about me / English / Science / Social Media / Thoughts / Women

Who’s the enviest of them all?

An Indonesian friend of mine is travelling in a couple of European cities right now. Regularly she shares pics and videos on her Instagram account. Yesterday one of her followers commented on my friend’s short video, I quote ‘Is it your hobby to make people envious (of your updates)?. Have a good holiday, I wait for your post’.

  

After seeing that particular comment above, I tried hard not to reply it. Instead I started wondering if that person really meant what she wrote. Was it a colloquial comment? Did I take it too seriously? You see as a polyglot sometimes I tend to take words literally at first. These questions brought me browsing on internet looking for answers. With these questions in mind I explored the world wide web: Is being envious only exclusively for girls/women?  This was the case of what I saw in many situations. Could boys/men be envious too?

Then I found what I looked for. Christine Harris, a psychology professor at the University of California, San Diego explained in a publication that people under 30 are more prone to envy.

These are the highlights of the study as quoted from the article:

  • More than three-fourths of all study participants reported experiencing envy in the last year, with slightly more women (79.4 percent) than men (74.1 percent).
  • The experience declined with age: About 80 percent of people younger than 30 reported feeling envious in the last year. By ages 50 and over, that figure went down to 69 percent.
  • Overwhelmingly, people envied others of their own gender.

The second highlight might be the reason me not being envious of others. I dislike such comment at the start of this post because I am 43 years old. If I see something which is beautiful or better than I have, I will tell myself: this is inspirational; how can I have/realize it myself? My next remark regarding highlight number 2: Are the elder more content with their life thus less envious because of their age and experiences? That they know they can’t have it all?

The third highlight is interesting, people envied others of their own gender; financial and occupational success, relationship, physical appearance. Being a women I expected this only happened earlier between women than men. So I was wrong. This point requires more explorations as I genuinely find this fascinating.

This is the second time I have been triggered to write about how people react with envy on social media. Last year I wrote about The Green Monster. In that post I shared some tips to avoid being envious as envy is bad, it brings you nowhere. To compliment it, here is a guide to overcome envy. I hope this might help. So you won’t stay in front of a mirror and ask ‘Mirror mirror on the wall, who’s the enviest of them all?’.

As for me; next time I see envious comment I will recall the study, that it has to do with age.

 

 

52 thoughts on “Who’s the enviest of them all?

  1. Waktu aku lagi ke Korea kemaren ada temen yang komen “Ji hidupnya sejahtera banget kayanya hidupnya.” Aku cuma jawab “Alhamdulillah” Bingung si Mba mau nanggepin gimana jadi disyukurin aja haha ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

  2. I always feel like when you have nothing nice, just don’t comment! Suka ikutan sebel kalau ada yang suka sengaja nyinyir di depan orang sih Mba. But nice info, nggak pernah kepikiran kalau envy ada hubungannya dengan age bracket๐Ÿ™‚

    • Ngga apa sih mau komen cuma ya aku mikir Mar. Orang yang komen update orang bilang aku iri, jelous, envy. Itu mereka apa ngga cape begitu terus? Aku juga mikir apa mereka ngga ngeh banget dengan arti harafiah kata iri sementara maksud mereka komen pake kata itu mungkin maksudnya komplimen lah atau apa lah.

      Lagipula kalo lihat orang komen iri, aku mikirnya juga; ok loe iri terus abis itu gimana, mau iri terus? Kan bisa dibalik ke hal positif, iri terus mikir dia bisa kenapa gw ngga, ya kan?

  3. I thought it’s an Indonesian thing.. I got this a lot when I went to Coachella last year. Banyak banget yang komen di socmed dan bahkan lewat WA yang bilangnya mereka iri sama aku.. terus terang bacanya jadi bikin aku nggak enak hati dan sempet mikir ah udah lah nggak usah post apa apa.. segitunya lho komen2 “iri” dan “envy” ini efek ke aku. Akhirnya aku tetap post sih, dipikir lagi toh aku post nya nggak lebay dan nggak merugikan siapa2.

    Ah kini aku ngerti, . ternyata ada studinya dan ternyata ya emang umuran aku lagi iri – iri nya, untung aku gak ikutan “tren” hahahaha :))))))

    • Ya ampun sampe segitu lewat WA Chris. Hmm, bukan tipikal Indonesia juga deh, generasi sekarang mungkin ya?๐Ÿ˜‰ Riset diatas di USA lho.

      • Iyaa makanya bikin aku kaget juga, tiba2 masuk WA tapi begitu omongnya… iya sih kayaknya tipikal generasi sekarang deh ya hehehe

  4. Aku selalu pikir it is just a figure of speech, I say it sometimes but it doesn’t mean I am actually jealous or envious. To me it means the same as ‘Lucky You’ almost as a congratulatory terms of speech ‘It is great that you are having fun’. They use these terms here too in the UK but I would say hardly ever that it is an act upon jealousy. Hahahah.

  5. I agree with Indonesia in my Pocket. Maybe the one who says it does have jealousy bone, but most of the things, it’s a figure of speech imho. That says, I hate more when people start saying like “Kapan nyusul, semoga cepet nyusul etc etc” when it comes to getting married and having babies, as if those are achievements and the ones who did it first are the front runners.

  6. Dasar aja bahasa Inggrisku kan pas-pasan ya mbak, jadi kalau aku suka comment “envy” or “envy you” aku mikirnya sama kayak kata “pengeeen”… hehehe….

