

  28. Wah aku baru baca tips2 ini Mbak Yo🙂 Ada banyak yang sudah kupraktekkan. Moment “terpaksa” di aku ngaruh banget. Dulu pas SMA belajar bahasa Jepang. baru setahun sudah bosen, padahal nilai ujian lumayan bagus. Awal kuliah belajar bahasa Mandarin. Sama, setahun udah bosen karena ga ngerti juga nanti dibuat apa bahasa Mandarinnya. Kalau sekarang musti belajar keras bahasa Belanda karena tau tujuannya. Supaya bisa survive disana🙂 Dan aku ada perasaan senang mempelajarinya.

    Kalau aku ga pakai post it, tapi selalu menuliskan kata baru dibuku khusus. Dan bukunya selalu kubawa kemana2. Jadi setiap hari bisa kumulatif sekalian menghapal. Dan setiap hari selalu kuusahakan untuk membuat kalimat. Trus kirim ke suami untuk dikoreksi. Sama satu lagi, dimanapun berada aku selalu mengingat semua hal disekelilingku dengan bahasa belanda. Belajar lewat kartun belanda juga sangat membantuku. Kalo ngobrol sama suami sekarang mulai dibiasakan pakai bahasa Belanda. Dukungan keluarga juga sangat membantu. Mertua dan sodara2 kalau kirim email ke aku sekarang Full pakai bahasa Belanda. Kalau aku jawabnya ada yang ga bener, langsung dibenerin. Dikit2 mbak belajarnya, tapi mencoba rutin. Mudah2an bisa membuatku bisa belajar cepat dan tepat🙂 oh iya satu lagi, meminimalkan menggunakan google translate untuk mengartikan full kalimat. Karena membuat aku malas belajar. Lebih baik mengartikan kata perkata dan mempelajari pola kalimatnya.

    Thanks Mbak Yoyen untuk tulisannya. Selalu memberikan pencerahan🙂

    • Wah sayang kok bisa bosen belajar bahasa Jepang & Mandarin?

      Kamu tekun ya belajar bahasa Belanda dan untung keluarga ipar juga mendukung bahkan bantu. Bagus Den, nanti sampe NL pasti cepet bisa ngomong deh.

      Sama-sama, aku suka aja bagi ilmu/tips karena dulu sebenernya mau jadi dosen cita-citanya😉

      • Ya itu mbak, karena motivasinya ga jelas, jadinya bosen :)… Amiinn, semoga bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan disana Mbak. Aku suka belajar dari cerita orang-orang yang sukses karena kerja keras disana tetapi tetap menjunjung nilai-nilai Indonesianya. Salah satunya Mbak Yoyen, trus satu lagi temanku disana. Jdi pengingat buatku untuk tetap santun dan tidak gegar budaya ^^

  29. Pingback: EF: One highly – spirited club | Chez Lorraine

  30. Pingback: Jangan malu belajar bahasa Inggris | Chez Lorraine

  31. Ahh.. Mba Yo, makasie tips nya Mba..
    Sebelumnya, yang bikin aku minder bgt tu karena jaman sekolah dulu ga pernah di approve orang tua tuk nyicipin kelas kursus bahasa kyk temen2.. tapi skrg dah banyak banget media belajarnya,, mau langsung bikin jadwal sehari 30 menit atau sejam tuk belajar bahasa aahh… Makasie Mba.. ^_^

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s