about me / Bahasa Indonesia / Social Media / Thoughts

Perihal Path

Pos ini membahas Path sehubungan dengan kasus status Florence Sihombing yang meramaikan media sosial dan media online di Indonesia hari Kamis lalu. Mungkin terlambat dua hari tapi karena pos lain udah dischedule dan gw-nya ngga ada waktu nulis pandangan gw tentang ini hari itu makanya sekarang baru gw tulis.

Ada beberapa pakar sosial media, selebtwit yang melihat dirinya sebagai pakar yang berpendapat sebagai berikut; Florence juga korban karena sebetulnya Path itu private. Secara teori memang betul Path itu private, seperti yang tertera di informasi tentang app tersebut.

Mungkin Florence merasa bebas mengeluarkan uneg-uneg karena Path menjual 2 hal ini sebagai Unique Selling Pointnya.

IMG_6552.JPG

IMG_6551.JPG

Yang tidak diperhitungkan Florence adalah Path itu media sosial. Pemakainya manusia yang bersifat sosial. Apalagi orang Indonesia dengan We-Culture seperti di mayoritas negara Asia lainnya. Berbagi hal di media sosial itu lumrah. Privacy? nah….Gw tulis pernyataan ini karena sampe sekarang Path ngga booming di Belanda karena orang Belanda mempunyai I-Culture. Budaya yang individualistis, sharing itu hanya ke temen-temen deket dan privacy itu barang keramat.

Kalaupun merasa aman dan yakin Path itu sangat privat, disaat orang-orang dengan status ekstrim seperti Florence ini update statusnya, ada temannya yang lihat dan repath/share. Nah repath/share ini akan dilihat oleh temannya teman si Florence yang ngga kenal dengan Florence. Mereka ngga tahu Florence orangnya seperti apa, merasa update statusnya ekstrim, tanpa pikir panjang printscreen, dibagi ke media sosial lainnya. Dan voilà!

Tentakel gurita di media sosial yang namanya viral itu beraksi cepat, dalam
hitungan jam Florence jadi trending topic nr. 8 diseluruh dunia di Twitter.

IMG_6553.JPG
Gambar dari Mashable

Comfort zone
Gw inget waktu Path baru keluar Unique Selling Pointnya Share your moments with your closest friends. Waktu itu hanya bisa share moments dengan 50 orang. Angka 50 ini berdasarkan hasil riset tentang intensitas pertemanan dan kontak di media sosial. Loe mau punya temen 400 atau 3000 di Facebook, rata-rata hanya 50 orang yang selalu kontak. Setelah sukses jumlah teman di Path naik ke 150 dan beberapa bulan terakhir malah jadi 500 dengan fasilitas inner circle. Gw aja temennya hanya 70 orang di Path🙂

Menurut gw si Florence itu naif karena disalah satu pernyataannya dia ngga ngerti kok orang-orang tahu dia kuliah di UGM padahal dia tidak mencantumkan nama almamaternya di Path. Alamat rumah kosnya juga disebarluaskan di Twitter, ini ngeri banget menurut gw. Tapi ya sekali lagi, ngga susah kok cari informasi begini. Tinggal Google aja. Informasi seperti ini termasuk Digital Footprint yang gw bahas dipos gw dua hari lalu tentang Sharent.

Media sosial bagian hidup offline
Media sosial sudah bukan lagi trend atau hype. Media sosial sudah terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari kita. Jadi mau dijual sebagai app yang private dan tertutup atau mau disebut ranah pribadi yang menentukan arah dan fungsi media sosial itu para pemakainya.

Hati-hati dan pikir panjang sebelum update status, sudah cukup pelajaran yang kita dapat dari kasus Florence dan kasus Dinda (status Path tentang keluhan mengenai ibu hamil di KRL).

46 thoughts on “Perihal Path

  1. Setuju mba sama tulisan ini, bener banget tidak pernah ada yg private di media social. Once we share about something in social media, we have to be prepare for the consequences both negative and or positive😀

    • Iya betul Puji. Walaupun misalnya akun kita tertutup pun ngga menjamin update kita private. Apalagi kalo difriendlist kita ada kenalan yang ngga deket banget. Temen deket masih tahu lah kita siapa.

  2. Waktu kasus Dinda kmrn, nasihat yg paling byk dishare di pathku buat dia adalah “watch your back”.. Saat itu friends di path masi terbatas 150, dan dari 150 temannya Dinda di path ada aja yg tega ngeshare statusnya Dinda, yg mgkn bagi sebagian org ga bener *no right to judge her* kalo skrg friends di path jadi 500 kan batesnya, mgkn dari sekian byk temennya Flo di path ada yg ga seneng dgn status dia makanya disebarkan.. Apalagi kalo temennya ada yg berasal dari daerah yg dia hina2 mgkn yah🙂

    • Iya, mungkin ngga seneng atau kaget. Dan mungkin yang sebar keluar itu ngga nyangka kasusnya akan excessive begini. Betul, walaupun temen/kenalan baik, kita sendiri juga sebaiknya menjaga apa yang kita tulis online.

