about me / Bahasa Indonesia / Dutch Affairs / Indonesia

Dwi Kewarganegaraan

Salah satu misi Diaspora Indonesia adalah mewujudkan Dwi Kewarganegaraan (selanjutnya dalam pos ini akan saya singkat sebagai DK) untuk Warga Negara Indonesia (selanjutnya dalam pos ini akan saya singkat sebagai WNI) yang tinggal diluar Indonesia. Diaspora sendiri artinya penduduk dari satu bangsa yang menyebar tinggal di negara lain dan budaya yang dihasilkan mereka. Kembali ke topik yang saya bahas dalam pos ini; pada Congress Indonesian Diaspora yang pertama di Los Angeles, Amerika Serikat Juli 2012 Diaspora Indonesia menyerahkan petisi DK secara resmi kepada pemerintah RI.

Petisi DK ini ditandatangani oleh 6000 WNI yang berdomisili di berbagai negara. Informasi lengkap tentang sejarah, misi visi dan lainnya tersedia di website Task Force Imigrasi dan Kewarganegaraan.

Tidak mendukung petisi DK
Sebagai diaspora Indonesia yang bermukim di Belanda saya tergerak untuk menulis pendapat saya tentang petisi DK ini. Memperjuangkan DK untuk diaspora Indonesia dan anak-anak dari perkawinan antar bangsa itu adalah hal yang simpatik. Hanya untuk sementara ini saya tidak mendukung petisi DK. Alasannya saya jelaskan panjang lebar dibawah ini. Keputusan saya tidak mendukung petisi DK saya beberkan dari sudut pandang saya yang bermukim di Belanda berdasarkan situasi politik dan hukum imigrasi di Belanda.

Untuk menopang argumen saya, sebaiknya saya jelaskan dahulu latar belakang saya. Saya WNI yang bermukim di Belanda sejak tahun 1995. Tahun 2003 – 2007 saya bekerja sebagai casemanager inburgering di Gemeente Arnhem. Tugas saya membimbing para inburgeraars (pendatang baru di Belanda dan warga asing yang sudah lama tinggal di Belanda tapi kemampuan bahasa Belandanya minim) untuk trayek inburgering (program integrasi, isinya kursus Bahasa Belanda dan kursus hidup di Belanda).

Setelah selesai dengan trayek inburgering banyak klien saya yang mengajukan permohonan naturalisasi untuk warga negara Belanda ke IND (Immigratie en Naturalisatiedienst). Sebagai pembimbing mereka saya membantu mendapatkan informasi yang benar. Jadi saya tahu jelas seluk beluk Immigratiewet (hukum imigrasi) dan Rijkswet der Nederlanderschap (hukum kewarganegaraan Belanda). Setelah pindah bekerja, minat saya ke inburgering, ke dua hukum ini dan proses naturalisasi tidak surut dan perkembangan hal tersebut tetap saya pantau hingga sekarang.

20140121-162933.jpg

Syarat naturalisasi
Salah satu syarat dalam proses naturalisasi untuk menjadi warga negara Belanda adalah si pemohon wajib melepaskan kewarganegaraannya. Hal ini disebut afstand doen. Menurut hukum di Indonesia para WNI yang menjadi warga negara asing otomatis akan kehilangan kewarganegaraan Indonesianya.

Untuk pembaca para WNI yang bermukim di Belanda: syarat afstand doen ini tidak berlaku untuk warga negara Belanda keturunan Maroko yang tinggal di Belanda. Warga negara Maroko dan keturunan mereka yang bermukim di negara manapun standard mempunyai DK sejak lahir, tidak tergantung dengan azas yang dianut negara domisili mereka (Ius Soli atau Ius Sanguinis). Keturunan Maroko tidak dapat melepaskan kewarganegaraan Maroko mereka sampai kapanpun. Hal ini diatur didalam undang undang dasar Maroko.

Seiring dengan problematik penduduk Belanda keturunan Maroko di Belanda (angka kriminalitas dan pengangguran yang tinggi dan problem sosial lainnya) , banyak suara di Belanda menyerukan agar DK untuk mereka dihilangkan. Bahkan mentri imigrasi Belanda, Van der Laan (sekarang walikota Amsterdam, Januari 2014) pernah berkunjung resmi ke Maroko untuk lobby tentang hal ini tahun 2009, tanpa hasil.

Wet BRP
Situasi diatas memicu debat politik tentang DK di Belanda sampai ke Tweede Kamer (parlemen Belanda). Bersamaan dengan aktifnya politikus beraliran kanan Gert Wilders yang populistis, warga negara Belanda secara umum menentang DK. Mengapa? Khususnya untuk warga negara Belanda keturunan Maroko terdapat stigma kuat yang menghalangi mereka mendapat pekerjaan maupun berpartisipasi dalam masyarakat. Ormas warga negara Belanda keturunan Maroko aktif berperan dalam debat tentang DK ini dengan berbagi pengalaman tidak nyaman mereka yang kadang diperlakukan sebagai warga kelas dua disini. Banyak ormas dari minoritas lain yang mendukung hal ini sehingga menjadi issue politik nasional.

Apa hubungannya informasi diatas dengan DK? Kadang untuk mencari pekerjaan atau urusan dengan instansi resmi, orang di Belanda perlu menyertakan GBA (Gemeentelijk Basisadministratie) uittreksel. GBA uittreksel adalah surat keterangan dari tempat domisili orang itu, dikeluarkan oleh desa/kota domisili mereka. Didalam GBA uittreksel tertera nama, alamat, tanggal lahir dan kewarganegaraan. Karena hal terakhir ini sensitif dan setelah menimbang lewat debat yang intensif selama 5 tahun di parlemen, sejak 6 Januari 2014 berlaku hukum baru: Wet BRP (Basisregistratie Personen).

Dalam hukum pendaftaran dasar para warga ini salah satu butirnya menentukan bahwa hanya 1 kewarganegaraan yang tercantum dalam registrasi penduduk di Belanda.

Semua warga negara Belanda yang mempunyai DK atau lebih, sejak 6 Januari lalu terdaftar hanya sebagai warga negara Belanda di sistem pendaftaran tempat tinggal mereka. Untuk kota kecil yang sistimnya belum siap Wet BRP, mempunyai waktu hingga Juni mendatang untuk menatanya hingga beres.

Hubungan Wet BRP dengan petisi DK WNI
Seandainya pemerintah Indonesia merubah hukum imigrasi yang memungkinkan WNI mempunyai DK, hal ini akan sulit diterapkan untuk WNI yang juga warga negara Belanda. Bahkan seandainya pemerintah Belanda juga mengijinkan DK untuk warganya ini juga sulit direalisasikan. Kenapa? Untuk memperbarui paspor Indonesia, KBRI perlu GBA uittreksel (mulai 6 Januari 2014 diganti secara bertahap menjadi BRP uittreksel) sebagai bukti dimana tertera bahwa WNI pemohon ini memang warga negara Indonesia dan tinggal di Belanda. Tetapi sesuai Wet BRP yang hanya mencantumkan kewarganegaraan Belanda untuk semua warga negara Belanda yang juga mempunyai DK, bagaimana hal ini dapat diatur?

