about me / Bahasa Indonesia / Women

Tentang menopause

Gw niat banget tulis pos ini walau sebetulnya agak segan karena ngga nyaman berbagi info pribadi. Beberapa hari lalu di Instagram story gw lempar dilema gw untuk berbagi info tentang perimenopause vs melindungi privacy sendiri, apakah sebaiknya gw tulis ini. 88% yang lihat pertanyaan ini jawabnya ya. Setelah gw pikir lebih lanjut dan ngeh semua perempuan toh akan mengalami kondisi yang sama akhirnya gw mulai deh tulis draftnya.

Satu hal lain yang meyakinkan gw untuk tulis ini: di media sosial sudah banyak konten edukatif tentang menstruasi dan PMS, bagus banget ini, Walau tabu masih ada tapi bahasan tentang menstruasi dan PMS sudah makin banyak dan makin diterima oleh umum. Nah berdasarkan ini gw jadi mikir kenapa ngga berbagi sedikit informasi umum tentang menopause.

Apa itu menopause?

Sebelum bahas lebih lanjut, gw pingin meluruskan hal yang sepertinya orang sering salah ngerti ya. Menopause itu adalah periode 12 bulan setelah menstruasi terakhir untuk seorang wanita. Periode sebelum menopause disebut premenopause, biasanya mulai di pertengahan usia 40an. Umumnya orang bicara tentang menopause tapi yang dimaksud sebetulnya premenopause. Masa ini adalah masa-sama seperti naik rollercoaster, naik turun, kenceng banget terus pelan terus kenceng lagi sambil dibolak-balik. Di umur gw yang 48 tahun sekarang ini, gw sedang ada di tengah – tengah premenopause.

Dalam bahasa yang sederhana, ini penjelasan dalam satu kalimat sebabnya kondisi ini. Ketika persediaan sel telur di ovarium (indung telur) semakin sedikit dan lama-lama habis, makin berkurang juga produksi hormon estrogen dan progesteron. Dalam praktiknya sel telur habis = berhentinya menstruasi. Catatan: dalam bahasa sehari-hari berkurang hingga habisnya sel telur di ovarium kadang disebut sebagai kondisi rahim kering padahal situasinya bukan rahimnya yang mengering.

Perimenopause atau climacterium

Masa penurunan produksi hormon karena persediaan sel telur di ovarium itu habis, ini tanda mulainya perimenopause/climacterium yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan sesudah menopause. Perimenopause atau climacterium adalah rentang waktu di mana hormon dalam tubuh perempuan mencari keseimbangan baru. Untuk yang masih bingung bacanya karena istilahnya agak mirip: premenopause itu periode beberapa tahun sebelum menopause; menopause periode 12 bulan setelah menstruasi terakhir, ini durasinya hanya sehari. Perimenopause/climacterium rentang waktu mulai dari pre menopause hingga beberapa tahun setelah menopause sampai hormon seimbang kembali. Yang umum dibahas orang adalah premenopause dan menopausenya sendiri sementara perimenopause/climacterium setelah menopause ada dan masih berlangsung beberapa tahun.

Gejala fisik perimenopause

Di bawah ini beberapa gejala fisik perimenopause (sebelum dan sesudah menopause) urutannya sesuai frekuensi seringnya dialami perempuan yang ada di periode ini.

  • Siklus menstruasi yang berantakan, yang biasanya teratur 28 hari, bisa jadi 21 hari atau bahkan 14 hari. Tentunya gejala ini tidak ada setelah menopause walau masih termasuk dalam periode perimenopause.
  • Pendarahan selama haid semakin sedikit atau malah bertambah banyak. Idem penjelasan di poin pertama.
  • Hot flashes (hawa panas) yang datang tiba-tiba. Ini salah satu keluhan yang paling banyak dialami perempuan di masa perimenopause.
  • Keringat berlebihan di waktu tidur malam. Bisa terjadi tiap malam atau selang-seling dengan jeda beberapa malam.
  • Berat badan naik karena hormon tidak seimbang dan metabolisme semakin lambat.
  • Susah tidur
  • Vagina kering
  • Lelah
  • Sakit kepala
  • Kulit dan rambut mengering

