about me / English / Family / Thoughts

In the morning

Last year today I heard that my younger sister had breastcancer. She was diagnosed terminal. She fought and lost the fight 6 months later.

Dealing with her passing I went through the stages of grief. The firsts are still coming along like her birthday, first Christmas and other milestones. So in her memory I share this tv commercial of Dutch KWF Kankerbestrijding (Queen Wilhelmina Fund for fight against cancer). Most of all, the song, In the morning sung so beautifully by Sabrina Starke, touches me so deep. The text in the commercial it says ‘everybody deserve a tomorrow’.

Cancer has become a common disease. Everyone knows someone who lost someone to this incurable illness. I wish everyone who is dealing with it right now good luck. Although I don’t know you but I think of you, cancer patients. I wish you all the best in the world. And I think of the loved-ones who take care of them. I wish you strength.

22 thoughts on “In the morning

  1. I hate cancer😦 (semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan ya…aamiin). Saya bertemu teman yg bercerita kalau temannya yg saya kenal juga didiagnosa kanker getah bening, ibu dari sahabat saya juga sedang berjuang melawan kanker. Bukannya menyerah tp dr obrolan saya dg sahabat saya ibunya sudah siap dg segala kemungkinan, begitu juga sahabat saya dan saudara-saudara nya.

    • Kalo udah terminal memang acceptance itu lebih damai dihati daripada mengharap yang mustahil
      kecuali ada mujizat ya Ru.

      Aku juga attitudenya begini setelah denger adikku tahun lalu terminal. Semoga ibu sahabat kamu ngga mengalami sakit sekali ya. I wish her strength.

  2. thank you for your sincere prayer, mba Yo🙂
    adik sepupuku lagi perawatan cancer juga, udah 7 bulan tinggal dirumahku karena deket sama RS tempatnya berobat.. semoga dia berhasil melawan penyakitnya deh..
    anyway turut berduka atas kepergian adiknya mba Yo akhir tahun kmrn yah🙂

  3. My mom still struggling with it mbak, for years, though she always smile and feel healthy in front of people but i know she keep the pain by herself.. all i can do is just pray and may God give the cure or the best for my mom and my family😦

  4. Sahabat terdekat ku juga meninggal karena kanker, 2 tahun lalu, nggak lama setelah melahirkan anak pertamanya. Baru terdiagnosa setelah melahirkan, tau-tau udah stadium akhir, dan meninggal sekitar 2 bulan kemudian😦
    Sampe sekarang masih suka keinget. Puncaknya pas beberapa hari lalu nonton film The Fault in Our Star. Udah nonton belum mbak? Itu film sukses bikin mewek hampir sepanjang film, karena ngambil sudut pandang dari sisi pengidap kanker, tentang cara mereka memandang hidup dan kematian. Filmnya sangat jleb secara personal, karena aku baru tau satu fakta, bahwa cuma aku satu-satunya yang diajak ngobrol almarhum sahabatku tentang kematian (sementara sahabat yang lain selalu ‘memaksanya’ untuk tetap optimis dan berkeyakinan untuk sembuh). Duh, nulis ini aja bikin mata kembali berkaca-kaca😦
    Maap malah jadi curhat ya

    • Wah, maaf telat balas komennya Mel, aku kelewatan ternyata.

      Aduh, sedih sekali ya meninggalkan anak masih bayi dan suami. Kanker apa? Apakah dia ngga pernah merasa sakit sebelum ketahuan?

      Makasih rekomendasi filmnya, nanti aku nonton deh. Itu memang berkesan ya, obrolan dengan pasien kanker terminal yang realistis dan menerima keadaan. Ketika kematian bukan hal yang menakutkan tapi hal yang membebaskan mereka dari rasa sakit yang tiada putusnya. Aku juga mau mewek baca komen kamu ini. Inget Skype sama adikku 3 hari sebelum meninggal. Dia pamitan dan dia bilang “Loe ngga apa2 ya kak kalo gw udah ngga kuat lagi?”😦 Sampe sekarang aku masih simpen semua text obrolan kita di WhatsApp. Dari awal diagnosa masih supporting sampe minggu2 terakhir textnya tentang pasrah dan pamitan.

      Sesedihnya ini semua, ada rasa bittersweet & knowledge bahwa sekarang dia terbebas dari rasa sakit.

      Big hug ya Amel, ngga apa-apa kok curhat kan ini termasuk sharing.

  5. Tanteku juga baru didiagnosa kanker lidah std 2. sedih banget mba dengernya. padahal dia orang yang sehat gak neko2 . shock berat kita sebagai keluarga. sekarang lagi di kemo di beijing karena katanya disana ada kemo versi nano or apalah istilahnya jadi efek sampingnya gak terlalu parah. terima kasih buat doanya mba.

    • Sama-sama Nisa. Semoga tantenya sembuh ya. Diatas kertas stadium 2 kalo ketahuan dan langsung treatment sih kansnya besar untuk sembuh. Stay strong.

  6. Mamanya teman aku kena kangker Payudarah yang entah kenapa ngak bisa hilang Tumbuh terus udah dikemo sampai rambut habis , pakai alternafif sampai minum daun sirsak tetap aja muncul dan pasrah di angkat namun tetap saja muncul lagi..

  7. Well, it is a topic that hit me so close as well as I mentioned to you before that my sister was also diagnosed with breast cancer and it took us all (family) by surprised since it never really hit you till someone so close to you were diagnosed, thank God that she is ok now.
    I have a cousin who was in her early 20s when she was diagnosed with uterine cancer (cancer free now), an aunt diagnosed with pancreatic cancer (still battling with it) and another aunt and my gramma lost their battles with cancer.

    Remember that eventhough they are gone, they are always close to our hearts.

    Let’s hope that they will find the cure in our lifetime.

    • Oh my, so many cancer cases in your family Garile, just like mine. I wish your aunt strength and courage.

      I do hope there would be a cure for this mean disease, someday.

  8. Aku gak pernah kenal papaku karena beliau meninggal kena kanker pas aku masih kecil. Kata mama, dalam kesakitannya beliau sempat berdoa supaya musuhnya sekalipun nggak kena kanker. Lebih dari dua puluh tahun kemudian adiknya kena kanker juga.

    Di Indonesia ada fenomena kalau orang kena kanker tiba-tiba banyak teman yang datang, bukan memberi kekuatan atau doa, tapi nawarin obat ini itu.

    • Maaf telat bales komen ini. Baru lihat. Oh jadi sudah yatim sejak kecil ya Tje. Umur berapa? Dan adiknya bapak yang kena kanker juga, apakah beliau survive? Papaku juga meninggal karena kanker, 2 tanteku juga😦

      Wah, payah ya kalo memang orang menjenguk yang sakit hanya untuk nawarin obat.

      • Tanteku sempet jadi survival, tapi begitu kena kedua meninggal Mbak.

        Aku umur 3.5 ditinggal bapakku; makanya sejak umur 17 aku gave up sapi, kambing dan kaki empat lainnya. Eh tapi masih lepas ngelepas babi😛

        • Aduh salah ketik dan kurang di komentarku banyak juga.

          Tanteku kena dua kali, kali pertama lolos sampai dua puluh tahun lebih, kali kedua berpulang.

          Aku masih doyan babi tapi pelan2 aku reduce biar nggak makan kaki empat.

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s