Kombinasi situasi politik dan sosial di Belanda sekarang ini yang semakin kurang bersahabat dengan pendatang dari luar Uni Eropa dan syarat proses naturalisasi yang melarang DK, membuat saya berpikir akan sangat sulit bagi WNI di Belanda (dan WNA non Belanda) untuk merealisasikan DK ini di Belanda.

Inilah argumen saya kenapa sementara ini saya tidak mendukung petisi DK. Walaupun begitu bukan berarti saya tidak mendukung diaspora Indonesia. Saya bersimpati dengan kegiatan organisasi ini. Hasil kerja mereka yang bermanfaat untuk diaspora Indonesia, salah satunya adalah anak dari perkawinan WNI dengan WNA boleh mempunyai DK hingga mereka 18 tahun sesuai dengan UU nr 12 tahun 2006. Selain itu program diaspora Indonesia pun ikut membantu membangun negara Indonesia seperti: pelayanan kesehatan untuk orang miskin, kota layak huni untuk semua dan komputer di sekolah.

Untuk TFIK: semoga sukses dengan petisi DKnya!

77 thoughts on “Dwi Kewarganegaraan

  1. “Menurut hukum di Indonesia para WNI yang menjadi warga negara asing otomatis akan kehilangan kewarganegaraan Indonesianya.” Baru tau kak, jadi orang yang pindah ke LN kek Mba Yo, Ko Arman, Bebe, dll itu otomatis kehilangan kewarganegaraan gitu yah? Tapi kan belum tentu dinegara baru udah jadi warga negaranya? Apa otomatis juga? Trus nantinya paspor ijo nya gimana? Trus nanti untuk masuk Indo gimana kak? Berarti perlu paspor dari negara yg ditinggali?

    Ehh.. Maap mba Yo, jadi penasaran :p

    • Pypy,

      Aku jawab satu-satu ya pertanyaan kamu.

      1. Baru tau kak, jadi orang yang pindah ke LN kek Mba Yo, Ko Arman, Bebe, dll itu otomatis kehilangan kewarganegaraan gitu yah? Ngga, kecuali mengajukan permohonan untuk naturalisasi. Yang tinggal diluar negri punya ijin tinggal aja. WNI yang tinggal diluar negri memang penduduk dinegara itu tapi bukan warga negara itu.

      2. Tapi kan belum tentu dinegara baru udah jadi warga negaranya? Lihat jawabanku diatas.

      3. Apa otomatis juga? Setahu aku ngga ada yang automatis, warga negara asing yang ingin menjadi warga negara dimana ia tinggal harus mengajukan permohonan ini secara resmi. Dan banyak negara yang mempunyai syarat yang termasuk rumit sebelum warga negara asing dinaturalisasi menjadi warga negara tersebut. Di Belanda syaratnya antara lain: minimal 3 tahun domisili di Belanda, menikah/tinggal bersama dengan warga negara Belanda, ngga ada riwayat kriminil, lulus ujian inburgering (bisa berbahasa Belanda level Lower Intermediate dan tahu seluk beluk masyarakat Belanda dengan sejarah dan kebiasaannya) dsb.

      4. Trus nantinya paspor ijo nya gimana? Menurut hukum imigrasi RI ya kalo WNI jadi WNA kewarganegaraan RInya hangus, hilang. Hukum imigrasi Belanda gitu juga. Jadi Dwi Kenegaraan di Indonesia dan Belanda dilarang secara hukum. Lain halnya dengan warga negara-negara lain dimana DK diperbolehkan. Di negara itu WNI yang jadi warga negara tersebut bisa tetap menjadi WNI tapi karena pemerintah RI melarang DK ya sama aja boong. Jadi ngga bisa DK.
      5. Trus nanti untuk masuk Indo gimana kak? Maksudnya untuk orang Indonesia yang udah jadi WNA? Ya pake passport negara barunya.
      6. Berarti perlu paspor dari negara yg ditinggali? Kalo dia udah jadi warga negara di negara tempat tinggalnya ya perlu pake passportnya seperti jawaban aku di pertanyaan nr 5. Soalnya passport kan dicap juga sewaktu berangkat dari negara tempat tinggalnya untuk exit. Dan untuk masuk Indonesia juga perlu memperlihatkan passport dari country of depart dengan capnya itu.

      Mudah-mudahan terjawab ya pertanyaannya. Kalo ngga, nanya lagi juga boleh Py.

      • Makasihh Mba Yo penjelasannya😀 Sudahh sangat jelas sekarang..hehe.. Bener2 dpt banyak ilmu nih tiap main ke blog nya Mba Yo🙂

  2. mba Yo, kamu berarti masih pegang paspor Ijo? aku sempet baca soal keinginan banyak orang (biasanya yang mix married dan anak2 mereka) untuk punya dwi warganegara tapi ternyata repot juga ya😦

    • Ya. Banyak yang mau dual citizenship dengan alasan mereka masing-masing. Selama hukum imigrasi RI masih melarang DK ya ngga akan bisa Non. Alasan aku juga ngga mendukung petisi DK karena hukum imigrasi Belanda juga melarang dual citizenship. Melobby hukum negara sendiri itu masih masuk akal, tapi melobby negara lain untuk merubah hukum mereka menurutku sih mission impossible! Kalo petisi DK ini lolos dan pemerintah RI mengubah hukum imigrasi mengijinkan dual citizenship WNI yang tinggal di negara yang memperbolehkan dual citizenship ini akan bisa mempunyai dua kewarganegaraan. Btw: USA termasuk yang memperbolehkan DK loh🙂

      • horeeeeeeee *loh* bisa ke banyak negara tanpa ngurus visa dong kalo bisa punya 2 paspor hahaha *cuman ini doang yang aku pikiran, duitnya lupa mikirnya mba*

        iya sih ya, hukum itu baru bisa berlaku kalau 2 negara tsb mempunyai sistem yang memperbolehkan dual citizenship kan ya? selama hanya 1 aja yg memperbolehkan tetep gak bisa kan ya?

        • Hore juga!

        • iya sih ya, hukum itu baru bisa berlaku kalau 2 negara tsb mempunyai sistem yang memperbolehkan dual citizenship kan ya? selama hanya 1 aja yg memperbolehkan tetep gak bisa kan ya?
        • Ya betul! Untuk WNI yang tinggal di Belanda no chance at all. Belgia dan Perancis boleh dual citizenship kalo ngga salah.

