about me / Bahasa Indonesia / Thoughts

Kenapa orang kritis nyebelin?

Kalian kadang sebel ngga sama orang kritis? Di bawah ini ada beberapa poin menurut pengamatan gw kenapa orang kritis nyebelin.

  • Orang kritis biasanya banyak tanya ini-itu. Yang ditanya harus jawab. Kalo pertanyaannya perlu jawaban yang loe ngga tahu, loe harus cari. Biasanya orang kritis ngga gampang terima jawaban ‘saya tidak tahu’.
  • Tanpa dia sadari orang kritis dengan banyak pertanyaannya itu konfrontasi hal yang ngga sadar loe hindari atau hal yang loe ngga tahu. Ini bisa menimbulkan perasaan ngga nyaman buat loe. Dan loe ngga suka ini.
  • Orang kritis banyak yang kuat secara verbal. Kalo loe bisa jawab pertanyaannya dia dan dia ngga setuju, bisa diajak debat. Di akhir debat orang mayoritas pikir semua pihak harus setuju padahal ini ngga selalu bisa dan ngga selalu perlu. Baca deh tulisan gw agree to disagree.

Dulu waktu masih umur 20an menurut gw orang kritis nyebelin. Sekarang sih udah ngga lagi karena banyak hal yang bisa gw pelajari dari orang kritis.

  • Ikutan jadi kritis dan peka dengan lingkungan sekitar. Orang kritis itu mengamati hal sekeliling dengan awas, mata hati dan pikirannya terbuka.
  • Orang kritis seperti menyodorkan kaca ke gw untuk refleksi atau melihat hal lain dari sudut pandang dia, bukan hanya dari sudut pandang gw sendiri. Kadang pikiran orang kritis bisa membuat gw keluar dari comfort zone gw dan berujar; oh begitu ya ternyata.
  • Mengeluarkan pendapat dan bertanya itu bukan hal yang negatif. Malahan ini bisa jadi langkah untuk maju daripada diam di tempat. Mohon baca: bersikap kritis ke orang lain bukan otomatis kita jadi hater ya atau orang kritis itu menyerang orang yang dia kritik, ini ngga. Kadang sikap kritis itu karena kita peduli.
  • Dari orang kritis pula gw belajar untuk mengindikasi momen kapan gw harus berdiam dan berhenti bertanya. Gw akan berpikir mungkin sikap kritis gw terlalu confronting ke orang, bikin dia ngga nyaman. Misalnya ketemu situasi begini ya gw diam dan ngga lanjut lagi tanya-tanya atau buat pernyataan yang kritis.
  • Tempo orang berpikir dan mencerna apa yang dia dengar bersamaan dengan perasaan yang timbul seiring emosi yang dia alami itu beda-beda ya. Orang yang kemampuan verbalnya kuat akan cepat menemukan kata atau gerakan tubuh untuk mengutarakan pendapatnya ketika berhadapan dengan orang yang kritis. Orang yang lambat reaksinya bisa diam sebentar atau ada pula yang menutup diri sama sekali.

Menurut beberapa temen gw, gw orangnya kritis. Dan gw juga tahu gw kritis, mudah-mudahan gw ngga nyebelin ya buat kalian pembaca blog ini. Misalnya nyebelin atau pernah keusik tulisan di blog ini, it is not directed to you personally beneran. Gw orangnya direct, ngga nyindir orang, buat apa. Gw udah ibu-ibu setengah baya, menyindir orang itu seperti anak – anak atau remaja. Ada uneg-uneg ke satu orang, gw akan bilang ke dia langsung. Tulisan gw yang kritis di blog ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman gw pribadi.

