about me / Culinary / English / Travel

Curious customs from dinner tables around the world

Today my family and I went shopping to a big mall in Oberhausen, Germany. In that mall we had lunch in the food court. I ordered Chinese noodles and ate it with chopsticks. Next to my table there were 4 German boys. Apparently they were amazed to see me eating with chopsticks effortlessly, they talked about this freely not aware that I understood the whole conversation. I found it funny to hear though but said nothing in order not to embarrass them.

I recall I was about 9 – 10 years old when I started to learn how to eat with chopsticks. Since then I have been eating noodles with them. When dining out in Asian restaurants I use chopsticks as well. Ostensibly using chopsticks which for most Asians is normal, could be an amazing skill for some. This is how most Asians eat their food. And then I found this fascinating infographic about dinner customs around the world. Love the historical background in Hungary of why raising a toast with beers is not done.

Adding an extra information about the custom in Spain. Some restaurants and cafes offer delicious bites on the menu for sobremesa and call them sobremesa as well. Not only in Thailand do people eat with fork and spoon but also in Indonesia, Malaysia and Singapore or perhaps the rest of South-East Asia. This unlike in western countries where people eat with a knife and a fork, even when they eat rice. In the west one uses spoon only for devouring soup or liquid dessert.

Please share what you know about curious customs of dining.

Source: Wimdu

41 thoughts on “Curious customs from dinner tables around the world

  1. Kalau di kampung sama orang Jawa, makan bareng pakai tangan akan kerasa lebih akrab Mbak Yo😀
    Makasih informasinya Mbak. Jadi tahu tentang sobremesa. Brtolak belakang sama di Jakarta. Justru makan secepat mungkin dan balik ke kantor (eh terutama buat yang kerja sih Mbak Yo)

  2. Saya belajar dari karib saya, kebiasaan di Norwegia setelah makan sendok dan garpu dalam posisi terbuka tidak tertutup
    .makan menggunakan garpu & pisau itu sulit buat saya pernah makan berdua dg teman karena mungkin dia mau ngajarin saya makanan saya keluar dari piring meski cuma berdua tapi saya malu (biasa mkn pakai tangan langsung). Meskipun bukan budaya saya tapi saya mau belajar makan dg garpu& pisau.

    • Setelah makan garpu & pisau letaknya berdekatan terbuka (menghadap keatas) itu memang etiquette di barat; artinya kita sudah selesai makan.

      Makan dengan pisau & garpu itu yang lebih banyak dipakai pisaunya. Garpu dipakai untuk membawa makanan ke mulut.

      • Ohh begitu. saya kira setiap negara di barat memiliki cara yg beda-beda ternyata tradisinya di barat memang begitu ya mba hehehe terimakasih infonya mba yo

  3. Informatif sekali mbak Yo.. thank ya buat infogram nya.. 😊
    Kalau bapak saya dan kebanyakan keluarga di kampung, seringnya makan pake tangan tanpa menggunakan sendok atau garpu. Mungkin lebih afdol kali ya mba.
    Kalau makan pecel ayam or pecel lele, makan di restoran padang, baru deh saya pake tangan tanpa sendok or garpu, lebih nikmat.

  4. Mbak Yoyen, makan beralas daun pisang ala India/curry set banana leaf : makan pakai tangan, makanannya di ambilkan/ditaruh di daun pisang sama yg punya rumah/pelayan resto sbg tanda respect. Selesai makan diberikan bubur manis namanya Payasam/mirip bubur kacang Ijo tapi ini lebih pekat, ada kismis & almonds. Setelah makan selesai kemudian daun pisang kita lipat ke arah kita/yg atas kita lipat searah menghadap kita. Menandakan kita happy enjoy the food baru kemudian kita buang daun pisang ke tempat sampah sekalian cuci tangan. Sy baru tahu cara lipat ini pas makan di rumah ipar sy. Tadinya sy lipat daun pisang dr bawah ke atas eh dikoreksi sm ipar sy dari atas ke bawah, sambil diberitahu artinya😊

    • Iya betul Ririn. Di India dan Srilanka memang begini cuma cara memakai tangannya agak lain sedikit dengan Indonesia ya. Di India & Srilanka makan tangannya seperti meraup makanan sekepal gitu kalo di Indonesia kan diujung jari sedikit.