        • masih lama kayaknya ya mba untuk bisa seperti itu di Indo atau malah gak pernah bisa. Kalau aku sih mikirnya mungkin dual citizenship ini paling penting untuk anak2 hasil mix married kali ya🙂 . Untuk orangtuanya hmmmm penting gak penting mungkin ya

        • Ngga tau deh aku kapan dan apakah bisa lolos petisi DK itu. Sejak tahun 2006 anak dari WNI yang menikah/tidak menikah dengan WNA menurut hukum imigrasi Indonesia boleh dual citizenship. Cuma setelah si anak umur 18 tahun atau 21 tahun (masih simpang siur infonya untuk aku sampe sekarang) dia harus pilih salah satu citizenship, tetap jadi WNI atau WNA.

        • Betul. Ini juga menjadi pro dan kontra mengenai dual citizenship. Aku ngga mau berdiskusi tentang ini tiap orang punya alasan masing-masing kenapa ingin dual citizenship. Untuk aku sih ngga praktis. Walaupun boleh punya pasport RI si G ngga punya, karena dia akan pake kalo kita ke Indonesia aja, tiap 2 tahun/sekali.

  3. aku sering denger itu Mba yang soal kasus Maroko dari Jan, soalnya dia kerja di IND. Rata-rata teman aku di sana seh smuanya masih WNI, jd perpanjang terus.

    • Betul kan? Salah satu pemicu debat politik tentang dual citizenship untuk penduduk Maroko keturunan Belanda adalah ada (banyak) yang menyalahgunakan peraturan pemerintah Belanda seperti subsidi, tunjangan anak, tunjangan pengangguran dsb. Mereka tetap menerima semua fasilitas itu sementara tinggalnya di Maroko. Ini bisa terjadi karena mereka warga negara Maroko dan Belanda. Makanya banyak orang Belanda yang menuntut supaya orang Maroko disini ngga dapet kewarganegaraan Maroko, tapi ngga bisa karena ini diatur di UU Dasar mereka. Rumit masalahnya Astrid.

  4. Swedia untungnya termasuk yg boleh DK mba.. Krn itu aku dukung gerakan ini..😀
    Kl untuk anak sih nanti aku bakal urus DK-nya krn aku pun masih WNI.. Yah namanya hidup, ga pernah tau bkl gmn.. Kl aja suatu hari ternyata butuh balik ke Indo, setidaknya si kunyil udh punya status WNI-nya dulu..

    Btw, kalo baca syarat jd WN Belanda di atas, jadi berasa bgt gampangnya pindah WN Swedia yaaa.. Pantes disini byk bgt pendatang yg langsung ganti WN-nya. Cuma butuh tinggal 5 tahun aja tanpa byk syarat lain udh bisa ngajuin..

    • Wah enak ya Be kalo bisa DK di Swedia. Iya, urus aja untuk sikecil langsung. Aku kalo bisa DK juga mau sih dan pasti akan dukung petisi DK ini.

      Gampang syaratnya jadi warga negara Swedia ya ngga ribet seperti di Belanda. Pendatang di Swedia wajib belajar bahasa Swedia ngga?

      • Ga harus mba. Tapi kalo mau bisa belajar dan gratis dari pemerintah. Malah untuk bbrp program tertentu belajar bahasanya dikasih duit tunjangan juga, yg kadang dimanfaatin sama org2 tertentu cuma buat dapetin duitnya doang.. >_<

        • Iya, dimana aja ada ya orang yang menyalahgunakan fasilitas. Ini bisa jadi stereotype untuk pendatang ya Be.

  5. Lorr, sori sblmnya kalo ini oot hehe… Thn kemarin mudik indo, aku en suami sempat berantem berat sama org bank (tak usahlah disebutkan bank apa). Mrk keukeuh kami tidak punya hak membuka rekening di bank tsb, krn kami ga punya tanda kewarganegaraan Indonesia, dlm hal ini KTP. Kami, dgn bermodal paspor ijo, bersikeras paspor kami cukup menjadi tanda kalo kami ini warga negara Indonesia. Argumentasi kami, mengurus paspor kan pake KTP juga. Dan bagaimana bisa kami punya KTP kalo kami udah berthn2 ga domisili di Indonesia..?? Kalo itu sampai terjadi kan berarti ada yg ga beres dgn administrasi kelurahan di Indo. Persoalan ini di eskalasi smpe ke manager, dgn hasil yg sama; paspor tidak bisa jadi bukti kewarganegaraan kami. Alhasil kami ga bisa buka rekening, dan hal2 administrasi lainnya hanya krn ga punya KTP (pdhl salah satu alasan mudik krn urusan ini). Salah satu pegawai bank itu malah dgn sinis bilang; buka aja rekening di Belanda pake ktp Belanda… Aiisshhh…..
    Sori kalo ini melenceng jauh dari topik. Tapi poin aku adl: kita disini susah payah tetap mempertahankan kewarganegaraan, eh malah di Indonesia kita suka di treat seakan2 bukan warga Indonesia lagi….😦

    • Wah, Kok gitu ya Pat. Apa mereka mecampurkan dua peraturan: harus WNI dan harus berdomisili disana (punya KTP sana maksudnya)? Karena aku jadi mikir kalo pasport ngga diterima sebagai tanda bukti, gimana para orang asing yang tinggal di Indonesia? Mereka kan punya bank rekening juga. Sempat coba cari info ke bank lainnya?

      • Kami nyoba 3 bank yg punya reputasi baik di Indo. Tiga2nya sama; harus punya KTP. Krn kami modal paspor doang, sama mrk lgs masuk kategori org asing. Org asing bisa buka rekening dgn membawa paspor dan KITAS/KIMS, semacam visa tinggal sementara buat wna di Indo. Kami sempat diminta ngurus KITAS/KIMS aja biar ga ribet buka rekening. Kami dong ga mau.. Masa kami di treat sbg orang asing di rumah sendiri….

        • yah intinya sih hrs punya ktp, sebagai tanda kita penduduk Indonesia. hehe. tp siapa tau thn ini aturan udah berubah hehehe…

    • Maap nimbrung, aku baru baca ini. Aku agak kaget karena aku bisa buka rekening dengan passpor kok dan latar belakangku memang juga adalah banker. Ada beberapa clientku yang juga pakai passport. Yang tidak mungkin itu kalau mau pake online banking karena no hp yang diwajibkan adalah no hp indo dan bukan luar sedangkan pada umumnya kalau tinggal di luar kan tidak maintain no hp indo. Buat ktp juga cepat sih, apakah jadinya gak buat ktp aja kemarin? Though ini aneh banget. Peraturannya setauku masih sama saja dan baru ada beberapa perubahan oktober kemarin.