Coba deh sekali-sekali berpikir kritis, bukan hanya menelan mentah-mentah pendapat/cerita orang atau berita di media. Silahkan praktekkan ketika berhadapan dengan satu situasi tanya ke diri sendiri: kenapa begini, kenapa begitu, awalnya bagaimana, kira-kira akhirnya gimana, apa hubungan pihak yang terlibat dsb…dsb… Amati sendiri dan timbang sana-sini campur dengan nilai-nilai yang loe yakini dan pendapat pribadi loe. Bisa jadi cara pandang loe ke hal-hal itu akan berbeda atau malahan memperkuat pandangan yang udah loe punya. Yang pasti pandangan loe dengan bersikap kritis itu unik dan sangat pribadi sifatnya.

Hubungan bersikap kritis dan ngeblog membuat gw pribadi makin kritis ke diri sendiri sebelum satu tulisan naik tayang di sini, artinya waktu pertimbangan sebelum ide dan terms dilanjutkan ke draft untuk satu blog pos dan hingga rampung tulisan untuk terbit di blog ini makin lama. Gw akan konsisten bertanya kenapa pembaca blog gw harus tahu subyek ini, apa manfaatnya untuk mereka, kira-kira reaksinya bagaimana, apakah misalnya ada reaksi negatif gw siap menghadapinya, misalnya iya bagaimana caranya, apa argumen gw menopang tulisan kritis tersebut dan lain-lain dan lain-lain.

Sebelum makin panjang gw tulis pos ini dan makin abstrak membahas bersikap kritis; ngga apa-apa bersikap kritis. Dan yang juga penting ngga semua orang bisa dan mau bersikap kritis. Semoga tulisan ini bisa sedikit bantu mencerahkan sikap orang kritis dan bagaimana menghadapi mereka. Dan untuk orang kritis; mudah-mudahan tulisan ini relevan untuk kalian.

 

Advertisements

30 thoughts on “Kenapa orang kritis nyebelin?

  1. Dulu pas kuliah saya sering banget tuh bertanya pada dosen di kelas, atau menjawab pertanyaan yang diajukan beliau.
    Tapi teman-teman malah bilangnya saya “caper” (cari perhatian) atau apalah, padahal saya cuma ingin bersikap kritis dan menghargai sang dosen saja… 😢

  2. Mungkin saya juga termasuk orang yang kritis… karena suka banyak bertanya. Tapi ketika saya melihat kadang orang enggan atau tak suka terlalu banyak ditanya, saya memilih mencari jawabannya sendiri. Dalam kebanyakan kasus saya cari bacaan-bacaan yang relevan. Jadi kalau sekarang keluar pertanyaan aneh-aneh, saya mencoba pikir sendiri dulu, cari informasi dari mana-mana (internet, buku), sebanyak-banyaknya, dan baru saya tanyakan seandainya pertanyaannya menyangkut opini orang lain.

    • Iya, aku juga gitu Gara. Atau kalau aku kritis komen tentang satu situasi dan reaksi orang biasa/netral, ya udah aku berhenti aja.

      • Iya Mbak, saya juga. Ketimbang kita terkesan heboh sendiri tapi orang lain biasa aja. Tapi kadang kesel sih kalau begitu kejadiannya.

  3. Aku bukan termasuk bukan orang yang kritis mbak Yo, tapi di keluargaku.. terbiasa liat Alm. Bapak dan sekarang nurun ke salah dua adikku mbak. Mereka orang2 yang kritis. Jatuhnya emang jadi suka debat sih, tapi berakhir dengan pencerahan tentang suatu hal. So, buatku –yang sudah terbiasa dikritisi, ketemu orang yang kritis ya nggak jadi masalah. Sekarang aku liat malah anakku laki2, 4 tahun.. udah keliatan bibit2 kritisnya. Tentunya sesuai kapasitas umurnya ya. Kadang “capek” ngeladeninnya tapi sekaligus dalam hati tepuk tangan sih. Ini lagi nggak bragging anak sendiri ya, sekedar pendapat dari ortu hehehe.. komennya dari sisi seorang anak dan Ibu yang dikelilingi orang2 kritis nih 🙂