  3. aku telat nih tau ttg si florence ini…duh malu2in orang batak nih katanya hehe..aku dah off dari path sejak bbrapa bulan lalu.
    ya emang bener ya mau lewat socmed atau secara langsung memang kata2 kita haruslah sopan dan tidak sampai menyakiti orang🙂

    • Jangan malu sebagai orang Batak, ini kan kasusnya individu. Ngga semua orang Batak seperti Flo. Susah memang menjaga kata-kata dan tindakan karena yang baca interpretasinya berbeda Jo.

  4. Bener banget, privat atau tidaknya suatu social media tergantung pemakainya. Mau pakai telegram atau secret pun kalau ada yang ember, tetep aja akhirnya akan muncul di social media lainnya yang lebih open.

    • Iya Felis, mau tanda tangan secara tertulis juga kalo bocor, ya bocor keluar. Lihat aja gossip tentang selebriti terkenal, yang tip media itu kan orang-orang disekeliling si seleb. Hal ini ternyata juga bisa terjadi keorang kebanyakan seperti kita.

  5. Serem ya mba. Ngeri bayangin aku suka cerita2 di blog hiiii. Path aku jarang main sih tapi tetep aja apapun yg udah ke post di inet tetep ada kemungkinan untuk keluar

      • bener kata pepatah mulutmu harimaumu. Kita mungkin awalnya cuman mau curhat tapi kebiasaan sekarang curhat di socmed😦 yang ngeliat banyak hiks. Kalo sampe ke Penjara, sebenarnya kasian juga ya mba.

  6. Private in social media. Hmmm pie kui. Gimana pun, mau se-private apapun si path, tetep aja itu social media. Kontrol diri memang harus selalu dijaga. Mikir-mikir lah apapun itu yang mau dibagi di socmed.
    Barusan baca di tempo, Flo ditahan di polda. Sanksi sosial aja menurutku udah berat banget buat Flo ini. Belum lagi nanti ada sanksi akademik dari pihak UGM. Kemarin ada LSM yang ngelaporin dia di polisi. Makin runyam laah. Well, yang nyebarin gimana? Bukankah mereka juga turut andil? Terus yg sahut2an di kolom path Flo gimana? Mereka juga ikut jelek2in.

    Jaga hati jaga mulut aja deh. Kontrol diri itu lebih penting🙂

    • Iya betul Gi cuma ngebahas penahanan Flo berdasarkan aduan beberapa LSM Yogya, kok mbrati banget ya. Sementara ada beberapa kelompok yang terus-terusan menghasut dan menyebarkan kebencian kok ngga ditangkep? Aku bukan orang hukum, hanya mempertanyakan hukum pidana untuk Flo aja.

  7. Hai mbak salam kenal🙂

    Aku baru delete path sebulan lalu, lagian temennya sama kaya di fb dan IG jd ngapainpunya socmed banyak2 serem euy…. itu mrk bisa gitu pasti yg nyebarinkan list tmn mrk yah *jd ngeri loh*

    Makanya aku kl di blog juga nulis ttg anak2 aja atau diri sendiri kl ada hubungan dgn org ketiga nama dan tempat disamarkan *parno akut* kadang kita nggak bisa filter yg baca kecuali di private misal di protected pasw pun kadang ada yg nyebarin ke link bermain dia dgn sponsor jgn bilang2 hahahah

    Yg penting di socmed jgn status yg aneh2 atau apa2 kita nggak tau kadang list tmn kita yg nyebarinnya kan *ikut belajar juga dari kasus dinda dan flo*

    • Hallo salam kenal juga, Iya dobel ya temennya dibeberapa soc med account, buat apa coba? Bagus detail disamarkan, menurut aku itu bukan parno kok. Itu kan melindungi orang. Makasih ya udah mampir dan komen disini.

  8. Kasian juga namun biar menjadi pembelajaran buat kita juga ya mbak..
    Kasus mbak F sudah di proses dan sekarang f sudah di jebloskan ke penjara dengan ancaman hukuman 6 thn.

    Ingat terus kata mamak aku selalu bilang agar kita harus berhati hati karena. Mulutmu harimaumu..

    • Iya ngeri ya Ria sampe dipenjara cuma curhat di Path. Memang kasar sih dan generalisir umpatannya dia tapi apakah setara dengan penjara 6 tahun?