      • Wah kalo gitu apa kami yg lagi apes aja ketemu karyawan yg ga helpful?? kami ke dua bank terkenal di indo; BN* dan Mandir*. Kedua2nya menolak paspor kami dan keukeuh minta ktp. Apesnya krn waktu itu sudah berlaku e-KTP dimana pengurusan KTP harus menunggu surat panggilan… Jadi akhirnya kami ga bisa buka rekening sama sekali.. Baru thn kemarin bisa, krn lurah di tempat mertua mau bantu bikinin ktp di ‘belakang layar’😉

        • Hmm ini mengundang curiosityku. Kalo kedua bank BUMN ini memang terkenal agak rese dan strict. Maklum client-nya satu negara dan mereka masih sangat berbau birokrasi. Kalau dengan yang swasta lebih flexible wlopun tetap compliance terhadap peraturan BI yang sekarang disebut OJK itu. Aku jadi penasaran, coba aku tanyakan iseng-iseng karena memang aku juga sudah gak di Indonesia.

        • Kalo kata karyawan kedua bank tsb, mrk mengikuti peraturan BI. Waktu itu mrk keukeuh minta kita ngurus KIMS/KITAS.. Suami marah2, enak aja minta kita ngurus yg begituan, kita ini kan org Indonesia aseli… Yg bikin suami makin kebakaran jenggot, si org itu nanya, bapak domisili dimana.. Suami bilang, Belanda.. Terus dia bilang, ya udah buka aja rekening di belanda gubraaakk hahahaa…. ^____^

        • Hahaha serius itu mana NIP-nya biar dilaporin ke atasannya. Itu parah dan bener banget masa orang Indonesia asli butuh KITAS? Beneran aku semakin penasaran, nanti aku update ya once dapat penjelasan yang konkrit ya.

        • Hahahaa… mana ingat lagi NIP nya secara itu udah kejadian bbrp thn lalu… Eh btw, suami jg sempat nyoba sendiri ke BR* dan hasilnya sama… Makanya wktu itu kami beneran ga nyalahin org bank tapi nyalahin sistem yg dibentuk BI… Wah, thx in advance yaaa… Ditunggu updatenya ^____^

  6. Menarik sekali baca uraian dari sisi yang kontra petisi DK, seperti yg mbak Yo tulis. Kalau saya pribadi dukung petisi DK (untuk anak) karena negara suami juga mengakui dual citizenship, jadi bukan hanya DK terbatas sampai usia 18th seperti sekarang. Tapi kalau seandainya hukum RI tidak membolehkan DK, saran suami adalah ambil paspor hijau saja, karena sama seperti Maroko, keturunan Perancis akan tetap menjadi warga negara Perancis sampai kapanpun. Sedangkan untuk saya sebagai WNI, kalaupun suatu hari kami menetap di Perancis, tidak terpikir untuk punya dua paspor, satu saja cukup🙂. Oya, jadi penasaran, apakah kalau petisi DK ini disetujui, misal WNI yang menetap di Belanda seperti mbak Yo berkewajiban mengajukan permohonan memperoleh paspor Belanda atau diserahkan pada masing-masing individu?

    • Hai Pungky, Dari hukum imigrasi Indonesia ntuk anak kamu dia bisa DK Perancis dan Indonesia tapi setelah umur 18 tahun dia harus pilih salah satu, walaupun DK boleh untuk warga negara Perancis. Intinya DK itu bisa dijalankan kalau kedua negaranya memperbolehkan warganya mempunyai warga negara lain. Dalam posku diatas aku membahas DK, dwi kewarganegaraan, tapi ada orang yang multiple citizenships. Beberapa klien aku dulu punya 3 kewarganegaraan.

      “…seperti Maroko, keturunan Perancis akan tetap menjadi warga negara Perancis sampai kapanpun.” Ini betul, hanya bedanya Maroko menganut azas nationality by birth right. Semua orang Maroko/keturunan Maroko lahir dimanapun otomatis menjadi warga negara Maroko. Setahuku Perancis menganut azas Ius Soli, yang berarti anak yang lahir di Perancis dimana salah satu orang tuanya warga negara Perancis otomatis menjadi warga negara Perancis. Untuk anak warga negara Perancis dengan WNA yang lahir diluar Perancis, setahukun musti apply di kedutaan Perancis dinegara tempat tinggalnya. Ini yang aku tahu tahun 2008 ya, mungkin sekarang udah berubah hukumnya.

      “Oya, jadi penasaran, apakah kalau petisi DK ini disetujui, misal WNI yang menetap di Belanda seperti mbak Yo berkewajiban mengajukan permohonan memperoleh paspor Belanda atau diserahkan pada masing-masing individu?” Keputusan ini terserah kita. Secara hukum ngga berhak pemerintah host country untuk menganjurkan penduduk asingnya menjadi warga negaranya. Dan jangan lupa, dengan menjadi warga negara tertentu banyak bisa dapat profit dari fasilitas negara tersebut, makanya di pasar gelap jual beli pasport itu lumrah.

      Eh, suami kamu dari mana asalnya di Perancisnya Pungky? Aku suka banget negara itu🙂

      • Kalau punya 3 kewarganegaraan begitu, bagaimana aplikasi hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara? Dan apakah mereka bisa menggunakan semua fasilitas di ketiga negara tersebut? Terus kalau ada peraturan yang bertentangan antara negara satu dan yang lain, yang mana yang diikuti? Hehe, maaf jadi banyak nanya, mbak Yo.

        Ah, saya yang keliru, betul mbak Yo, gak otomatis karena baru diakui jadi warga negara setelah apply ke kedubes, Trims untuk koreksinya🙂. Suami asalnya dari Loches, kota kecil dekat Loire Valley, mbak. Hehe, tapi kalau untuk tinggal menurut mbak Yo lebih enak dimana? Belanda atau Perancis?

        • Kalau punya 3 kewarganegaraan begitu, bagaimana aplikasi hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara? Untuk yang punya multiple citizenship ada memang nilai min dan plusnya. Nilai plusnya hak, nilai minnya kewajiban. Contohnya warga negara Belanda dan Turki yang berusia muda. Menurut hukum Turki masih ada wajib militer sementara di Belanda ini sudah dihapus 22 tahun yang lalu. Nah, mereka ini wajib militer tapi ngga bisa/ngga mau dengan alasan masing-masing. Tau ngga; ternyata pemerintah Turki membuat perkecualian, boleh bebas wajib militer untuk yang punya DK atau lebih, tapi harus bayar denda berapa ribu Euro gitu. Ini kewajiban yang nyebelin untuk mereka.

          Dan apakah mereka bisa menggunakan semua fasilitas di ketiga negara tersebut? Setahuku sih biasanya terbatas, tergantung mereka domisili dimana. Ada temen aku orang Indonesia, suaminya Perancis. Anaknya lahir di USA. Jadi anaknya punya DK Perancis & USA (USA menganut azas Ius Soli). Sekarang mereka tinggal di Australia, bingung juga gimana untuk anaknya nanti. Sekali lagi hak itu bisa tidak dituntut, tapi kewajiban beda ya, harus🙂

          Terus kalau ada peraturan yang bertentangan antara negara satu dan yang lain, yang mana yang diikuti? Tergantung orangnya Pung, yang convenient menurut situasinya yang mana. Ini berbeda per individu ya.