Gejala psikis perimenopause

  • Moody/uring-uringan
  • Depresi
  • Libido menurun

Untuk perempuan yang baca keluhan-keluhan di atas, jangan ngeri ya. Gw tulis ini murni informatif dan gw tegesin: NGGA SEMUA PEREMPUAN MENGALAMI SEMUA KELUHAN ITU. Ada yang mengalami kombinasi 2 – 3 keluhan, ada yang lebih banyak, beberapa perempuan sepertinya ‘hanya’ mengalami hot flashes. Periodenya juga bervariasi. Ada yang mengalami hot flashes ekstrim seminggu, terus beberapa bulan ngga. Kemudian mulai lagi. Ada juga sedikit perempuan yang beruntung ngga mengalami perimenopause, langsung berhenti aja mensnya gitu tanpa keluhan apa pun. Setelah menopause mereka juga ngga ada keluhan sama sekali. Kelar. Oh ya sebelum lupa, ada juga beberapa perkecualian, sejumlah perempuan umur akhir 30an yang sudah masuk masa perimenopause. Ini dikenal sebagai perimenopause dini.

Gw tulis pos ini tanpa bermaksud menakut-nakuti kalian yang lebih muda dari gw ya. Kalau ibu, nenek dan tante kita survive ini, kita pasti juga bisa. Pos layanan masyarakat ini fungsinya juga jadi jawaban untuk perempuan-perempuan yang nanti tulis di Tumblr: Nobody told me about menopause. Rata-rata periode premenopause ini berlangsung 4 – 6 tahun. Di tempat tinggal gw di Belanda, rata-rata perempuan di usia 51 tahun di sini masuk periode menopause. Gw ngga tahu data di Indonesia bagaimana.

Selain untuk perempuan, gw tulis pos ini juga untuk para pria supaya tahu dan sadar apa yang istrinya nanti alami di periode perimenopause. Jadi siap-siap ya bapak-bapak. Perbanyak dosis pengertian (gejala: libido menurun), sabar (gejala: uring-uringan) dan rajin hibur (gejala: pusing, kepanasan, lemes) istri kalian. Belum lagi perempuan di masa-masa perimenopause ini biasanya anaknya udah kuliah/kerja, tinggal jauh dari rumah. Yang mana hanya dengan kondisi perimenopause udah mellow, makin galau lagi lah dia dengan empty nester syndrome ini.

Kembali ke periode perimenopause, hal ini bisa membuat beberapa perempuan ngga pede, merasa harus kuat tapi di saat yang sama ngga mau kasih lihat dia lagi ngga nyaman, disimpen sendiri semua keluhannya. Ini bisa jadi depresi kalau dibiarin aja. Ada perempuan yang merasa kewanitaannya berkurang karena ia sudah tidak bisa punya anak lagi (inget, sel telur yang akhirnya habis di ovarium?). Bicara tentang ini dengan orang terdekat itu perlu.

Mengatasi keluhan gejala perimenopause yang parah, menurut dokter gw ada beberapa terapi hormon. Beberapa temen gw konsumsi suplemen tertentu. Selama ini bisa membantu meringankan keluhan mereka ya ok aja sih hanya sayangnya sama seperti gejala perimenopause, cara mengatasinya juga berbeda efeknya tiap orang, ngga ada yang one size fits all. Gw sendiri? Gw hidup sehat, olah raga teratur (cardio & bodyweight workout pengganti gym yang sekarang tutup karena pandemi), pola makan dengan nutrisi yang bener, jaga kulit/rambut (perawatan), ngga merokok, kurangi konsumsi alkohol dan yang terpenting menurut gw: nikmati aja prosesnya. Pasti ini akan berakhir.

Semoga tulisan singkat ini bisa membantu kalian yang mungkin ngga tahu tentang ini atau pernah denger tapi rasanya tabu untuk bahas ini sama ibu/tante sendiri. Mau tanya temen tapi ngga punya temen di usia perimenopause. Ingat: climacterium atau perimenopause itu bukan penyakit tapi kondisi tubuh yang alami walau kadang sakit untuk sebagian perempuan yang mengalaminya.

Untuk pembaca yang mau tambah/koreksi info, mau tanya atau berbagi pengalamannya sendiri, silakan tulis di komen.

Gambar dari Freepik

5 thoughts on “Tentang menopause

  1. Waah, pas baca tanda-tanda perimenopause nomor satu langsung kaget, karena baru aja mengalami mens lebih cepat seminggu dari siklus seharusnya.. Untung ada penjelasan di bawah untuk tidak ngeri duluan… Terima kasih buat tulisannya Kak

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s