Bahasa Indonesia / Books

Barcelona Te Amo

Bulan November lalu gw dapet kiriman 3 buku dalam Bahasa Indonesia dari Feba si pengarang Jika & Holland One Fine Day in Leiden. Jika udah gw baca, reviewnya menyusul.

20140209-094205.jpg

Kemarin gw baca salah satu buku kiriman itu: Barcelona Te Amo karya Kireina Enno. Ini review gw yang panjang. Scrolling alert!

Barcelona Te Amo adalah salah satu buku dari seri Setiap Tempat Punya Cerita keluaran penerbit Bukuné.

Cerita
Buku ini menceritakan Katya, mahasiswa seni lukis yang kuliah di Universitat Barcelona. Katya ini sangat berbakat sehingga seorang kurator seni terkenal di Eropa mengajaknya pameran.

Ada cerita kenapa Katya, gadis Indonesia itu sampai kuliah di Barcelona. Dia melarikan diri dari cinta segitiga yang ruwet antara dia, sepupunya yang cantik tapi egois Sandra dan Evan pria teman kecil mereka.

Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Katya diangkat anak dan diasuh oleh pamannya, Prana Hadiningrat (ayahnya Sandra). Bertolak belakang dengan Sandra yang tidak bertanggung jawab, egoistis dan selalu mendapat apa maunya, Katya sangat rendah hati, tahu diri dan melindungi Sandra. Berniat menyatukan Sandra dan Evan, Katya melarikan diri dan memutuskan kuliah ke Barcelona.

Kembali ke Barcelona, si kurator seni Manuel Estefan, mendesak Katya untuk ikut pameran. Ia memesan 1 lukisan disamping masterpiece Katya, Dandelion. Karya ini melukiskan suasana hati Katya, goddess of lonelyness. Manuel ingin Katya melukis dengan intensitas yang sama untuk lukisan pesanannya dia.

Suatu hari Katya mendapat telepon dari Sandra bahwa dia baru mendarat di Barcelona airport. Menambah kisruh suasana dua hari kemudian Evan pun tiba di Barcelona. Evan yang telah memutuskan hubungannya dengan Sandra di Jakarta, menyatakan cintanya ke Katya di Parc Guëll. Katya bingung, terbelah antara ingin membuat Sandra bahagia tapi juga ingin keluar dari kesedihan yang berlarut.

Menyingkat cerita dengan maksud mengurangi spoiler Katya terjerat cinta segi tiga yang berkembang menjadi cinta segi empat karena adanya Manuel.

Barcelona dan seni
Pertama baca buku ini gw tertarik karena Barcelona (salah satu kota favorit gw) dan seni. Penulis berhasil menggambarkan Barcelona yang hidup untuk si pembaca. Bahkan orang yang belum pernah menginjakkan kaki di kota ini dapat membayangkan suasananya berkat penjelasan yang menarik.

Mengenai seni dalam buku ini, patut diacungi jempol. Enno sukses mengangkat bagian tentang Picasso yang memulai karirnya sebagai realis. Untuk gw sebagai penikmat seni bisa ngerti banget obsesinya Katya dan Manuel ke seni lukis. Hal yang menarik untuk gw adalah analogi yang dipakai Katya untuk lukisan pesanan Manuel: Arjuna dan Subadra. Suka dengan pesan pewayangan dari epos Mahabharata tentang istri yang setia.

Karakter
Untuk karakter dalam buku ini, hmm gw sempet gemes sama Katya yang mendulukan dan melindungi Sandra hingga mengorbankan diri sendiri. Dan juga Sandra yang petakilan, cantik tapi egoistis dan selalu mendapat mau sendiri.

Katya menuduh Evan plin plan tapi gw ngga melihatnya sebagai pribadi yang bimbang. Kan udah jelas dia mutusin Sandra dan pergi ke Barcelona untuk menyatakan cintanya lagi ke Katya. Kalo akhirnya Evan & Sandra tidur bareng setelah keluar bersama (minum dan berdansa liar (?)), salahkan alkohol. Kalo menurut gw kan ini ulahnya Katya yang berniat menyatukan Sandra & Evan. Sejak tinggal di Jakarta Evan pun bilang dia cinta Katya, cuma Katyanya maksa supaya Evan pacaran sama Sandra.

