about me / Blogging / English / Social Media / Study / Thoughts

Follow back is not obligatory

One of the issues of being widely present in social media is whether or not to follow back. On Facebook, Path and LinkedIn people who are interested in you send a request or  follow you (in this case only in Facebook). You can either accept or ignore the request. On Twitter, Instagram, Tumblr and blog people are able to follow you without sending a request if your account is public. Some even ask you to follow them back. But should you do that?

Why asking?
In my opinion these are the reasons of asking for follow back:

  • Gaining higher amount of followers because the more followers you have, the more popular you are. It is just like the old days on high school. Popular boys and girls seem to get things done faster and easier, right?
  • Calling for follow back just for the sake of follow back.
  • Asking to follow back because it is supposedly the social media etiquette.
  • You must follow me back because I follow you. I retweet your tweets. I love and comment on most of your pics on Instagram and I comment and reblog your posts. I do all these things to promote you, so please be courteous, follow me back.

IMG_7797.JPG

Follow back is not obligatory
For me follow back is not obligatory. Let me explain further. I purposely keep accounts I follow on Twitter and Instagram small because I really want to focus and listen. If I follow back everyone who follows me, it would be a tsunami of information. And I don’t even have a huge amount followers on Twitter (512) and IG (354). Do you have any idea how dizzying it is to have so much information in an hour? I sort out, digest and rethink information I get from accounts I follow. And this takes time, time I do not always have.

I only follow accounts which share knowledge, interesting feeds, subjects, insights, a good laugh, and inspirations. If I don’t follow back my follower that doesn’t mean I dislike the person behind the account. Our interests are just not the same. There were accounts I started to follow, they followed me back. After a while they unfollowed me but I am still following them now because I genuinely find their feeds worth reading.

I always check or visit accounts of my new followers. So I know whom I engage with. Some followers have just followed me for a day then they unfollowed me. Perhaps those are people who don’t ask for follow back but expect it automatically. Or perhaps they don’t find my feeds interesting enough after one day. The latter is plausible. Fair enough.

Why should I?
Sometimes it is funny, interesting and strange when new followers ask me to follow back. I said funny because for example their feeds are full of tweets of Ariana Grande (she is just an example here folks). Feeds full of updates about pop idols don’t attract me. Some use Twitter for chatting with their friends, they hardly tweet anything beside that. Or some upload only selfies in different locations. I am just not into that kind of self-loving accounts. Then there are sharents who overshare pictures of their kids. You all know how I think of Sharents. I feel like a voyeur looking at Sharents account, not comfortable. Or even more strange, on Instagram a number of new followers ask me to follow back but their account is locked. How on earth am I able to decide whether the account is worth following if it is locked? My message is it is me who decide to follow back, or not. It is you as the owner of the account to decide who to follow back, not your follower.

The essence of social media
As a professional in online marketing communication I read many books about how to influence prospects, stakeholders and clients/buyers online. The essence of social media is engagement. It is building a community. And this doesn’t necessarily mean following back. Engagement has many forms. Listening and replying to comments or mentions is sufficient in some cases. So I apply this on my online presence.

That is why I try to reply to all comments on this blog and on other social media accounts I have. I do not judge people who always follow back though. It is their own choice but do not expect me to follow back just because you would. Everyone is different. Not following back is not a sign of arrogance. It is a sign of limitation as human behind the account online to process the coming information better.

So now you know why I do not follow back but I interact and engage instead. How about you?

66 thoughts on “Follow back is not obligatory

  1. Utk blog aku tipe yang follow & masukin banyak link ke feedly, baru melakukan seleksi alam di sana.. Tapi klo ada yang minta folback, malah jd males utk follow.. Utk komentar (kdg ada spt aturan tdk tertulis kalau abis dikomentari harus komentar balik, mirip sm folback), klo bagiku menarik dan bisa dikomentari ya aku komentar, dan gak berharap ada komentar balik..
    Bagiku jumlah followers, likes, komentar, traffic, hanyalah angka, yg penting interaksinya.. Kalau nemu yang nyambung, walau pun sedikit bakal terasa lbh asik..😀

    • Untuk blog aku selalu lihat blog follower baru dan baca 3 most read postnya, baca about me pagenya. Cukup untuk memutuskan akan follow back atau ngga.

      Mengenai komentar aku sama seperti kamu Nita, komen kalo memang menarik, kalo suka tapi udah banyak komen/tanya hal yang sama, aku hanya like posnya.

      Betul interaksi yang awet untuk community itu lebih menarik buatku.