  9. Pelajaran terpenting dari kasus ini adalah pikirkanlah masak2 apa yang akan kita ucap di media sosial. Makasih sharingnya mbak😀

  10. iya mba yo aku baru denger juga tentang flo ini kemarin dari tmnku yg tinggal di jogja. miris sih, abis mau gimanapun tetep aja path itu socmed, mau se private apapun juga namanya ya tetep social media. emang harus hati2 lah kalau sharing apapun ke account socmed kita krn pasti bakal tetep ada risksnya..

    • Hai Re, Betul. Ini ngeri dan excessive akibatnya sampe kepenjara. Apa yang Florence tulis distatusnya memang menyinggung orang, tapi dia kan udah minta maaf. Kok sampe dipenjara?

  11. viral socmed itu bisa jadi menguntungkan tapi sekalinya merugikan efeknya ngeri banget ya mbaaak…. uda banyak kasus individu yang di’polisi’kan gara2 curhat di socmed..

    • Iya, ngga belajar ya. Ok aku ngerti mungkin si Florence saat itu mengalami outburst dia hanya mau berbagi ketemennya di Path. Cuma di screenshoot Pathnya aku lihat ada temennya yang minta ijin repath, diperbolehkan sama si Florence. Mungkin nih ya Shin, ada temennya si temen Florence yang lihat dan ngga suka. Itulah, ngeri sampe dipenjara ck…ck…

  12. Kayaknya sudah mesti ada kurikulum tentang sosial media di sekolah-sekolah, jadi anak-anak muda sekarang tahu tentang apa yang harus dibagikan dan apa yang tidak harus dibagikan. Nggak usah anak-anak muda, orang tua juga perlu belajar banyak tentang sosial media.

  13. Kasus ini parahnya sampe dibawa ke ranah hukum. Seharusnya sanki sosial udah sangat cukup buat si Flo ya, karena negara kan gak bisa mempidanakan warganya karena berpendapat *walopun pendapat itu buruk bgt*.
    Jd makin ngeri ngeshare apa2 di socmed😦 aku sendiri udah delete path karena merasa gak perlu, malah lbh byk gak pentingnya deh si path ini *menurutku ya Mba hehe..

    • Betul Fenti, aku pikir dia memang sudah cukup dihukum, kenapa harus dipidanakan? Bagus kalo bisa berhenti satu account soc med, aku ngga bisa🙂 alasannya karena pekerjaan jadi harus coba semua ha..ha..Eh tapi aku jarang kok share kecuali di blog ini dan Instagram. Facebook biasanya hanya untuk share link blog ini dan nyelametin temen/saudara yang ultah.

  14. Jadi pelajaran banget lah ini kasusnya mba Yo, biar ga update sembarang status. Tapi kalo sampai dipenjara sih agak lebay menurut Py. Karena mau ga mau masyarakat jadi membandingkan dengan kasus anaknya Ahmad Dhani atau Hatta Rajasa.

    • Lebay banget Py sampe dipenjara. Iya, itu apa kabar anaknya para orang terkenal yang membuat korban sampe meninggal di kecelakaan lalu lintas? Udah minta maaf si Florence tapi ngga diterima.

    • Ada dua temennya yang minta ijin repath status itu dan si Flo mengijinkan. Mungkin nih ya yang share keluar temennya temen si Flo ini.

  15. Saya menarik mengikuti kasus ‘kecerobohan’ dari mba Flo ini, dari hal privasi, terbagi, dibagi, lalu diterkam media, terkenal, lalu menjadi rinci, intinya pelajaran dari kasus Flo sudah untuk kesekian kali di negeri ini, ujung-ujungnya etika dan moral.

    Salah satu tips, hindari saat perasaan marah atau penuh ambisi untuk mendekati media sosial😀

    Ulasan mba Lorraine menarik dan menambah wawasan saya lagi budaya di Belanda🙂

    • Hai Aulia,

      Betul, selagi emosi baik marah maupun suka dan duka sebaiknya hitung sampe 10 dulu sebelum berbagi di media sosial cuma ya prakteknya susah karena manusia makhluk sosial🙂 Aku juga suka mengamati dan membandingkan penggunaan social media di Belanda dan di Indonesia dari sudut budaya. Betul kamu bilang, ini sudah kasus kesekian kalinya tapi sepertinya masyarakat ngga belajar ya. Dan semakin kesini menurutku UU ITE semakin ngeri karena implementasinya seperti tanpa batas.

      • Malah ada yang menyebut, kasus mba Flo telah menjadi besar dan diperbesarkan oleh media. Padahal kita lihat saat capres kemarin berapa banyak unsur SARA yang justru terlarang di UU ITE tak terproses oleh pihak terkait. Betul-betul ngeri jika terus-terusan hukum bisa saja berbicara tumpul😀

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s