Bahasa Indonesia / Indonesia / Language / Thoughts

Catatan di Hari Sumpah Pemuda

Orang Indonesia pasti hafal Sumpah Pemuda, salah satu peristiwa yang menyulut nasionalisme dibawah jajahan Belanda. Sumpah hasil kongres Pemoeda tahun 1928 ini akhirnya sukses mengantar negara kita tercinta ke proklamasi kemerdekaan bulan Agustus 1945.

 Banner ini karya Ery Bagas

Ini dia sumpah yang singkat tapi sarat dan kuat maknanya:

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Catatan hari ini mengingatkan kita semua untuk menyebut negara kita secara lengkap, Indonesia bukan Indo. Kalau kita tidak suka bangsa lain menyebut Indonesia sebagai Indon karena merendahkan, kenapa kita sendiri menyingkatnya jadi Indo?

Alasan menyingkat Indonesia menjadi Indo karena kamu malas merasa terlalu panjang? Ingat perjuangan para leluhur kita menggalang nasionalisme untuk kemerdekaan. Nasionalisme agar Indonesia merdeka diaku dunia sebagai negara yang berdaulat penuh. 

Tahukah kamu kata Nesia di Indonesia sendiri itu berasal dari kata Nesos yang artinya dalam bahasa Yunani: pulau? Jika Indonesia disingkat menjadi Indo berlawanan fakta bahwa negara Republik Indonesia terdiri dari banyak pulau.

Terakhir, para pendiri bangsa besar ini menulis dalam Soempah Pemoeda bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu: Indonesia, bukannya bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu: Indo.

Selamat hari Soempah Pemoeda!

21 thoughts on “Catatan di Hari Sumpah Pemuda

  1. Pingback: The diversity we took for granted or a little rant : Time to do another youth congress? |

  2. Terimakasih Mbak Yo. Makjleb catatan hari ini. Saya tadi pagi inget – inget isi Sumpah Pemuda ini jadi terharu.

  3. Selamat hari sumpah pemuda, Mbak :)). Semoga semangat di masa itu tetap terjaga di dalam hati dan gerak langkah kita :hehe. Setuju, jangan disingkat-singkat, Indonesia bukan Indonesia tanpa “-nesia” :hehe.

    • Mau dong baca juga Crys. Menurut beberapa buku sebutan Indo untuk ras Eurasian di Hindia Belanda udah ada jamannya Jan Pieterszoon Coen.

  4. Setahuku orang indo itu perpaduan indonesia dengan non indonesia. Aq baru tau kalo indo itu perpaduan antara indonesia dengan eropa. Btw, selamat hari sumpah pemuda!

  5. Mbak aku maraton baca blogmu, jadi menghujani dengan komen.

    Selain Indo, ada juga yang menyebut Indonesia sebagai Indon. Selain orang Malaysia, TKI yang bekerja di Malaysia biasanya yang suka menggunakan kata ini. Sama satu lagi: Endonesah. Aduh…duh duh….

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s