Bahasa Indonesia / Blogging

Etiket ngeblog

Pos ini pos ulangan dari yang pernah gw pos dalam bahasa Inggris bulan Mei lalu, Blogging etiquette. Alasan gw tulis pos ini berkaitan dengan sub titel: Credit properly.

Credit properly
When you are inspired by a post and you write a post with the same subject, set the permalink to post that inspires you. Permalink is an URLaddress which directs to a specific page. You gain two things: the blogger knows he/she has inspired you and your post will appear as pingback in a comment section.

Crediting is one of the main reasons I write this post. A blogger friend of mine, A, tipped me that she saw a blogpost which she found similar to my blogpost. My blogpost was issued two days earlier than the blogpost on that particular blog. I read it and agreed with my friend. A also forwarded some blogposts written by this blogger, which seemed to be inspired by our mutual blogger friend’s posts, B. A couple of posts of this blogger was written one or two days after B’s posts with the same subject. There is no credit or mention whatsoever that this blogger seemed inspired by B’s posts.

Hari ini ada satu blogger yang deket sama gw (si A di alinea diatas) bilang bahwa si blogger yang gw bahas diatas, tulis pos dengan topik yang sama dengan pos gw. Cuma ya blogger ini ngga ada mention nama gw apalagi pasang link ke pos tersebut. Karena ini udah beberapa kali kejadian dengan blogger yang enggan mention sumber inspirasinya itu, akhirnya gw memutuskan untuk tulis disini dalam bahasa Indonesia.

20140513-162259.jpg

Gw hanya ingin mengingatkan hal dibawah ini:

I am glad apparently I have inspired someone. I share my experience here to make it clear that when I write a post, no matter how short it is, I do some research (reading books, sites, magazines, films and series), self reflecting and contemplating on the matter. Some posts are written based on countless observations. It takes me days even weeks sometimes to finish my drafts, I choose my words carefully and try to jot them for a best fitting in my writing style. To know how I write I shared my blogwriting tips last January.

So please, respect this effort as a fellow blogger. Give credit when the credit is due. Setting permalink or reviewing a fellow blogger is a well appreciated gesture in a blogsphere. This is a big DO. As I believe the essence of blogging is.

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia supaya lebih jelas: Gw seneng sepertinya gw jadi inspirasi untuk seseorang. Gw berbagi pengalaman gw disini untuk menjelaskan bahwa sependeknya pos yang gw tulis, gw selalu usaha cari info tentang hal itu (baca buku, website, majalah, lihat film dan tv seri), hasil mikir dan berrefleksi tentang topik yang menarik untuk gw tulis. Beberapa pos gw disini gw tulis setelah observasi. Kadang gw nulis didraft, gw parkir disana beberapa hari bahkan beberapa minggu. Gw pilih kata-kata dengan seksama supaya pas dengan gaya  menulis gw.

Jadi tolong hormati usaha gw menulis ini sebagai sesama blogger. Give credit when the credit is due. Pasang link, review atau mention itu hal yang dihargai didunia blogging. Ini bahkan seperti hal WAJIB. Gw percaya ini bahkan esensi ngeblog. Karena bagi gw ngeblog itu

To share

To inform

To inspire

To interact

Dan pesen gw yang terakhir: BE ORIGINAL!

Update 13 November
Blogger yang dimaksud kirim email langsung ke gw dan minta maaf misalnya pos dia telah ‘melanggar’ etika ngeblog seperti gw tulis diatas. Walaupun menurut dia bisa jadi ini kebetulan dan topik yang sama bisa ditulis dengan sudut pandang yang berbeda. Gw hargai permintaan maafnya dia karena itu gw pasang disini sebagai update. Case closed.

