about me / Blogging / English / Language / Study / Thoughts

Find your voice and adjust your tone

In order to stand out in this overly populated blogging world you need to be yourself. This seems easy but if you want to do it well, it requires some efforts.

Be yourself but do you know how? If you don’t, take a look at my post about personal branding. Why is this so important? Because pretending to be someone else is bloody tiring. And being yourself strengthens your presence. In relation to this post strong presence means you stand out in the crowd. By doing this you’d reach your goals as a blogger. Blogging goals vary from being read, gaining readers to building and maintaining an active community to name a few. The tools to reach it are your voice and tone.

Voice
Voice is the soul of your writing. Voice shows who the person is behind the writings. Discover your voice by choosing adjectives which represent you well. Your voice has to be distinctive and unique. Most bloggers have found their voice without mapping it first. Example of a voice is: geeky, funny, smart or classy, honest, humble. Mine is: frank, inspiring, wit.

Tone
Tone is the how. How is your writing? Find your right tone by reckoning with your audience and the purpose of your writing based on your voice. A French saying goes

C’est le ton qui fait la musique.

Directly translated: It’s the tune which makes the music. The real meaning is It is not what you say but the way you say it which makes a difference.

I attach my voice in different tones. Frank and informal. Frank, wit and funny. Inspiring and serious. Frank and sad. Frank and happy. Shortly, your tone colours your voice. Showing emotions adds some depth in your writings. Do not be afraid to do this. It shows that the blog is written by a real person, you.

This simple infographic describes voice and tone strikingly well.

Infographic Voice ToneInfographic is courtesy of Grammar Style Life

To achieve a proper tone in a post, imagine how you tell the story offline. It is like talking to your friends. Assuming that your blog is a journal of course.

Tone depends on several things: diction (choice of words), sentence length and the inevitable grammar. I am going to explain these three in another post otherwise this post would be too long.

Consistency
Voice and tone aren’t built on one night. You ought to always be consistent. Your voice and tone need to be present in your writings. They need to appear on your posts, comments, emails to your readers, tweets and other platforms you are on.

If you want to discover your voice and tone; train yourself first by trying to notice them at other blogs. And in order to be able to write, you need to read a lot. Books, news, journals, blogs, magazines etc. Compare and experiment.

When you successfully establish your voice and tone, people will recognize your writings easily.

Find your own voice and adjust your tone.

Source:
Featured image is courtesy of Freepik.

38 thoughts on “Find your voice and adjust your tone

  1. Selaluuu suka tulisan Mbak Yo. Membuat bertambah ilmu bagi yang membaca. Masih harus belajar banyak juga. Mbak kalo misalkan gini (Berhubungan dengan personal branding juga nanyanya) aku didunia nyata kata lingkunganku adalah orang yang slengek’an, rame dan tipe yang suka berimajinasi. Trus kalo dalam kondisi formal bisa sangat formal. Dan mereka taunya aku penulis puisi dan cerpen. Dari situlah daya imajinasiku terbentuk. Begitu mereka baca tulisanku yang serius (selain cerpen atau puisi) atau melihat aku sangat serius kalau presentasi, mereka bilang aku seperti punya dua kepribadian. Bisa switch begitu cepat. Dan suka nanya “itu tulisan kamu?” atau “itu tadi yang presentasi kamu?”. Nah kalau seperti itu berarti personal brandingku masih kacau kah? Dan itu pasti akan mempengaruhi voice tulisanku juga kan? Karena terbiasa menulis cerpen dan puisi, jadi kadang masih suka lupa ganti gaya bahasa kalau mau nulis yang santai. masih pakai bahasa-bahasa puisi gitu hehehe. Maaf ya mbak terlalu panjang🙂 Terima kasih sebelumnya untuk jawabannya.

    • Personal branding sih sebenernya strived image yang kita tampilkan ke luar Den dicampur dengan pandangan orang ke kita. Menurut gambar yang aku buat di pos ini https://chezlorraine.wordpress.com/2013/12/13/brand-yourself/ selengek’an, rame dan berimajinasi itu identitas kamu. Dan pertanyaannya adalah strived image apa yang kamu mau capai? Kalo orang luar ngga kenal Deny yang sangat serius selagi presentasi, apakah sisi serius ini mau kamu boost? Sekarang kalo merasa personal branding masih belum jelas, duduk baik dan tulis kamu mau kearah mana personal brandingnya. Slengek’an rame dan kaya imajinasi bisa kok digabung dengan serius.

      Aku aja maunya personal branding opinionated, direct but not rude dan orang sini yang kenal aku selintas melihat identitas aku di darat humble dan very feminine (stereotype rambut panjang dan suka pake rok/gaun) padahal aku lebih dari itu. Pendeknya personal branding itu bisa kita boost kalo orang kenal kita. Sebagai blogger voice & tone ini salah satu alat penting untuk menyampaikan/merealisasikan personal branding. Your readers get to know you better through your writings. Semoga kamu ngerti penjelasan ini.