  4. Aku bukan termasuk orang yang kritis mbak Yo, tapi di keluargaku.. terbiasa liat Alm. Bapak dan sekarang nurun ke salah dua adikku mbak. Mereka orang2 yang kritis. Jatuhnya emang jadi suka debat sih, tapi berakhir dengan pencerahan tentang suatu hal. So, buatku –yang sudah terbiasa dikritisi, ketemu orang yang kritis ya nggak jadi masalah. Sekarang aku liat malah anakku laki2, 4 tahun.. udah keliatan bibit2 kritisnya. Tentunya sesuai kapasitas umurnya ya. Kadang “capek” ngeladeninnya tapi sekaligus dalam hati tepuk tangan sih. Ini lagi nggak bragging anak sendiri ya, sekedar pendapat dari ortu hehehe.. komennya dari sisi seorang anak dan Ibu yang dikelilingi orang2 kritis nih 🙂

  5. Benar sekali mba Lorraine. Sikap kritis perlu diimbangi juga dengan kepekaan dan kebijaksanaan. Tapi pertanyaannya sebatas mana sikap kritis itu masih bisa disebut sehat dan normal ya?

  6. Aku yang pasti tukang nanya dan suka berdebat. Kalau kritis blum sih mba, soalnya masih suka nggak terima kalau salah judgementnya. Kalau menurut aku orang yg kritis adalah mereka yg berdebat untuk mencari jawaban yang benar/paling benar pada saat itu (karena kan kebenaran pun sering berubah) bukan berdebat untuk memperjuangkan jawaban yang dia pikir benar. Debat sama diri sendiri harus lebih hebat dari ke orang lain.. ya nggak sih..? Loh nanya lagi….

    • Kritis ini bukan hanya tentang tanya ya tapi wondering ke diri sendiri juga lihat situasi sekitar dan diluar dunia kita imo.

      Iya bener. Orang kebanyakan debat untuk membuktikan dia benar padahal ngga selalu berarti harus begitu. Aku pribadi debat dengan orang cukup untuk tahu cara pandang dia. Kalau beda ya we need to agree to disagree.

  7. buat aku yang sama sekali nggak kritis kadang sebel juga sama orang kritis mbak, dikit2 ada yang kurang/nggak cocok pasti dikomentarin tapi akunya jadi terbantu ikut aware juga dengan lingkungan sekitar… Naah sekarang punya anak kritis, ibunya harus siap2 nih, hehehe….

    • He..he…he…memang ada bedanya sih Shin orang kritis yang nyebelin dan yang ngga. Yang nyebelin itu menyampaikan kritik negatif, yang ok orang kritis itu tone menyampaikan observasinya ok. Dan ngga ngenyel ha…ha…

    • Sering bertanya salah satu bentuk orang kritis. Kritis menurut saya bisa juga bertanya-tanya ke diri sendiri tentang beberapa situasi/hal. Bisa jadi ketemu juga jawabannya sendiri.

  8. I have to admit, saya sendiri termasuk orang kritis juga. Moga nggak nyebelin orang 🤓

    • Kritis karena sering tanya-tanya? Aku kritis juga tapi tahu sih kapan harus berhenti tanya atau ngga bertanya. Lihat situasinya. Kritis menurutku juga observasi sekeliling, bukan sebatas tanya ini-itu.

        • I guess “appropriate” is not an absolute thing, it depends on how one’s culture. For example, one shouldn’t ask someone’s salary or age who they’re not close enough, but then it’s more European/American culture or ethic. Perhaps, it’s appropriate in another culture like Indonesia 🙂

      • I’d say I’m more observant and I do not jump in to a bandwagon easily. That’s what I was trying to convey I guess.

  9. Menjadi kritis bukan berarti menyerang – suka yang ini mbak.
    Seringnya melihat yang “kritis” menyerang. saya sendiri kadang suka bertanya-tanya. Tapi kemudian lebih sering juga kalau bertanya pada diri sendiri daripada ke orang lain. apa itu kritis?

  10. Pingback: Cantik itu … | Chez Lorraine

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s