about me / Bahasa Indonesia / Dutch Affairs / Thoughts

Mengenai Geert Wilders

Post ini saya tulis dilihat dari kacamata saya, imigran dari Indonesia yg sudah 14 tahun bermukim di Belanda. Jadi, pernyataan yg tertulis disini adalah sudut pandang saya pribadi.

Setelah keluarnya film FITNA (yg menurut saya bukan film, hanya cuplikan beberapa spot/clips yg lumayan beken diNL . Hanya narasi didalam FITNA itu yang orisinal buatan Wilders sendiri), ternyata sambutan masyarakat di Belanda tidak sehangat yg diharapkan Wilders. Sehingga politikus inipun adem ayem saja…..sampai tanggal 21 Januari 2009. Kejaksaan Negri Amsterdam memutuskan akan melancarkan proses pengadilan menangani keberatan resmi yang diajukan beberapa organisasi dengan latar belakang Islam di Belanda, menentang pernyataan/kelakuan/kebijakan politikus kontroversial ini. Tuntutan resmi KNA berbunyi demikian: ‘menyebarkan kebencian dan diskriminasi akan kaum Muslim dan kepercayaan mereka (Islam)’.

Wilders selalu berkeras dalam hal hak untuk bebas berbicara, plus dengan statusnya dia sebagai anggota parlemen yang menurutnya mewakili suara rakyat di Belanda. Hal ini yang terus terang agak mengkhawatirkan saya, karena setelah tuntutan resmi KNA itu tertera dipers, menurut poll terakhir pengikut partai Wilders ini bertambah.

Yang membuat saya tidak habis pikir lagi adalah kebencian dia yang sangat dalam terhadap Islam (saya sendiri kristen). Selalu dia menuntut bahwa Al Qur’an (yang lucunya dalam bahasa Belanda diterjemahkan sebagai KORAN) harusnya diboykot di Belanda, bahwa kitab ini Fasis lah dsb…dsb…Dan keras kepalanya tokoh ini, debat di Parlement Belanda disiarkan secara langsung di TV. Setiap kali berdebat si Wilders ini menolak untuk mendengar argumen lawan debatnya. Dia hanya sibuk mencanangkan program partainya yang sangat populistis. Dan yang saya sayangkan, Wilders tidak pernah (mungkin tidak berani????) berdebat dengan organisasi Islam di Belanda.

Kejadian yang paling gres untuk politikus ini terjadi hari kamis lalu. Wilders berniat memperlihatkan film FITNA di Inggris, pemerintah Inggris melarangnya memasuki negara itu. Bukan Wilders namanya kalau tidak berkonfrontasi, dia terbang dari Schiphol, dikerumuni oleh pers, dan mendarat di Heathrow kamis sore. Setelah melewati pemeriksaan douane, ia dihimbau untuk kembali ke Belanda. Akhirnya (seperti anak kecil ngga boleh makan permen), diapun terbang kembali ke Amsterdam. Alasan pemerintah Inggris menolak Wilders ialah kebijakaan yang berlaku disana untuk melarang tokoh2 yang menyebarkan kebencian dan hal SARA lainnya memasuki tanah Inggris. Menurut saya sebagai negara dengan kedaulatan penuh, ini hak pemerintah Inggris untuk menerapkan kebijakaan mereka, setuju? Beberapa anggota parlemen Belanda, yang nota bene ‘lawannya’ Wilders disini, menyayangkan sikap pemerintah Inggris dan mengimbau PM Belanda Balkenende untuk menegur PM Brown tentang hal ini, berdasarkan hak berbicara bebas dan sesama anggota Uni Eropa. Saya pribadi berpikir lho??? Bukannya ini berarti mencampuri urusan rumah tangga tetangga.

PS Mungkin detil yang menarik mengenai Wilders, sebenci-bencinya dia dengan imigran di Belanda (secara kronologis imigran dengan latar belakang muslim dan selebihnya imigran berasal bukan dari Eropa Barat), toch istrinya berasal dari Hongaria, Eropa Timur.

10 thoughts on “Mengenai Geert Wilders

  1. @ Ari, disini dibilang hairdonya Wilders seperti Ludwig van Beethoven.

    @ Din, iya, the same old WIlders. Dia & maecenast Theo van Gogh kerja sama dengan Hirsi Ali buat film pendek ttg posisi wanita di Islam.

  2. topik SARA memang ga akan pernah habis dibahas. semakin banyak yang meneriakkan keadilan dan kedamaian, somehow semakin banyak juga yang ingin melakukan sebaliknya. cuma aneh aja, aku selalu berpikir, contohnya dalam hal agama. kenapa sesuatu yang sebenernya bisa menjadi jalan kedamaian menuju ke-Tuhan-an malah seringnya menjadi the quickest road to hell. padahal semua agama sama baiknya, yang penting bukan agama apa yang dianut seseorang, tetapi lebih kepada apakah seseorang itu mengimani dan menjalankan apa yang dia anut. iman tanpa perbuatan adalah mati dan sia2. andaikata si Wilders ini mengerti konsep sederhana ini, maka ga akan ada Fitna.

    btw, mba Lorraine, aku minta alamat lengkap plus nama lengkapnya yaaaa..🙂

    • Sher,

      Kalo Geert Wilders sangat anti Islam sampe dia teganya menyerukan supaya Al Qur’an itu dilarang.

      Memang mungkin didalam Al Qur’an ada beberapa bagian yg mengandung kekerasan, seperti juga di Alkitab.

      Wilders itu menurutku Xenophobic (takut sama hal2 yg asing), eh ngga ding, istrinya orang Hongaria.

  3. idealnya sih media masa ga ngegubris aksi2 kekanak2an si Wilders itu. Tapi sayangnya media masa kok jadi kayak kerbau yang dicocok idungnya. Mau aja gitu loh menanyangkan hal2 yang berbau Wilders demi oplag/rating. Gelo….

    • Idealnya gitu Di, tapi media sini rela aja dimainin ni orang. Either spin doctornya dia yg keminter atau memang semakin banyak londo yg ngedukung dia (ini yg mengkhawatirkan gw banget).

      Ngga tau deh, time will tell.

  4. Pingback: Pendatang di Belanda & Geert W. « Chez Lorraine

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s