      • Aku dapat poinnya mbak. Wiihhh terima kasih banyak buat penjelasannya🙂 Karena dasarnya aku tuh ga betah kalau musti serius berlama2. Makanya kalau presentasi atau lagi meeting kelamaan suka tiba2 keluar aja iseng dan banyolanku. iya bener mbak, aku bisa menggabungkan serius dan rame🙂
        hartelijk bedankt ^^

        • Sama-sama Den. Sebenernya bahas gini enaknya didarat, lebih seru! Kalo komunikasi tulisan gini kan interaksinya ngga langsung ya. Aku pribadi malah seneng dan intrigued kalo ketemu orang yang elemen personal brandingnya berlawanan, menarik! Ada kolegaku bagian legal, dia urusan hukum lah, dandannya lebih perempuan dari aku. Tapi dibawah itu dia tattoaan dan sukanya lagu heavy metal. Seru denger ceritanya dia.

        • Iyaa bener mbaakk. Aku juga tadi kepikiran gitu. Alangkah enaknya kalo bisa diskusi langsung. Semoga ada kesempatan ya dan kalo mbak Yo berkenan diskusi seru🙂. Soalnya kalo nanya bereret disini kadang-kadang suka ngayal2 ga jelas akunya hahaha

  2. Ttg be yourself lagi berseliweran di kepalaku Mbak Yo.. Banyak org berdalih dengan bersikap kasar, gak sopan, adalah nunjukin dirinya sendiri..

    Ada juga yg ngaku jadi dirinya sendiri, tapi gampang terpengaruh orang lain.. Aku sempet lihatnya di beauty blogger, wkt itu ada selebblog dgn gaya bhasa yang unik, eh tiba2 bbrp blogger jd berubah cara penulisannya dan ikutin selebblog itu.. Mereka bilangnya si selebblog aja berani jd diri sendiri, jd dy juga begitu, tp malah jd kliatan mengimitasi..

    Yg kupikirkan sebelum ngaku jd diri sendiri, kita harus kenal diri kita sendiri dulu, lalu evaluasi mana yang perlu dipertahankan dan diubah utk jd lbh baik (hrs punya prinsip dan gak bs ego krn kita kan berinteraksi dgn orang lain juga), baru bs be yourself..

    Jd prosesnya gini: know yourself > create yourself > be yourself..

    Ini semacam ‘draft’ yg lg ada dikepalaku, menurut Mbak Yo gimana?🙂

    • Kalo bersikap kasar dan gak sopan dengan dalih be yourself itu sih jadi excuse ya. Kita kan makhluk sosial ada batasan tertentu. Nah batas ini daerah abu-abu Nit, apa yang kita rasa sopan dan kasar itu tergantung persepsi kita sendiri.

      Ada juga yg ngaku jadi dirinya sendiri, tapi gampang terpengaruh orang lain.. Kalo ini mungkin orang itu belum mendapat pencerahan. Seperti yang aku tekankan di beberapa pos disini, be yourself, imitating others is bloody tiring. Untuk ABG dan young adolescent ini masih bisa diterima sih, imitating others karena mereka masih cari jati diri. Peer pressure dan pengaruh dunia luar juga masih kuat. Ada juga yang dari usia muda udah tahu identitas mereka dengan baik tapi ini exceptional ya. Bagus kalau ada contoh seperti si seleblog itu misalnya hanya ambil inspirasi aja cuma kalo jadi clonenya, ngga orisinal. Akibatnya sebagai blogger, mungkin pembaca akan lihat ini.

      Yg kupikirkan sebelum ngaku jd diri sendiri, kita harus kenal diri kita sendiri dulu, lalu evaluasi mana yang perlu dipertahankan dan diubah utk jd lbh baik (hrs punya prinsip dan gak bs ego krn kita kan berinteraksi dgn orang lain juga), baru bs be yourself.. Betul, ini proses yang sulit karena orang ada yang ngga siap konfrontasi dengan kekurangan diri sendiri, bercermin itu ngga gampang. Makanya aku tulis di https://chezlorraine.wordpress.com/2013/12/13/brand-yourself/ tanya orang yang kenal deket sebelum menentukan identitas dan strived image. Ada loh karakter kita yang kita cenderung sembunyikan tapi kelihatan jelas dimata orang lain. Untuk pelengkapnya silahkan lihat jawabanku untuk komennya Deny ya Nit.

  3. To achieve a proper tone in a post, imagine how you tell the story offline. It is like talking to your friends. Assuming that your blog is a journal of course.

    Aku selalu makai “ilmu” itu kalau lagi nulis blog, mba Yo, dan biasanya emang dapet🙂

    • Iya Non, makanya blog kamu banyak pengunjungnya karena orang bisa relate dengan cara bercerita dan isi cerita kamu. Jempol buat Noni.