46 thoughts on “Etiket ngeblog

  1. Well noted mbak !
    Banyak manner dalam blogging yg kadang kelewat jg sama gw euy.

    Tapi untuk urusan memberikan credit, sebisa mungkin gw selalu inget itu, keseringan sih krn terinspirasi krn contact lain udah posting duluan, eh baru keingetan kl gw punya kejadian serupa. Ya ga susah sih sebenernya ngasih credit itu, tinggal tulis : “terinspirasi dari blog xxx, gw jadi kepikiran jg buat posting ini” Gak lupa kasih hyperlink ke blog tsb. Voila !
    I dont care kalau link tsb jadi didatangi banyak pembaca, ngak nyari duit jg dari blog sih :))

    • Betul, kalo bisa baca, terinsipirasi dan tulis topik yang sama, apa susahnya nulis “terinspirasi dari blog xxx, gw jadi kepikiran jg buat posting ini”? Iya ngga? Nog bedankt Febi🙂

  2. Bener bgt ni mbak. Kadang aku jg sering kog terinspirasi dr blogger2 lain klo soal tulis menulis postingan. Tapi kalo aku sih lebih sering langsung komen (nulis cerpen) di postingan tersebut. Hehe. Jd malah gak susah2 bikin postingan sendiri. Hehehe *blogger malas*

    Tapi mungkin nih yaaa mbak, mungkiiiin, si temen mbak ini gak tau gimana caranya hiperlink, jadinya drpd susah2 nyantumin inspirasi yg gakbisa nge-link, ya mending gak usah ditulis aja inspirasinya drmn. Mungkiiin lho ini mbak. *takut dikira nuduh*😀

  3. Mba ingetin langsung aja gak? Kalau aku gak sengaja ngopi, kasih tau langsung ok? Eh bukan aku kan? 😒 soalnya aku baca banyak banget online kadang sampe gak tau juntrungannya, dibaca dimanakah yah?

  4. Terima Kasih Mbak sudah share tulisan ini. Menjadi pengingat untuk selalu menghargai orisinalitas. Kalau aku, yang selalu kuingat adalah menulis blog itu seperti menulis tugas akhir, tesis, atau penelitian ilmiah. Hindari plagiarisme dengan selalu mencantumkan sumbernya. Bahkan sekedar kutipanpun kalau bukan dari kita, wajib mencantumkan darimana kita dapat, sependek apapun. Plagiarisme itu terkadang tanpa disadari dimulai dari hal-hal kecil yang (mungkin) tidak kita sadari🙂. Karenanya, aku (mudah2an ga lupa) selalu mencantumkan sumber apapun yang bukan hasil pikiran kita, bahkan saat menulis di blog

    • Sama-sama Deni. Aku berusaha seorisinal mungkin ngeblog, misalnya ada sumber inspirasi apalagi aku ambil info pasti aku cantumkan sebagai sumber baik itu website maupun foto.

      Orang yang bersangkutan udah minta maaf. I appreciate that dan udah aku tulis update ini dipos diatas.

  5. Noted.

    Atau mungkin si blogger itu ga merasa mencolong ide elo Lo, karna dipikirnya kan tulisannya lain cuma topiknya aza yg sama? Mungkin loh.

  6. Aku setuju ama febby mba, paling gak mention nama dari blog yg bikin kita kepikiran buat nulis yg sama. Gak mesti link kalau emang gak mau bikin, ya kan?

  7. hmm jadi kesentil nih. kayaknya di postingan terakhir aku ada sedikit tambahan info yang aku dapet dari blogwalking sampe lupa sumbernya yang mana. lain kali musti lebih perhatian ya! *ngomong ke kaca* :’X

  8. Lorraine, kalo aku gak sengaja lupa mention, aku akan seneng banget kalo diingatkan.. Waduh..semoga yg dibahas di sini bukan diriku ya..(sambil berpikir keras mengingat-ingat..hehehe..)