        • Betul, kalo ada aku baca. Kalo ngga aku scroll lihat beberapa pos terbarunya dengan jumlah komen terbanyak. Itu tricknya Nit. Kadang informasi dari About Me pagenya juga melengkapi gambaran singkat tentang si blogger.

          Kalo di Twitter aku lihat favorite tweetsnya.

  2. hehehe, saya juga tidak berharap ada yang follow balik ke akun saya. Baik instagram ataua apalagi blog. Di instagram krn bujukan teman saya akan melihat gambar2 menarik dan benar saja, lagi saya lock krn kuatir ada yg “ngisengin” saya (atau saya yg ke GR-an?😉 ). Kalau di blog saya komen2 karena tulisan mereka menarik, ikutan nimbrung share pengalaman/info,suka takjub dg tulisan dan info yg dishare yg menarik itu.Dg blog acak-acakan saya, saya tidak berharap ada yg komen balik🙂

    • Oh ada pengalaman ngga enak kan di Instagram Ru? Aku kadang heran dan ngga sreg difollow online shop di Instagram atau akun ‘dewasa’ di Twitter. Kalo ini kejadian langsung aku blog, ngga nyaman.

      • Iya mbak, nama saya ganti tapi fotonya belum sempat hehehe
        Kl yg instagram orang “terlalu dewasa” juga saya blog, Neilshea favorit saya, suka caranya bercerita africa🙂

  3. I can’t agree more with this post, mbak Yo🙂
    Aku juga sering diminta follow back atau ada yang follow karena berharap aku langsung follow balik trus setelah beberapa hari ga difollow balik dia unfollow aku (ini terjadi di Twitter dan IG). Aku pribadi seneng2 aja kalo ada orang yang follow akunku, tandanya apa yang aku share itu bermanfaat atau at least disukai sama dia kan ya. Nah aku pun ketika mau follow account orang (terutama yang ga kenal in person), aku cek2 dulu isi accountnya, kalo menarik buatku ya aku follow, kalo ga ya ndak akan difollow🙂 Tapi kadang ga semua orang paham soal ini ya mbak, kalo ga difollow langsung dibilang sombong, padahal kan ga gitu juga😦 at least aku selalu usaha bales semua comment2 yang masuk ke akun2 socmedku.

    Btw, thanks for sharing mba Yo. Izin share di twitterku ya🙂

    • Makanya aku rasa lucu Lia kalo ada yang minta follow back di Twitter dan aku buka timelinenya ternyata dia ABG. Feedsnya penuh berita idolanya. Ngga lihat apa aku bisa jadi ibunya dia ha….ha…Kalo ini masih aku rasa lucu dan ngerti lah, pingin banyak-banyakin follower aja.

      Yang bikin aku tulis pos ini orang yang ngecap kita sombong karena ngga follow back dia. Gampang ya bilang orang sombong padahal kebutuhan informasi tiap orang kan beda. Dan kalo orang seperti ini selalu follow back followernya bukan berarti orang lain harus ikuti caranya dia. Yang begini bukan hanya ABG sih, kadang jadi serem kalo kita ngga follow back ada yang bukan hanya dicap sombong tapi dijelekkan namanya. Ini bukan pengalaman pribadi ya, pengalaman temenku.

      Silahkan dishare Lia, semoga ada yang sudi baca.

  4. Setuju mbak, sebaiknya sih follow back karena emang kita suka aja. Aku sih follow seseorang di IG karena aku suka foto2 nya bukan karena orangnya aku kenal🙂

    • Iya May. Aku di Instagram follow orang yang aku suka feedsnya. Di Twitter aku follow yang isi timelinenya informatif. Kalo diblog aku follow blogger yang cara berceritanya enak, topiknya menarik dan yang cerita hal pribadi pun aku suka bacanya.

  5. Setuju mbak Yo. Aku pun follow ya emang yg bener2 suka aja. Klo IG ya karena emang suka foto2nya. Klo twitter mah udh jarang mainan disitu. Klo blog jg cuma sebagian aja. Biasanya gegara blog walking trus nemu blog yg bagus n informatif, terus follow deh. Trus soal di follow balik ataupun enggak pun gak masalah sih.
    Malah kdg klo ada yg follow trus akun alay2 gt ak malah jd waswas euy.

  6. Give me five, Mbak Lor!

    Dulu di awal bikin twitter, ada beberapa teman yang kirim “Follow back dong, Dev” tapi ya gak aku turutin kalau timelinenya tidak menarik. Kalau sekarang, yang minta follow back adalah dari akun-akun yang gak jelas. Jelas, gak aku follow. Buatku, Twitter itu teman aku mendapatkan banyak informasi, bahkan pernah dapat freelance dari Twitter.😀

    Aku pribadi, gak keberatan sama sekali kalau ada yang un-follow aku. Bebas.😉

    • Hi Five Dev! Nah itu manfaatnya Twitter bukan hanya saling bercuit aja. Ok lah kalo masih abg atau alay, mengumpulkan followers sebanyak mungkin masih bisa aku ngerti. Aku juga ngga keberatan diunfollow orang tanpa tersinggung. Minat dan interest kan bisa berubah.