  5. Interesting! Baru tau ttg yg potato..mesti pakai garpu ya. Hihi kalau makan nasi padang, makanan sunda, batak dan fast food macam kfc ya enake pake tangan ya. Cuman sebel kalau udahannya cuci tangan eh ga ada sabunnya. Alhasil sibuk cari tissue basah 😊

  6. very interesting Mbak Yo!! Beberapa ada yang aku tahu, tapi banyak yang yang belum aku tahu informasinya🙂
    kalau Indonesia emang paling enak sih makan pakai tangan ya😀

  7. Kalau dalam masyarakat Minang, setahuku, mengudap lauk-pauk tanpa nasi dianggap nggak lazim (atau bahkan tabu di sebagian daerah), Mbak🙂

    Soal orang Jerman yang melumatkan kentang dengan garpu sebelum makan aku pernah baca di mana gitu. Katanya ada mata-mata Jerman yang ketahuan penyamarannya saat makan di Perancis. Eh ternyata memang mereka makannya seperti itu, ya, Mbak.

    Terima kasih atas informasinya, Mbak Yo, sangat bermanfaat🙂.

  8. Kalau bilang “Prost” harus ada kontak mata. Makan hanya pake garpu, kebiasaan dari Sven yang keikut sama gue dan Medea. Dan Medea paling seneng kalo dibolehin makan pake tangan. Dia bilang, “Ich bin Indonesierin.” :d

    • Iya bener, prost atau sante harus bertatapan kalo ngga ngga sopan dan bad luck ya? Di Perancis juga kaya gini soalnya.

      Gw sering bener makan di Jerman karena tinggal deket perbatasan tapi baru tahu loh kebiasaan geprak kentang🙂 sementara di Belanda sebaliknya. Yang geprak kentang itu termasuk yang dari kampung katanya jadi ngga bagus.

      Ha…ha…schatzilein lucu dan bangga makan pake tangan🙂

      • Iya lucu banget dia, Yen. Terus pernah dia ngomong: “Beim Essen müssen wir eigentlich duduk auf dem Boden, wie richtige Indonesierinnen”. :))

        Waktu gue cerita soal dining out di resto Ethiopia dan di sana makannya pake tangan eh dia pengen banget nyobain. Kayanya sih bukan nyobain makanannya tapi lebih ke cara makan pake tangannya.

  9. Another thing that usually leaves the westerners baffled is the fact that Asians sometimes eat with their hands. My friends found it hard to adjust to that custom, and couldn’t really enjoy it. The same goes for Middle East custom where they eat from one big plate placed in the center. It’s actually quite fun, but I guess I can understand why some people are reluctant to join in😀

    • Yes for the last one. Although I am used to eat with my bare hands as Indonesian but I might be reluctant to join in the dining experience Middle East & South Asian style.

  10. He itu yang Germany aku malah baru tahu 🙈 😄Selama ini aku selalu motongin kentangnya dan so far yang kulihat orang-orang juga motong kentangnya atau langsung masukin mulut kalau kentangnya sudah dipotong-potong ketika disajikan.

    Aku kalau makan steak, dagingny selalu aku potong-potong dulu dengan pisau (seluruhnya atau setengahnya) setelah itu baru makan… Maksudnya susah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Eh ada yang menegur, katanya itu cara Amerika, kalau cara Jerman potong satu cuil baru masukin mulut, kunyah. Kalau ngunyahnya sudah selesai, potong lagi secuil, masuk mulut lagi… dst 🙈

    • Aku juga baru tahu padahal sering makan di resto di Jerman karena deket tempat tinggalku ke perbatasan.

      Ha…ha…iya, katanya kalo steak dipotong-potong semuanya bisa kering dagingnya🙂

  11. Paling enak makan pake tangan sih mba. Apalagi kalo masakan sunda, nasinya di bungkus pake daun pisang lauknya sambal, ikan asin, lalapan. Kalo makan itu pake sendok garpu justru malah dilihat nya aneh. Begitu juga makan nasi padang🙂

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s