  9. aku justru demen kasih link ke teman yg menginspirasi, jadi dia bisa tahu dan datang ngelongok tulisanku kan bisa ngundang diskusi lebih lagi
    dengan ini juga secara nggak langsung aku mau kasih contoh supaya aku diperlakukan sama

  10. Yang itu lagi ya yen?

    But then again, seperti kata Andien bisa jadi aku suka kelupaan baca dimana terus jadi nya nggak ngequote si source🙂

    • Yup, the same person Eva. I have had enough of it makanya aku tulis. No, no it is not you. You are one of the bloggers I have known for a long time, since 2008.

  11. Mba Yo… emang nyebelin banget nemu orang yang plagiatin tulisan kita tanpa membuat sumber aslinya atau sekedar bilang reblog atau apalah istilahnya…

    Postinganku tentang korea sangat sering di copas sama orang… Sama seperti Mba Yo, aku juga sering baca2 berbagai referensi dulu sebelum bikin postingan tentang korea, eh para plagiat itu seenaknya copas… *jadi curhat euy…

      • Aku tegur Mba… bahkan bikin postingan juga di blog, waktu itu masih Multiply. Teman2 blog juga pada ke sana dan negor yang punya blog… tapi pada akhirannya, komen teguran teman3 dihapus sama adminnya…

        aku ulangi lagi negor dia… diapus lagi… aku kesel, aku lapor google karena di Blogspot… postingan tersebut diapus. satu blog tersebut udah copas beberapa postinganku sekaligus…

  12. aku tergelitik mengomentari tulisan ini mbak. alangkah indahnya jika semua blogger di luar sana sadar etika dan berwawasan luas seperti mbak. tapi sayangnya tidak semua seperti itu. dan beruntunglah mbak bisa menginspirasi blogger2 yg mbak sebutkan di atas. artinya tulisan mbak berkualitas hingga bisa menginspirasi.🙂

    kalau aku, dari awal kembali ngeblog, sudah siap jika karyaku dicontek blogger/oknum lain. soale di dunia nyata saja banyak yang contek-menyontek mbak, apalagi di dunia maya, kan?

    tapi kejadiannya bisa jadi begini mbak: satu tulisan dgn topik yg sama itu sudah lama mengendap di draftnya/ di benaknya blogger B. tapi ketika si A duluan meluncurkan tulisannya, jadi kelihatannya si A inilah yg punya ide. padahal B sudah lama memiliki ide tersebut dlm draft/benaknya.

    • Bisa jadi Messa. Hanya dalam hal ini ada kejadian 3 kali dan ada beberapa blogger yang melihat hal ini dan kasih info ke aku. Postnya seling sehari atau dua hari.

      Mungkin kebetulan memang. Dan memang bisa jadi topik sama udah ada didraft.

  13. Aku termasuk yg males bikin link, jadi seringnya cuma sebutin nama. Jadi mungkin kalo ada bbrp blogger yg namanya sama, bloggernya bingung kali ini yg tak maksud siapa. But thank u for the reminder.

  14. To share, To inform, To inspire, To interact
    Jadi menganalisis…tulisan gw masuk dalem kategori apa ya??
    *masuk dalem kategori belajar menulis aja deh…hehehe

  15. Betulll mbak. Can’t agree more. Hal ini berlaku juga buat gaul dunia internet, termasuk sharing foto orang lain. Pernah ngerasain juga foto2 jepretanku dipakai dan disebarluaskan begitu saja. Yah aku emang bukan fotografer profesional, tapi setidaknya bilang dulu ya, apalagi kalau kenal. Toh nggak bakalan aku suruh bayar juga hehehe.. Kalau untuk kebaikan malah seneng.🙂

  16. Harus menghargai hasil karya orang lain, jangan seenaknya copas, minimal ijin dan mencantumkan link nara sumber yang kita pakai. Walaupun editan namun jika esensi dari tulisan diambil dari membaca hasil karya orang, itupun harus mencantimkan link sumber juga. Sama halnya narasi pada buku yang kita baca kan, ada keterangan lengkap dari mana saja penulis mendapatkan bahan untuk tulisannya. Mantap mbak, pencerahan bagi kita semua juga agar lebih tau dan sadar akan etika penulisan.

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s