  7. Saya setuju kalau envy–rasa iri–itu mungkin berkaitan dengan umur… kayaknya di masa sekolah dulu saya lebih-lebih iri deh akan orang lain, apa yang orang punya sedangkan saya tidak (apalagi terkait prestasi).
    Sekarang, kadang-kadang masih suka iri juga, cuma kalau sekarang perasaan itu menyerang lagi paling-paling saya cuma simpan dalam hati dan tidak sampai dikeluarkan (apalagi berwujud komentar seperti di akun instagram teman Mbak itu :haha). Terus dicari tahu kenapa saya bisa iri, dan apa yang bisa saya lakukan agar saya merasa lebih nyaman :hehe.

  8. Di kolom komen blog nya Debby malah ada yang nulis bapak kamu koruptor ya kok enak banget sih jalan-jalan mulu, antara mau tendang atau pengen toyor kan ya

  9. Dulu aku punya temen cowok yg ke Jepang.Aku complain krn foto yg dia upload di IG dikit bgt, sedangkan aku mau liat jepang dr sudut pandangnya (secara wkt itu aku belum pernah ke jpg). Jawaban dia: “Gw tau diri gak semua org ada duit bisa jalan2 ke Jepang, gak kaya elo pamer mulu di IG. ”
    HAHAHA shock berat. Abis itu tetep sih gw post foto di IG, tp gak temenan lg sama dia. Aneh bgt. ๐Ÿ˜‚

  10. Kadang kalau mau ngepost jadi suka ragu deh di socmed takut orang jadi mikir ini itu. Tapi ya seharusnya dianya juga bisa ikutan seneng dong kalau kita seneng:/ Makin jarang orang ikhlas dengan kebahagiaan orang lain

      • itulah mba masih ada rasa keindonesia2am which is gaenakan hahahah terlalu mikirin opini orang. Tapi sekarang udah terserah aja sih orang mau ngomong apa

  11. Mbak Yo. Hihihihi… Saya lagi nge-mute banyak orang di facebook. Karena oh karena pada pamer kesuksesan (dari ngeblog tentunya) dan sampe sekarang saya masih gak mau ngakuin kalo itu envy. Dan baca postingan ini semakin yakin itu bukan envy.๐Ÿ˜›
    Saya sering mikir pencapaian orang lain yang memang lebih baik dari saya itu memang hasil usaha mereka, tapi karena beberapa memang menurut saya sudah berlebihan baik dalam hal yang dipamerkan dan cara mereka jadi ya ngerasa cukup aja daripada nanti malah nyinyir jadinya. Semoga sih yang begitu bukan envy๐Ÿ˜€

    • Kalo menurut standar kamu berlebihan setelah introspeksi ya so be it memang berlebihan Dan. Sama seperti kamu tahu standar aku tentang sharing update tentang anak. Kalo gitu aku ngga follow.

      Itu yang trigger aku nulis pos ini karena ada yang komen di videonya temen: Ih mbak X hobby banget ya bikin orang iri. Waah, walaupun basa basi menurut standarku ini udah berlebihan sih. Ada gitu bikin orang lain iri jadi hobby orang?

    • Iya. Hanya kalo lihat dari komen disini sepertinya orang berkomen iri itu sebenernya pingin. Eh kembali lagi, pingin kan sebenernya juga didasari iri atau sebaliknya? Jadi cryptic begini Shin๐Ÿ˜‰

  12. Sebenarnya sih ada ya “iri” yg dialokasikan ke arah yg baik kaya “wah dia bisa ya sehebat ini, Berarti seharusnya aku jg bisa” trus arahnya jd ke positif karena berusaha naikin kualitas pribadi.
    Tp kalo yg iri dalam konteks sirik itu yg nyebelin sih. Dan menurutku yg begini lebih banyak dr org sosmed yg gak kenal kita in person sih, taunya yg enak doank. Gak tau susah dan usahanya untuk pencapaian yg disirikin itu gimana.

    • Awalnya memang sama, jadi pingin tapi setelah itu bisa beda memang Aqied. Dan menurutku yg begini lebih banyak dr org sosmed yg gak kenal kita in person sih, taunya yg enak doank. Gak tau susah dan usahanya untuk pencapaian yg disirikin itu gimana. Iya, setuju dengan ini.

  13. Memang iya kalo jealousy pasti ada factor umur juga sih ya. Makin berumur jadi lebih pengertian dan ga gampang iri. Kalo gua lihat foto2 temen travelling sebagai inspirasi, bukan foto travelling aja, yang lain lain juga, jadi bisa bikin goal baru, bukan dalam traveling goal aja tapi juga in our daily life. Males juga kalo mesti ngeladenin comment yang sama terus, setuju dengan what you wrote, jadi rishi. Makanya gua keep my sos med circle small, mostly families๐Ÿ™‚ Tapi untuk blogger agak susah untuk keep the sos med circle small ya, makanya bias bikin geregetan lihat orang2 comment yg gitu.

    Like my mother always says, if you do not have anything nice to say, do not say ANYTHING๐Ÿ™‚

    • Terserah sih orang punya pandangan beda dengan kita, the fact that I wrote this post juga expressing my thought, no? Dan masalah nice atau ngga-nya, cape aja bacanya. Tapi untuk blogger agak susah untuk keep the sos med circle small ya, makanya bias bikin geregetan lihat orang2 comment yg gitu. Gwnya aja yang memang kritis, karena itu jadi cari-cari data tentang envy dan ketemu hasil riset yang akhirnya bisa gw share diatas๐Ÿ™‚

  14. menarik banget soal faktor U..semoga ada pendapat lain lagi..kadang ngga bisa generalisasi juga…envy, jealousy, dsb manusiawi ada, tinggal cara kita nyikapinnya aja…di tulisan atas sptnya dia nyikapin dg cara yg bikin org ga nyaman…kalau disikapi dg tutup laptop atau unfollow mgk lebih aman damai…karena di dunia maya jarang ada yg pamer kemiskinan…orang jadi suka lupa ngeliat ke bawah…Padahal itu perlu untuk lebih banyak bersyukur.

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s