          Suami asalnya dari Loches, kota kecil dekat Loire Valley, mbak. Hehe, tapi kalau untuk tinggal menurut mbak Yo lebih enak dimana? Belanda atau Perancis? Wah, di Loches? Aku pernah ke Nantes & Angers deket situ, banyak kastil yang bagus ya daerah Loire. Kalo Perancis: makanan, minuman, joie de vivre, budaya, bahasa & alamnya, Belanda: laid back mentality dan negaranya yang teratur, makanannya comme ci comme ca ha..ha.. The question is kalo kebanyakan enaknya Perancis kenapa aku tinggal di Belanda ya ha…ha…

  7. Yen, kamu udah masuk grup di facebook yang namanya Komunitas Diapora Indonesia? Grup ini dibuat sebagai wadah seluruh Diaspora Indonesia dan juga masyarakat Indonesia di manapun berada yang mendukung akan kemajuan Indonesia.

    Group tsb membahas mengenai masalah Sosial, Kegiatan-kegiatan Diaspora Indonesia dimanapun berada, Imigrasi dan Kewarganegaraan untuk Diaspora Indonesia.

    Saranku kalo bisa masalah WNI yang berdomisili di Belanda seperti pembahasan kamu diatas supaya di bawa ke forum diskusi Komunitas Diaspora Indonesia supaya mereka tahu kalo ada masalah seperti diatas, jadi bisa jadi perhatian mereka dan dicari solusinya. Anggotanya hampir 5000 member, jadi pembahasanmu ini bisa jadi pembelajaran untuk semua anggota. So far dari pertama Komunitas Diapora ini ada, aku belum pernah baca soal masalah seperti yang kamu bahas diatas, walaupun aku percaya banyak juga membernya dari Belanda.

    • Ngga tertarik aku ikut komunitas Diaspora Indonesia, Komunitas Kawin Campur, Komunitas Indonesia Belanda dll karena alasan tertentu yang aku ngga share disini.

      Yang aku tulis diatas bukan masalah seperti problem tapi situasi ya. Kalo tertarik bisa share link ini diforum Komunitas Diaspora Indonesia. Btw itu FB pagenya organisasi yang aku sebut didalam pos ini.

      Solusi untuk WNI di Belanda yang ingin DK? Untuk sementara ini ngga ada. Bahkan jika pemerintah RI mengijinkan DK, tetep ngga ada pengaruhnya untuk WNI yang tinggal di Belanda. Karena DK hanya bisa dipake kalo DUA NEGARA dari warga negara tersebut mengijinkan DK. Baik negara asal warga tersebut (dalam hal ini Indonesia) dan negara tempat tinggal (Belanda). Seperti aku paparkan panjang lebar diatas kans Belanda untuk mengijinkan DK untuk warganya nihil, nol.

  8. Padahal ok banget kalau memang bisa dwikewarganegaraan, masalahnya…bener seperti kamu mbak….mungkin bisa kalau mau mengubah peraturan negara sendiri tapi hampir nggak mungkin mengubah peraturan negara lain. Anyway….spanyol kalau nggak salah bisa 3 kewarganegaraan. Jadi inget seorang pemain bola, Thiago Alcantara do Nascimiento. Dia lahir di Italia, besar di Spanyol, tapi bapak ibunya orang Brasil. Jadi dia punya 3 kewarganegaraan. Tapi kalau untuk urusan timnas, dia milih main utk timnas Spanyol. Pernah kenal orang juga yang punya 3 kewarganegaraan : Selandia Baru, Kanada, dan Irlandia.

    • Memang betul, itu alasan utama aku ngga mendukung petisi DK ini karena aku WNI yang tinggal di Belanda yang tidak mengijinkan DK. Untuk WNI tinggal di negara yang boleh DK aku harap petisi ini lolos di Indonesia supaya mereka bisa punya DK.

      Aku juga dulu punya beberapa klien dengan 3 kewarganegaraan Wul.

  9. Non, lu gimana sih.. Apa urusannya “hukum belum feasible” dgn kalimat “TIDAK MENDUKUNG”? Kalau nona takut orang2 dari tanah air sendiri akan penuh2in Belanda dan ambil jatahnya atau bikin malu ye (krn bawa2 analogi Maroko sedari awal) ya ngaku saja! Baru masuk akal penggunaan kalimat nona itu. De een z’n dood is de ander z’n brood , is that what you’re worrying about? “Oh those dirty moslems from my kampong spoiling my newfound heaven!” is that what Holland has taught you? Tapi kalau murni merasa ide DK ini seperti mission impossible utk diterapkan dinegara kesayangan ye yaitu BELANDA, analisa saya ye pasti akan menggunakan kalimat lain, seperti “tidak yakin terealisasi dalam waktu dekat”,dsb. Takut amat, memangnya kepentingan DK hanya ke Belanda? Bangsa Indonesia butuh sebanyak2nya pendukung dari pihak diaspora agar hukum baru ini dapat pd akhirnya diterapkan siapapun partai pemenang nanti utk bantu meningkatkan GDP dan kesejahteraan bangsa, baik secara exo-financial input atau exo-intellectual input dan tidak butuh suara sumbang yg akan bikin rusak susu sebelanga! Jgn plin-plan, “tidak mendukung” berarti lurus “I object!” atau “Saya tidak suka!”. C’mon girl, hope you’d have a heart behind that exotic pretty face of yours, ALL INDONESIANS ABROAD SAY YES!! I SUPPORT THE BILL OF DUAL NATIONALITY FOR ANY INDONESIANS!! It’s time for change, only good could come out of this for the whole nation, you can not stop progress! Not YOU or your racist husband! Mana merah-putihmu, say it with me c’mon girl: YES! I SUPPORT IT! Yes I don’t think it’s gonna be feasible in the near future at your place but I’d still support it, whether in Holland OR for the rest of the world, but when you blatantly declare “TIDAK MENDUKUNG PETISI DK”, sounds a bit suspiciously revealing of your hidden, if not sinister intentions, doesn’t it?! Bah! That’s what you get when you marry the maid, they get so immersed abroad and say stupid things. Bloody peasant, always self first.

    • Pendapat saya sudah saya uraikan panjang lebar diatas. Jika interpretasi anda bahwa saya takut sesama orang Indonesia akan memenuhi Belanda atau ambil jatah saya, saya sarankan anda baca pos diatas sekali lagi. Tidak ada satu kalimatpun dipos diatas yang membahas ketiga hal ini.

      Itu tanggapan saya untuk komen panjang lebar anda yang tidak logis. Setengah komentar anda menghimbau saya untuk mendukung petisi DK, sementara setengahnya memaki saya dan suami saya hanya berdasarkan satu pos saja. You had the guts to call my husband a racist while he doesn’t have to do with this yet you hide yourself behind this anonimity on the net.