  7. Setuju sekaliiii
    Kalo d twitter aku masih mau follow back kalo itu temen aku kenal in real life, soalnya kan lumayan buat media komunikasi.. Kalo di instagram aku pilih2.. Kalo aku ngga suka feed nya ngapain di follow gitu
    Tapi aku sendiri juga berintrospeksi diri,, post instagram yg terlalu open informations pribadi aku hapusin,, kadang masih suka kelupaan sih terus baru hapus beberapa hari/minggu kemudian wuahahaha
    Aku sih lagi lock IG gara2 ngga mau dikepoin partner projek public relations campaign kampus….. Masa dia ngitungin banget “eh kamu belom follow, kamu belom follow….”

  8. Can’t agree more with you on this matter Lo!😃 Meskipun follower gw di blog, IG dan Path cuma sedikit tapi gue tetep pilih2 untuk follow back. Kriteria gue unruk follow back more less sama dengan apa yg elo tulis. Kalo gw rasa blog-nya menarik dan sepertinya prinsip tulisannya sehati dengan gue, biasanya gue follow back. Dan juga gue sering ngerasa ‘guilty’ gitu kalo uda follow blog-nya tapi gue ga perna komen or even ngebaca tulisannya. Maklum, waktu gue untuk sosmed gini adalah malam hari setelah semua kerjaan beres, boys in bed…baru dey having me time. Jadi sama seperti loe bilang, ga follow back bukan berarti gue ga suka dengan si penulis atau sombong.

    IG gue sekarang ini lagi gue bikin private soalnya masa’ banyak bener gw dapet follower ceweq2 ala2 pornstar or nude models dengan bio please see my webcam if you want to chat! Ehh…gue ga tau knapa bisa gitu Lo, prasaan gue ga posting pose2 half naked di IG bukan? Or do I look like one…OMG🙈🙈🙊

    • Bukan, akun mesum dan akun jualan itu kebanyakan pake crawl bot Ria. Gw tulis pos ini untuk kasih tahu orang yang kadang merasa bersalah atau ngga enak kalo ngga follow back. There is nothing wrong in not following back.

      Daripada ngga enak, follow back terus ngga suka feednya dan ngomel dibelakang, iya ngga? Gw sih milih dari awal ngga follow kalo gini.

  9. Setuju Yen…beberapa kali dapat message di instagram untuk follow-back..direct banget. Gw jadi gimana gitu dan memang sih foto kualitas buruk-pun di instagram kalau punya banyak followers pasti bakal dapat cinta. Mungkin karena gw tahu susahnya motret untuk dapatin moment bagus, ngiris hati melihat trend kayak gini..
    Kalau twitter, gw biasanya selalu follow back yg nge-follow gw tapi ya sama kayak elu pada prinsipnya, interest-nya mesti sama. Twitter menurut gw satu-satunya media untuk “sharing and returning the favor”, terutama artikel-artikel dan foto-foto yg bagus.

    • Niat amat sampe kirim pesan untuk follow back di Instagram Ndah. Kapan itu ada yang minta gw follow back di Instagram, gw jawab Why should I follow you back? Orangnya langsung unfollow gw ha…ha…

      Gw follow akun Instagram yang fotonya bagus atau akun temen deket yang memang gw kenal didarat. Itu juga ngga semuanya. Ada beberapa temen SMA gw minta follow back tapi feedsnya selfie dia terus dan anak-anaknya. Ngga ada manfaatnya bagi gw untuk follow back akun seperti ini.

  10. aku juga sama mbak. yang penting interaksinya, daripada saling follow tapi malah ga pernah nyapa or komen. kadang difollow orang malah jadi ga pede kalo pengen nulis yang agak nyleneh dikit😛

  11. Hahahah penyakit banget ini apalagi di Twitter ya, nerima mention cuman buat nyuruh follow akun dia, semakin disuruh follow malah aku cuekkin :))

  12. I totally agree with you, it is not mandatory to follow back. It is one right/freedom that one has with his/her account🙂 , as one his/her own interest/preference towards his/her use of his/her social media account🙂 .

  13. Setujuuuuu..!!! Pas banget.. Aku juga beberapa kali diminta follow back beberapa temen di IG tapi setelah dilihat-lihat koq isinya selfie semua.. Ya aku unfollow.. Good post, Lorraine!