Mungkin gw udah kelamaan tinggal di Belanda ya tapi gw ngga ngerti bagian dimana Katya minta Evan bertanggung jawab karena sudah meniduri Sandra. Mereka berdua sudah dewasa, bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Spoiler lagi, akhirnya Katya jatuh cinta dengan Manuel. Manuel yang tampan tapi dingin dan arogan. Ia patah hati ditinggal kawin tunangannya yang materialistis. Proses jatuh cintanya Manuel ke Katya digambarkan dengan runut, sebaliknya Katya jatuh cinta ke Manuel hanya 2 – 3 alinea. Diakhir buku ini Manuel & Katya mengucapkan Te Amo (Aku cinta kamu) satu sama lain.

Kesan
Waktu gw SMP gw suka banget baca cerpennya Leila S. Chudori dan Zara Zettira yang ceritanya diluar negri. Baca buku ini perasaan itu muncul lagi, Enno membawa gw ke Barcelona. Gw jadi pingin jalan-jalan lagi di Barri Gótic, ke Museu Picasso & MNAC, ikut la Ruta Modernista di daerah Gràcia dan jajan tapas di El Raval dan jalan pagi di Barceloneta beach.

Illustrasinya gw juga suka banget. Menggambarkan tiap pojok kota dengan angle yang menarik.

Resenya gw yang suka bahasa: sayangnya nama dan jalan dibuku ini ditulis tanpa aksen bahasa Spanyol/Catalàn seperti Casa Mila – Casa Milà, Gaudi – Gaudí, Placa de Catalunya – Plaça de Catalunya padahal ini bisa berpengaruh kepengucapannya. Lagipula dengan tulisan seperti aslinya bisa menambah feel Barcelonanya. Dan menurut gw penggalan dialog dalam bahasa Spanyol dan Catalàn dibuku ini memberi nilai plus.

Gw kok punya kesan diakhir cerita alurnya jadi full speed, betul ada kesan terburu-buru mengakhiri cerita. Setelah balik ke Barcelona dari Jakarta untuk urusan Sandra & Evan, semuanya jadi beres. Bahkan Sandra pun akhirnya segera menikah (ngga disebut dengan siapa, dugaan gw sih dengan Evan). Manuel yang bilang ke Katya Te Amo di Plaça de Catalunya. The End.

Overall Barcelona Te Amo dapet 3,5 dari maksimal 5.

Tip: Suka baca dan suka Barcelona? Gw rekomen roman The Shadow of the wind karya Carlos Ruiz Zafón.

16 thoughts on “Barcelona Te Amo

  1. wahhhh jadi pengen baca.Tadi pengen nyari buku bacaan di gramedia tapi butuh rekomendasi. Gak suka yang berat2 tapi setelah baca partikel aku jadi makin tertantang kalo emang bagus.
    Barcelona itu kota impian adikku mba yo, akhir tahun ini kayaknya dia akan mewujudkannya, hanimun ama suaminya. Duhhhh enaknya bisa ke europe🙂

    • Bukunya ngga berat kok, aku bacanya hanya 1,5 jam langsung tamat😉 Cara berceritanya enak ngga menye-menye Jo. Walaupun para karakternya masih bisa ditelusuri lebih dalam oleh si penulis (maunya aku sebagai pembaca) tapi buku ini tetep enak dibaca. Baca deh bukunya.

      Waa, adiknya mau ke Barcelona? Pasti dia suka, aku sekeluarga suka banget kota itu😉

  2. Ceritanya sebenernya klasik ya mbak, soal cinta segi 3 yg kemudian berkembang jd segi 4. Hihihi.. Tapi sama dengan mbak Yo, kadang aku juga masih nggak ngerti jalan pikiran orang yang terlalu ngalah demi orang lain. Yah, walopun ceritanya si Katya ini kan mungkin mau bales budi kebaikan bapaknya Sandra, ya. Padahal kan Evan udah jelas2 bilang cinta sama Katya. Rasanya gemessss aja, kalo ada orang yg ‘kurang ngotot’ berjuang untuk cinta-nya. Jangan2 emang nggak segitu cintanya…? Eh, oke deh, ini kalimat2 terakhir dipengaruhi sekali sama karakterku yang ogah ngalahan, huahaha…
    Anyway, aku suka reviewnya, mbak Yo. Bahkan untuk yg belum baca, ceritanya jelas banget ketangkep..🙂

    • Toss Fit, berarti kita sama jalan pikirannya. Iya, ada ungkapan ‘everything is fair in love and war’ dengan catatan in love-nya selama ngga ngerebut pacar/suami/istri orang.