      I genuinely recommend you to learn how to react properly and politely unless you are a troll.

      • Mbak Yoyen, saya menikmati apa yang mbak tuliskan di sini. Si anonymous itu bagi saya tidak cukup mampu untuk bisa menghormati bahwa setiap individu boleh memiliki pendapat yang berbeda, saya gak bisa mengerti kenapa segitu takutnya satu tulisan bisa mengacaukan petisi DK yang diajukan diaspora indonesia..

  10. Yoyen, iya pernah denger ada petisi DK itu untuk indo. Sebenernya ok jg buat gw. Karna passport indo sudah mati. Tapi selama ini belom plng indo dengan my CAD passport. Anak2 ga ada indo passport jg karna ga pernah diurus. DK indo itu boleh untuk semua ato just for children? It will be interesting to know.
    Well i do love france jg, dan i am lucky to have DK fra & cad. My plan is to retire in sud de fra. Karna oma dr sana dan byk relative di sud. Well fra & belanda ga gitu jauh kok ya.

    • Kalo petisi ini tembus dan jadi UU di RI DK boleh untuk WNI semua umur. Problemnya adalah kalo si WNI punya kewarganegaraan dinegara yang ngga boleh DK. Sama aja boong. Makanya untuk gw yang tinggal di Belanda dimana menurut UU Belanda DK itu dilarang, gw ngga mendukung petisi ini. Karena menurut gw ngga mungkin pemerintah Indonesia melobby pemerintah Belanda untuk merubah UUnya.

      Setahu gw CAD, USA, FRA, BE boleh DK. Untuk WNI yang mau apply kewarganegaraan di negara-negara tersebut DK itu bisa.

      • Oh Ok thanks, for the info. Iya kalo Belanda engga akui DK susah juga dan ga ada manfaatnya buat elo ya. But I can take the advantage if I decided to get indo pp again:) Tapi KAlo lebih dari2 negara repot pula ya, nanti deh when the time comes baru pikirin.

  11. Mba lorraine…kalau mau jd warga negara sana aq liat di post mba syarat nya harus setidaknya 3 tahun tinggal di belanda dan bisa lulus ujian bahas belanda ya..
    Itu slama 3 tahun tinggal di sana apa sebagai turis yg beberapa bulan sekali harus bolak balik indonesia – belanda atau slama 3 tahun itu bs menetap disana dengan modal visa bawaan atau sperti visa pekerja (mungkin)?
    Apa selama 3 tahun kita tinggal di netherland kita juga harus bs lulus ujian bahasa belanda untuk bisa tinggal disana dalam bbrp bulan atau tahun?

    Dalam tahun ini kalau gak ada halangan aku mau nikah,calon suami ku warga turki yg sudah menjadi warga negara netherland,cuma aku masih belum ngerti banget gimana2 cara n syarat2 nya aku bisa ikut dia untuk netap n jd warganegara disana jg…hehehehe

    Mohon bantuan saran n penjelasannya ya mba,soalnya aq bner2 buta banget soal belanda,beserta embel2 pemerintahan nya yg lain..
    Thank u ^_^

    • Bianca,

      Syarat mengajukan permohonan menjadi warga negara Belanda sebagai berikut:
      Lulus ujian inburgering (Bahasa Belanda & Maatschappelijke Oriëntatie).
      Tinggal di Belanda karena partnership (hidup bersama tanpa menikah) atau menikah dengan warga negara.
      Tinggal di Belanda selama 3 tahun berurutan.
      Bersedia melepaskan kewarganegaraannya (warga negara ganda ngga boleh di Belanda)

      Kalo udah lebih dari 3 tahun tinggal di Belanda tapi belum lulus ujian inburgering, ngga boleh mengajukan permohonan jadi WN Belanda.

      Untuk mendapatkan ijin tinggal sementara (MVV machtiging to voorlopige verblijfsvergunning) supaya bisa masuk Belanda kamu harus ikut ujian di Kedubes Belanda di Indonesia, inburgering examen. Sedapetnya ini sampe di Belanda setelah beberapa minggu ijin tinggal kamu akan ditukar menjadi Verblijfsvergunning bepaalde tijd (ijin tinggal).

      Sesampainya di Belanda kamu wajib kursus bahasa Belanda. Biasanya sih dalam 600 jam (1 tahun, tiap hari kursus) akan bisa mencapai level A2. Ini level supaya bisa lulus inburgering examen di Belanda.

      Orang dengan visa kerja di Belanda ngga bisa jadi WN Belanda. Kenapa kamu tanya visa kerja kalo calon suami kamu WN Belanda? Visa bawaan apa ya maksudnya?

      Kalo buta dan masih perlu banyak informasi, sebaiknya kamu tanya dengan kedubes Belanda di tempat tinggal kamu, situasi tiap orang itu spesifik. Memang repot tapi itu risikonya kalo ingin menikah dengan /punya pacar orang asing dan akan ikut pindah ke negaranya. Jangan hanya mengandalkan informasi dari sini atau internet, langsung kontak kedubes atau konsulat Belanda. Ini untuk menghindari hal tidak diinginkan, misalnya siapa tahu peraturan sudah berubah.

      Sukses ya Bianca untuk urusan surat-suratnya.

  12. Mba mau tanya, aku nikah ama pria blanda. beberapa bulan ke depan aku ama ke 2 anakku akan tinggal di blanda, karna MVV uda keluar untuk aku dan anakku yg sulung. Sebelumnya aku urus paspoort blanda untuk ke 2 anakku ( lahir tahun 1997 dan 2004 ) cuma yang dapat paspoort blanda anakku yang bungsu. Kalo kita berangkat ke blanda pada saat pemeriksaan imigrasi di airport, apa mereka akan tanya kalo aku punya KITAS untuk anakku yang bungsu kalo aku unjuk paspoort belandanya. karna ke 2 anakku lahir dan tinggal di indonesia.

    • Hallo Silvia, Saya ngga tahu jawabannya karena ini situasi di airport di Indonesia kan? Saya tinggal di Belanda jadi ngga pernah mengalami situasi seperti ini. Coba cari info ditempat lain.

    • kalau di bandara indonesia dengan imi indo ya ga usah kasih2 tau paspor belandanya mbak, bukan urusan mereka. pokoknya gini rulenya: selama di indo pake paspor ijo, keluar dari indo kemanapun pakai paspor belanda,ijonya masukin koper. karena to be honest paspor ijo ga laku selain di wilayah RI. sad but true.

      • Tapi kalo nanti sampe di Belanda kan ditanya petugas custom anda dari mana kok ngga ada capnya di paspor. Aku ngeri seperti ini, kalo ketahuan.

        • kalau di tanya seperti itu tinggal kasih liat aja paspor indonya kr emang dual. dari flightnya, customs biasanya udah tau koq datang dari mana. sy ga pernah sih direct dari indo langsung ke belanda. tapi ke US, UK, CAN bawa anak2 keluar pakai ijo masuk pakai biru ga pernah di tanya2 dari mana. customs US aja yg terkenal super gahar ga pernah tanya2 dari mana dsb. mereka uda punya semua data itu dari airlines.