  14. Setujuuu Mbak Yooo.. kadang males juga sama temen-temen jaman SMA yang minta folbek di IG dan isinya selfie semua… kan akhirnya malah menuh-menuhin feeds dan ngabisin kuota aja.. hihiiihihi x)

  15. Semakin disuruh follow back semakin males malah mba.. Apalagi kl memang interestnya mereka berbeda dengan kita. Aku biasa follow IG org karna suka dengan foto2nya walaupun ga kenal. Atau ada jg yg kenal tp ga ku followback karna ya memang ga terlalu sreg dgn isi IGnya. Ya memang agak aneh mba disini seolah-olah ada aturan kl aku follow km jg harus follow balik😀

  16. Masalah follow memfollow ini buat aku suka gak enakan mba. Trutama ig yaa klo twitter dah aku telantarain soale .Seriusan deh sampe kadang ada yg wa/line just nanya nisa dah follback belum -_-” awalnya aku follow lama2 aku unfollow heheh. Kata chicco belajar buat cuek bebek aja gausah smua diturutin.

    Kalau diblog aku follow dari hasil blogwalking aku baca klo ceritanya menarik dan informatif aku follow trus sama kalao yg udah sering comment ke blog aku and aku cek blognya oke “versi” aku yah aku follow . Walau ujug2 jarang comment juga si hehehe

    Nah masalah comment2 di blog agak sedikit feel guilty juga kalao aku gak balas karena jujur skrg waktu aku terbatas banget buat me time. Pikiran daripada aku balas comment yg jawabanya juga more less sama better waktunya buat aku blogwalking dan comment/ say hi di blog temen2 . Suka bete kalau ada yg bilang aku belagu dan sombong krn jarang balas comment diblog. Soale wp di hp gak aktif terus aku prefer dikomputer lebih enak liatnya :p

    • Ah orang kan hidupnya bukan hanya ngeblog doang Nis🙂 Jarang bales komen bisa dimengerti lah. Siapa tahu memang ngga ada waktu, repot ini itu atau bahkan lagi bosen.

      Orang yang ngecap kamu sombong karena jarang balas komen itu ngga kenal dan ngga tau situasi hidup kamu offline. You own no explanation to anybody. Biarkan saja. Maap Nis tadi batrenya beneran mati😦

  17. Kalo ngilangin rasa ga enak gimana mba Yo?
    Jujur aja sih, kalo saya dulu jaman masih euforia punya fb dkk gitu kan sukanya ngeadd atau follow ini itu. Nah tapi seiring makin fungsiin medsos dgn baik, bberapa org yg infonya ga narik minat lgsg di unfriend dan unfol. Eh cuma yaaa, saya heran deh, ada loh yg notice klo digituin, trus smpe di-dm atau diimesej ditanya lah kenapa, dblg sombong, dikira lg marah, trus dmnta folback lgi smbil dianya ud fol ato add friend lgi.. Lama2 klo saya dgituin, akhirnya saya iyain aja, tpi sebulan kmudian saya unfol lg. Kan jd mles ya. Trus skrg sya jd jrggggg bgt ngecek medsos. Satu2nya yg saya msih pke wa dan insta krn msih bsa sya handle isinya.
    Coba gmna ya blgnya ama tipe kaya gt? Klo ga diiyain itu, malah dimarahin eh trus yg parah smpe diomongin loo di blkg -_-. Saya pernah donk jelasin alasan klo pgn dptnya emg yg beneran sesuai minat, eh trus dtanya lgi knpa si a yg jg tmen biasa difoll klo gitu. Lah gmn mw blg klo si a atau si b difoll krn isi tweetnya ga lebay misalnya? Atau krn suka kmnikasi ama mrka? Khwtirnya malah nyakitin klo blg gt.. Pernah seklai blg gt dan.. Malah saya yg di’maki2′ dan dijelekin di dpan org lain, hiks. Cm berawal dr ga difollow lgi atau left grup yg krg minat dan kasih alasan jujur kek gitu😥 #jadicurhat

    • Wah Fiya, Menghilangkan rasa ngga enak datangnya harus dari kamu sendiri. Aku bisa aja bilang kamu harus cuek kalo ada orang yang ngecap kamu sombong karena ngga follow back tapi kamu sendiri siap ngga?

      Aku ada draft tentang salah satu nature perempuan (mayoritas perempuan) yang ngga enakkan dan maunya semua orang suka kemereka yang mana ini adalah hal mustahil. Tunggu aja pos ini terbit, mungkin bisa sedikit bantu kamu.