      Aku juga gregetan sepanjang baca tapi karena pantang berhenti baca satu buku aku terusin aja. Lagipula aku suka gambaran penulisnya tentang Barcelona.

      Makasih ya Fit, mudah-mudahan ngga kebanyakan spoilernya.

  3. baca ini jadi inget novel Bellamore A Beautiful Love To Remember. ya gak sama persis si ceritanya tapi aku suka cerita cinta segitiga or segi empat gini ruwet tapi gemesin ahahaha.

    btw speaking about zara zettira jadi inget dulu akhir 90-an karya novel dia banyak yang dijadiin sinetron kan mba :p

    • Iya Nis, selalu ada pihak yang nelangsa kalo cinta segi tiga dan ada pihak yang susah ambil keputusan.

      Aku udah tinggal di Belanda akhir 90-an. Jadi ngga tau dia nulis buku. Waktu aku pertengahan 80-an Zara Zettira baru nulis cerpen di majalah Gadis, Mode & Anita Cemerlang. Ceritanya? Apalagi kalo bukan tentang ABG dan cinta segi tiga atau cinta sebelah tangan🙂

  4. Mbak aku kalau baca novel suka agak pilih pilih, sekali suka ya pengarang yang itu itu aja sampe selesai kuburu bukunya. BAru pindah ke pengarang lain. Ini bukunya spoiler banget sih ahahaha, aku gak suka samsek sama karakter kayak Katya. Meski ya karena balas budi ke bapaknya Sandra juga kali ya. AKu gak berani menilai sih karena belum baca, tapi mau tanya dong, penggambaran fisik karakternya lansung bilang ganteng cantik dsb gitu nggak Mbak? Atau Mbak Yo menyimpulkan dan jadi terbayang cantik setelah bacanya (maksudku kayak Manuel tampan dingin arogan itu tertulis or you read between the lines? ) aku sukaaa banget baca buku Jhumpa Lahiri karena dia bisa gambarkan sosok orang tanpa deskripsi fisik. Eh omonganku bisa dimengerti nggak mbak?

    • Oh ya? Aku memang setia sama pengarang juga sih tapi kalo ada review bagus atau backgroundnya menarik aku baca juga.

      Aku juga ngga suka karakter yang kebanyakan ngalah gitu. Terus terang ini roman bahasa Indonesia yang pertama aku baca setelah 13-14 tahun. Aku penasaran karena sepertinya dunia tulis menulis di Indonesia lagi rame ya. Seingetku dulu fiksi Indonesia cara menulisnya menurutku menye-menye Ndang, ngga tahan bacanya. Setelah baca buku ini dan Jika ternyata ngga menye-menye lagi.

      FYI: Kalo buku berbahasa Indonesia non-fiksi aku selalu baca.

      Anyway, betul para karakter digambarkan plek cantik & tampan😉 Aku pribadi lebih suka deskripsi fisik tokohnya secara detail tanpa terjebak ke stereotype seperti: rambutnya panjang berkilau, hidung mancung bla…bla…bla…. Yang begini aku kurang sreg bacanya. Menurutku sih perkembangan karakternya bisa diolah lebih jauh, tapi mungkin udah cukup seperti ini. Dan mungkin aku ngga termasuk target group untuk buku ini; udah ketuaan sepertinya.

      Bisa dong, kalo ngga ngerti kan bisa tanya😉

  5. Penulis berhasil menggambarkan Barcelona yang hidup untuk si pembaca. Bahkan orang yang belum pernah menginjakkan kaki di kota ini dapat membayangkan suasananya berkat penjelasan yang menarik.

    yang itu penting banget untuk aku, kayaknya mau beli kalo sampe bisa ngerasain bisa ke Barcelona hahaha

  6. Meski belum baca bukunya, tapi dari cara mba Yo me-review py jadi ngerti ceritanya.

    Jadi kangen mo baca Novel lagi deh.. Udah lama ga pernah baca2..🙂

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s