  13. Pembahasan yang menarik dan komprehensif tentang dwikewarganegaraan. Saya jadi tambah ilmu, hehe. Terima kasih, Mbak😀

  14. hi mbak
    slm knal
    aq jdi pusing bca’in dari atas:)
    aq sedang planning untuk menikah dengan orang Belanda tpi jdi takut nih.wkwkwk;)
    ribet sekali urusannya:(
    klo boleh tahu apa aja ketentuan dan syarat yg berlaku jika aq menikah dengan pria dari Holand
    thank you

    • Kok jadi takut? Pos ini tentang kewarganegaraan. Misalnya kamu menikah mau pindah warga negara itu keputusan kamu pribadi ya.

      Untuk informasi syarat menikah dengan warga negara Belanda, silahkan lihat website kedutaan besar Belanda di Indonesia. Pasti ada infonya lengkap disitu.

  15. Saya mao tanya, di UU kewarganegaraan Indonesia sudah di bolehkan berwarganegara ganda?, misalnya kasus yang saya alami , lahir di Indonesia, ibu orang Indonesia, dan ayah berasal dari Spanyol. Umur saya 28 tahun dan belom nikah. Apa bisa mendapatkan dwi kewarganegaraan atw fasilitas lainya untuk kerja dan tinggal di Indonesia?

    • Belum ada UU memperbolehkan kewarganegaraan ganda di RI.

      Apa bisa mendapatkan dwi kewarganegaraan atw fasilitas lainya untuk kerja dan tinggal di Indonesia? Saya ngga bisa jawab ini karena menyangkut hukum imigrasi Indonesia. Saya tinggal di Belanda. Pos ini tentang kewarganegaraan ganda untuk WNI di Belanda.

  16. Hi Mbak Yo,
    Loved your blog so much berhubung saya bisa dapat sangat banyak informasi dari sini. kalau ga keberatan saya mau tanya tentang Visa, saya baru tahu kalau mbak Yo masih pegang passport Ijo.. yayyy!! Saya baru menikah dengan WNA belanda, dan selama ini travel dengan tourist visa yang setiap kali apply cuma dapat jatah buat 3 bulan.. Jadi pas mau travel lagi musti apply lagi.
    rempong banget jadinya kalau harus visit keluarga di Belanda dan France bbrp kali dalam setahun. Padahal saya keja jauh dari ibukota jadi ngurus visa tuh cobaan banget diwaktu.
    Teman saya yang org Inggris pernah cerita kalo di UK bisa dapat wife visa for 5 years.. saya coba browse inet untuk NL wife visa yang saya dapat adalah MVV dengan waktu 6 bulan dan harus inburgeris test dulu, Is that right?
    Mbak Yo ada masukan tentang ini? FYI, saya dan suami bisa dibilang saat ini citizen of the world.. kerja beda benua dan setiap 2 minggu dalam 2 bulan kami ketemu di tengah2 buat travel.. so, kita berdua ga punya domisili yang pasti alias Nomad.

    Thanks you mbak, G

    • Hallo Gina,

      Salam kenal. Untuk urusan imigrasi sebaiknya jangan dibandingkan dengan hukum di negara lain karena pasti berbeda. Lagipula Inggris Raya itu bukan negara Schengen. Untuk apply MVV memang syaratnya harus ikut inburgeringsexamen, kalo ngga ada hasil ujian inburgering, apply MVV pun ngga diterima.

      Untuk kamu sepertinya informasi ini berguna deh. Sebagai istri warga negara Belanda kamu bisa apply MVV menurut ini https://ind.nl/en/individuals/residence-wizard/family/marriage hanya syaratnya suami kamu harus tinggal di Belanda. Dari info yang kamu tulis diatas dia juga nomad ya. So sorry, saya ngga bisa kasih advis mungkin kamu bisa kontak kedutaan Belanda untuk informasi lebih lanjut. Sukses!

      • Thank you mbak Yo,
        nampaknya harus rela bolak balik visa tourist saat ini.. berhubung kita berdua emang ga tinggal di belanda, sedikit waktu di Indonesia.. sisanya kerja loncat sana sini. will check the link and tanya embassy next time ke jakarta..
        Much appreciate🙂 x G

  17. Hi, mbak
    Salam kenal
    Sy gak sengaja nemu blog mbak karena bolak-balik googeling nyari info :how can I move and live in Netherlands?baca posted nya mbak nambah ilmu dan pengetahuan jadinya deh, hartelijk bedankt ya mbak.
    Mau nnya, mbak. Kalau kita udah lulus ujian inburgeringsexamen-nya di kedutaan Belanda d Jakarta, apa MVV yang kita applied akan pasti keluar? Atau ada kemungkinan di tolak gk?
    Untuk pengajuan naturalisasi ke warga negara Belanda harus tinggal di Belanda min. 3 thn.itu harus berturut2 waktunya 3 tahun atau masa tinggal dengan visa kunjungan singkat 3 bulan juga di hitung?
    1 lagi mbak, ada advices gak kalau mau persiapan diri buat ngambil inburgeringsexamen(buku2, atau link belajar internet atau mungkin contoh materi ujiannya)???
    Mohon bantuannya ya mbak!!!dankje en veel succes voor je, Mbak.

    • Hallo Ipen salam kenal juga.

      Kalau kita udah lulus ujian inburgeringsexamen-nya di kedutaan Belanda d Jakarta, apa MVV yang kita applied akan pasti keluar? Atau ada kemungkinan di tolak gk? Lulus ujian inburgering itu hanya satu dari banyak syarat untuk mendapatkan MVV. Jadi lulus ujian inburgering bukan berarti MVV pasti keluar.

      Untuk pengajuan naturalisasi ke warga negara Belanda harus tinggal di Belanda min. 3 thn.itu harus berturut2 waktunya 3 tahun atau masa tinggal dengan visa kunjungan singkat 3 bulan juga di hitung? Sekarang berubah syaratnya 5 tahun berturut-turut tanpa jeda tinggal di Belanda secara legal (dengan verblijfsvergunning, ijin tinggal) dengan warga negara Belanda (menikah atau hidup bersama ngga jadi soal) atau 3 tahun berturut-turut tinggal dengan warga negara (menikah atau hidup bersama ngga jadi soal) di negara lain. Ini harus bisa dibuktikan dengan dokumen resmi. Visa kunjungan singkat ngga termasuk dong, karena ini kan visa turis, sementara. Visa kunjungan singkat itu bukan ijin menetap.

      1 lagi mbak, ada advices gak kalau mau persiapan diri buat ngambil inburgeringsexamen(buku2, atau link belajar internet atau mungkin contoh materi ujiannya)??? Tergantung kamu orangnya sendiri bagaimana. Ada yang bisa belajar sendiri, ada yang ikut kursus. Yang penting jangan segan praktek.