      • Wahh.. Sip mba Yo.. Jadi inget.. Resolusi tahun ini adalah bljar lebih bener lagi buat nempatin kata ‘ga enak’ di situasi yg tepat, heu *ini komen lama bgt*

  18. Setuju mba Yo😀 Py tetep follow acc ig yg isinya oke meski ga difollow balik, dan itu berlaku disemua sosmed. Termasuk blog juga😀

  19. syukrlah baca posting ini jadi lega, nggak ada keharusan buat follow balik terutama di blog hehehhe kadang suka nggak enak hati kalau ada yg follow tapi kita nggak follow balik sempat berpikir lebih enak nggak usah di follow jadi nggak punya beban harus follow balik

    kl sy baca blog org yg sy suka2 aja isinya hehehe, nambah2 wawasan juga …

    • Iya memang follow back itu ngga wajib Fel. Ngga usah rasa ngga enak. Kita follow back tapi nantinya malah kita yang segen delete/unfollow karena feednya orang itu ngga berkenan.

  20. Well said!! Thank you for that!! Following back is definitely not mandatory… in my instagram personal account I dont even want too many followers, what I post there is private and I only want some people to see it… I also dont follow too many people from there. Though on my blog account of instagram for example, if the person posts nice pictures and not only selfies (as you said), I certainly will follow, I love pictures! But if the profile isn’t nice, why should I follow?
    Great idea of discussing this topic here!

    • Agree Allane, if your find the profile is not nice, then you don’t need to follow back. Even if that person asks you too.

      Like Indah mentioned in her comment, if that person has the same interests like her, she follows back. I might follow back to.

      • Exactly!! And to be honest, I don’t like when people come and asks for follows, I myself dont like to go around and ask them to follow me. I always think that if they feel like it they will follow back, if not, feel free, I won’t be mad because of one follow😀

        I hope you have a wonderful week!

  21. Setuju, tapi dari dulu daku kurang gitu suka istilah Follower di semua social media, seolah olah seseorang sedang mengekor kita, makanya daku suka dengan FB karena permintaannya adalah Friend request. Salah satu kelemahan dari WP adalah kita tak bisa menghapus orang yang nongol sebagai Follower pada mereka cuman ingin ditengok blognya yang Jualan🙂. Oh ya daku termasuk yang nggak ambil pusing kalo Follow harus di folbek, semua terserah masing masing. Di Follow tak berarti kita Selebriti toh🙂

    • Istilah follower atau pengikut membuat orang yang pengikutnya banyak merasa jadi orang terkenal sekali Ed.

      Betul, aku karena suka interaksi selagi ngeblog makanya blognya terbuka. Risikonya blog/site yang ngga jelas (blog jualan barang, buku, blog ngga jelas) ikut blog ini dan rajin like pos-pos yang kalo aku pikir apakah mereka tulus klik like atau hanya mau menebar jejak?

  22. Pernah ada yg langsung mention ke aku : “kok aku diunfollow”. Ya nggak aku jawab. Btw, salah satu kiper favoritku memfollow- back aku. Jelas girang banget dong. Dia gak pernah balas mention di timeline. Tapi hampir selalu balas pesan di direct message. Senangnya😀

  23. Aku memfollow 266 account di twitter dan itupun sudah bikin mata sakit karena banyaknya informasi. Aku gak follow semua account yang follow, bisa tambah sakit mata lihatnya, apalagi kalau isinya gak menarik. Aku termasuk yang rajin bersih-bersih orang di TL. Tahap pertama mute, tahap selanjutnya baru unfollow🙂

    • Aku juga secara berkala bersih – bersih akun yang aku follow di semua media sosial. Kalo udah ada yang ngga nyaman, aku delete🙂

  24. Iya bener setuju Yen, gue sih ga punya blog ato active di soc media, suka ikutin blog, IG and tweet kalo suka aja dan lebih sering jadi silent reader aja kalo di blog. Kecuali ke blog elo ini karna uda aga lama gua jadi silent reader dan sekarang udah beneran follow kan dan suka banget dengan blognya:). Kalo tweeter dan IG biasa cuma kalo ada interest in the pictures or news aja. Tapi ada juga yng follow famous people biarpun ga kenal, cuma suka lihat aja foto2nya:) My only entertainment:)
    Memang kalo follow terlalu banyak suka pusing lihat dan bacanya karna kadang kalo ga sempet lihat jadi kayanya susah banget catch up untuk lihat news feed ato foto2nya.

    • Iya. Memang unfollow seseorang bisa karena alasan pribadi ya tapi kalo ngga kenal dan langsung minta follow back gw sih males. What does that person have to offer me asking for follow back?😉

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s