  4. Nice posr mba yo…. as always..
    Lah aku masih bingung voice and toneku… hmmmm susah mau menilai diri sendiri. Masih newbie juga didunia blogging..masih belajar sana sini. Menurut mba yo aku yg mana? *halahh..malah nanya sih jo* hihi :))))

    • Kalo dirunut sebelum menentukan voice and tone kamu musti kenal diri sendiri. Setelah itu hubungkan dengan tujuan kamu ngeblog itu untuk apa? Tulis journal dengan pengalaman sehari-hari, bagi tips sebagai guru atau yang lain? Setelah itu tentukan target group, pembaca kamu. Kamu fokus ke siapa. Ini penting untuk tonenya nanti. Nulis untuk target grup orang tua muda dengan anak usia balita atau usia SD kan lain tonenya dengan nulis untuk anak SMA/kuliah. Yang penting sih menentukan voice deh Jo. Ini deket sekali hubungannya ke identitas kamu. Coba mapping deh sesuai ini https://chezlorraine.wordpress.com/2013/12/13/brand-yourself/ dan tanya orang sekeliling kamu tuh gimana. Mereka harus jujur ya.

      Ah, jawabanku ini tentu kaitannya dengan kamu seserius apa mau ngeblog. Banyak orang yang ngga peduli dengan voice and tone, identity dan personal branding. They just write. What do you really want?

      • Soalnya aku kan baru setaon aktif ngeblog..jadi menurutku aku masih labil juga kadang2. Depends moodnya lagi gimana. Ngeblog juga belum nentuin siapa readersnya…duhh kaco deh..hehehe

        Anyway thanks mba yo..will try to map and find my identity

        • Kacau atau ngganya tergantung kamu tujuan ngeblog apa.Kalo hanya untuk sharing atau diary gitu ya ngga apa Jo.Lain halnya misalnya kamu mau rombak karena pingin kearah lain ngeblognya.

        • Nah itu dia mba yo, sampe sekarang ngeblog cuma seneng aja cerita lewat tulisan. Belom kepikiran menghasilkan duit dari ngeblog apalagi. Dulunya blogku yg pertama, isinya ttg lesson plan dan dunia mengajar disekolah, tapi ternyata nulis bebas topik gini lebih lepas, ya aku lanjut style yang ini aja, sambil belajar blogger2 lainnya…and its including you Mba yo..I learn a lot from you.. tq🙂

        • Aku juga hanya seneng sharing dan inspiring aja Jo. Ngga atau belum niat untuk blogging for money karena aku tahu kalo blogging for money itu harus lebih serius lagi ngeblognya. I mean I’d set up my bar and standards higher than what I have now. Cuma aku ngga tahu apakah siap untuk ini. Dan lagi aku suka banget kerjaan aku yang sekarang🙂.

      • Mulai kebayang Mbak Yo…

        Tone-ku berubah2 tergantung respon apa yang mau kudapat.. Kalau lg ingin menjaring opini, cara nulisku spt pembaca ada di depanku. Dan biasanya pos yg begitu yg komentar pd jd niat2 & panjang2 sesuai dgn yg kumau.
        Tpi kalau aku buat Post curcol, tulisanku dibuat ‘tertutup’ (entah kata yang tepat), shg kalau ada yg komen pun biasanya singkat2..
        Makanya jd pengen misahin hal yg personal ke blog yang lain, supaya blog yg utama bs konsisten berinteraksi dgn pembaca🙂

        • Nah itu udah ngerti. Tone memang dynamic ya, bisa berubah-rubah ini ngga apa. Yang penting voicenya steady. Nah kalo post curcol dan ditutup itu pilihan kamu sendiri dan hanya kamu sendiri yang bisa menaksir risiko dan konsekwensinya.

  5. Mba Yoyen..
    makasih ya tipsnya… jadi kalau kita dah bisa nemuin signature style kita mo ditiru orang juga ga bisa dan basi jadinya.
    have a nice day Mba🙂

  6. Wah ini berguna sekali, thank you for sharing ya Lorraine🙂 Aku nggak pernah mikirin ini sebelumnya, tapi seperti yang kamu bilang, aku juga kalau nulis berusaha sama kayak aku lagi cerita ke orang offline, makanya nama blog nya juga christa bercerita hehe

  7. Absolutely love this. Love your voice and tone too. You have an authoritative yet gentle kind of persona. I love it! I know we haven’t meet in persons yet but this is the vibe I received from your words.

    • Ah kelupaan nge-add. For me, your voice and tone also evolves with time. I would cringe if I were to read my old blog posts hahaha but I am a lot more comfortable in my own voice and tone nowadays but I am also open to continuously enrich them too.

      • Yes indeed. That is why I remap it every year reckoning with the reasons why I write. It evolves along with your development as a person. It also is influenced by your experiences.

        Actually voice and tone is part of our identity as a writer.

  8. Pingback: What makes someone leave a website? | Chez Lorraine

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s