      Sukses!

      • Halo, mbak Yo
        Bedankt untuk reply-nya, mbak.
        Sy seneng en maksih banget udah di respon.
        Soalnya sy da rencna mau ikut inburgeringsexamen dan mau apply MVV, tapi masih ragu apa sy akan bisa applay MVV atau gak?
        Karena sy pikir mungkin MVV hanya berlaku untuk mereka yang nikah ma orang Belanda atau punya partner ma orang Belanda ja.
        Kasus sy kenapa sy ragu, sy akan di sponsori oleh seorang org tua (WN Belanda yg udh pensiun, umurnya kurang lebih 65 thnn) sy mengenal beliau sgt baik (udah kayak bapak ma anak bolh sy bilang) dan sy udh pernah k belanda 2 kali dgn visa kunjungn singkat (tidak lebih 90 hari).dan beliau jg udh 2 kali dtg k kmpung sy.(sorry klw terlalu panjang lebar dan agak sedikit curhat, karena sy lg cari dan ngumpulin info ttg ini)
        Ada saran gk mbak langkah apa yg sebaiknya sy lakukan sebelum sy ikutan inburgeringsexamen? Karena sy pikir agak rugi jg klw sy ikut inburgeringsexamen tp nyatanya sponsor sy gk memenuhi syarat buat jd sponsor (dalam artian mungkin gk berlaku untuk kasus sy atau “hubungan” antara sy dgn orang yg akan mensponsori sy).
        Ohhh ya mbak Yo sy bolh kontak mbak Yo via email atau pa gitu? Klw bolh ni alamat email sy :ivend_daek@yahoo.co.id
        Makasih bnyak ya mbak Yo…:-)

        • Halo, mbak Yo
          Bedankt untuk reply-nya, mbak.
          Sy seneng en maksih banget udah di respon.
          Soalnya sy da rencna mau ikut inburgeringsexamen dan mau apply MVV, tapi masih ragu apa sy akan bisa applay MVV atau gak?
          Karena sy pikir mungkin MVV hanya berlaku untuk mereka yang nikah ma orang Belanda atau punya partner ma orang Belanda ja.
          Kasus sy kenapa sy ragu, sy akan di sponsori oleh seorang org tua (WN Belanda yg udh pensiun, umurnya kurang lebih 65 thnn) sy mengenal beliau sgt baik (udah kayak bapak ma anak bolh sy bilang) dan sy udh pernah k belanda 2 kali dgn visa kunjungn singkat (tidak lebih 90 hari).dan beliau jg udh 2 kali dtg k kmpung sy.(sorry klw terlalu panjang lebar dan agak sedikit curhat, karena sy lg cari dan ngumpulin info ttg ni
          Ada saran gk mbak langkah apa yg sebaiknya sy lakukan sebelum sy ikutan inburgeringsexamen? Karena sy pikir agak rugi jg klw sy ikut inburgeringsexamen tp nyatanya sponsor sy gk memenuhi syarat buat jd sponsor (dalam artian mungkin gk berlaku untuk kasus sy atau “hubungan” antara sy dgn orang yg akan mensponsori sy).
          Ohhh ya mbak Yo sy bolh kontak mbak Yo via email atau pa gitu? Klw bolh ni alamat email sy :ivend_daek@yahoo.co.id
          Makasih bnyak ya mbak Yo…:-)

  18. Halo, mbak Yo
    Bedankt untuk reply-nya, mbak.
    Sy seneng en maksih banget udah di respon.
    Soalnya sy da rencna mau ikut inburgeringsexamen dan mau apply MVV, tapi masih ragu apa sy akan bisa applay MVV atau gak?
    Karena sy pikir mungkin MVV hanya berlaku untuk mereka yang nikah ma orang Belanda atau punya partner ma orang Belanda ja.
    Kasus sy kenapa sy ragu, sy akan di sponsori oleh seorang org tua (WN Belanda yg udh pensiun, umurnya kurang lebih 65 thnn) sy mengenal beliau sgt baik (udah kayak bapak ma anak bolh sy bilang) dan sy udh pernah k belanda 2 kali dgn visa kunjungn singkat (tidak lebih 90 hari).dan beliau jg udh 2 kali dtg k kmpung sy.(sorry klw terlalu panjang lebar dan agak sedikit curhat, karena sy lg cari dan ngumpulin info ttg ni
    Ada saran gk mbak langkah apa yg sebaiknya sy lakukan sebelum sy ikutan inburgeringsexamen? Karena sy pikir agak rugi jg klw sy ikut inburgeringsexamen tp nyatanya sponsor sy gk memenuhi syarat buat jd sponsor (dalam artian mungkin gk berlaku untuk kasus sy atau “hubungan” antara sy dgn orang yg akan mensponsori sy).
    Ohhh ya mbak Yo sy bolh kontak mbak Yo via email atau pa gitu? Klw bolh ni alamat email sy :ivend_daek@yahoo.co.id
    Makasih bnyak ya mbak Yo…:-)

    • Yang bisa apply MVV itu yang akan hijrah ke Belanda karena ada partner/suami/istri atau sebagai anak dari orang yang mau ikut partner/suami/istri ke Belanda. Jadi masih ada hubungan keluarga. Selebihnya orang bisa tinggal di Belanda karena visa mahasiswa atau bekerja (ini yang urus perusahaan yang hire kamu). Saya ngga perlu saran karena saya rasa kamu bisa menyimpulkan sendiri langkah apa yang kamu ambil. Baca infonya disini yang lengkap https://ind.nl/en

  19. slm knl mbk loraine.prknl kn nm sy deni dr sumatra jambi.gini lo sy mo tnya.sy kn rncana pngen k belanda buka usha toko.nah yg sy tnya kn.ada gk hl2 yg prlu d urus.mksud sy sprt mnta ijin pemerintah belanda. mmbuat surat2 apa gtu.trims

  20. Loh, ini materi kuliah saya. Widiwh. Kalau dalam kondisi real, ada masalahnya gitu, saya bisa tau lebih dalam.

    Titip jejak, ya Mbak. Mau saya baca lagi.

  21. Aku ijin share tulisan ini di post FB aku ya mbak, secara aku juga gak support DK mengingat sikon di Belanda. Tulisan mbak udah mewakili ide, perasaan dan pemikiranku;). Salam kenal dari Noord Belanda!

    • Salam kenal Dian, silahkan. Mudah-mudahan ngga ada yang salah paham baca pos ini ya kalau kamu share di FB. Salam kenal juga dari Gelderland.

  22. Mbak, Saya sudah mengajukan passport belanda sejak maret lalu jadi ini masih proses. Setelah nanti jadi. Apakah saya harus balikin passpor ijo saya ke KBRI atau ditarik dari pihak belanda?

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s